Madrasah Ramadhan

Oleh: Su’ud Hasanudin

Muqodimah.

Alhamdulillah, Puji syukur kapada Allah swt, yang telah mensyariatkan kepada umat Islam puasa pada bulan Ramadhon, bulan musim semi bagi umat Islam, pahala bertaburan dimana-mana selagi hamba mau beribadah kepada Nya. Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah saw, Nabi yang membawa petunjuk menuju kemuliaan di dunia dan akhirat, dan kepada keluarganya yang mulia, beserta para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir masa.

Amal sholeh di bulan Mulia.

Ramadhon adalah diantara bulan yang Allah muliakan, dan kemuliaan itu diberikan kepada umat yang beriman dan senantiasa melakukan amal sholih. Kemuliaan Ramadhon tidak akan didapatkan oleh seseorang yang hanya memangku tangan, tanpa beribadat dan berbuat yang Allah swt Ridhoi.

Rasulullah saw berdabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يبشر أصحابه :  “( قد جاءكم شهر مبارك رمضان ، افترض الله عز وجل عليكم صيامه ، تفتح فيه أبواب الجنة ، وتغلق فيه أبواب الجحيم ، ويغل فيه الشياطين ، فيه ليلة خير من ألف شهر ، من حرم خيرها فقد حرم ) “. ( أخرجه أحمد (2/230) والنسائى (4/129) والبيهقى فى شعب الإيمان (3/301) عن أبي هريرة .

Artinya : Rasulullah saw bersabda pada saat memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya : “ sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan yang diberkahi dia itu adalah Ramadhon, Allah mewajibkan kepada kalian semua berpuasa pada bulan tersebut, dan pada bulan tersebut Allah membuka pintu-pintu surga, dan menutup pintu neraka, para setan pun dibelenggu[1], dan pada bulan tersebut ada satu malam yang kemuliaanya lebih baik dari pada seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikan pada bulan tersebut maka sesungguhnya ia adalah sangat merugi. (HR. Imam Ahmad, an Nasai, dan al Baihaqi).

Rasulullah saw pun bersabda tentang yang memanfaatkan kesempatan bulan Ramadhon :

من صام رمضان إيمانا واحتسابا  غفر له ما تقدم من ذنبه ( أخرجه والبخارى (1/22 ) ، ومسلم (1/523) ، والترمذى (3/67) ، وأبو داود (2/49) ، والنسائى (4/157) ، وابن ماجه (1/420) أحمد (2/232) عن أبي هريرة )

Artinya : “Barangsiapa yang berpuasa dibulan Ramadhon dengan segenap keyakinan yang dimilikinya dengan mengharapkan Ridho Allah swt, maka akan diampunkan dosa-dosanya. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, Abu Daud, an Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر الله له ما تقدم من ذنبه ، ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر الله له ما تقدم من ذنبه ( أخرجه البخارى (1/22) ، ومسلم (1/523) ، وأبو داود (2/49 ) ، والترمذى (3/171) والنسائى (8/117) ، وابن حبان (8/437) عن أبي هريرة)

Artinya : Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa yang berdiri untuk beribadah (sholat malam) pada bulan Ramadhon dengan segenap keimanan dan penuh rasa harap akan ridho Allah, maka Allah akan ampunkan dosanya. Dan barangsiapa yang berdiri pada malam lailatul qodar dengan segenap keimananya dan penuh rasa harap akan ridho Allah maka Allah akan ampunkan dosanya. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, Abu Daud, an Nasai dan Ibnu Majah).

Jika kita cermati secara seksama dalam hadits-hadits Rasulullah saw tentang keutamaan bulan Ramadhon, akan kita dapatkan bahwa keutamaan tersebut erat kaitannya dengan amal yang dikerjakan oleh seseorang. Tanpa amal perbuatan keutamaan bulan Ramadhon tidak secara otomatis disandang setiap orang.  Dengan logika sederhana seorang; kesempatan mendapatkan keuntungan terbuka lebar bagi siapa saja, tentunya bagi yang punya modal dan kemampuan memanfatkan peluang.

Iman adalah modal utama bagi seorang muslim untuk menanam, sedangkan kepandaian memanfaatkan peluang dan profesionalisme adalah sebuah keniscayaan untuk mengetam pahala yang Allah janjikan.

Dalam sebuah riwayat yang panjang Rasulullah saw bersabda :

يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك فيه ليلة خير من ألف شهر جعل الله صيامه فريضة وقيامه تطوعا من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ومن أدى فريضة فيه كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه وهو شهر الصبر والصبر ثوابه الجنة وشهر المواساة وشهر يزاد فيه رزق المؤمن من فطر فيه صائما كان له مغفرة لذنوبه وعتق رقبتة من النار وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا يعطى الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن أو تمرة أو شربة من ماء ومن أشبع صائما سقاه الله من حوضى شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار فاستكثروا فيه من أربع خصال خصلتان ترضون بها ربكم وخصلتان لا غنى لكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله وتستغفرونه وأما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة وتعوذون به من النار ( أخرجه ابن خزيمة (3/191) ، والبيهقى فى شعب الإيمان (3/305) . وابن عدى (5/293 ترجمة 1432 عبد العزيز بن عبد الله). قال الحافظ ابن حجر فى أطرافه : مداره على علىِّ بن زيد بن جدعان وهو ضعيف ويوسف بن زياد الراوى عنه ضعيف جدا وتابعه إياس بن عبد الغفار عن على بن زيد عند البيهقى فى شعب الإيمان قال ابن حجر : وإياس ما عرفته انتهى)

Artinya : wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian telah berada pada naungan bulan yang besar, bulan yang diberkahi, didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari pada seribu bulan. Dijadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan berdiri diwaktu malam untuk melaksanakan sholat sebagai sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan dirinya kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah nafilah (sunnah), maka Allah akan menilainya seperti telah menunaikan kewajiban. Dan bagi siapa yang menunaikan kewajiban, maka Allah menilainya tujuh puluh kali lipat. Bulan tersebut adalah bulan kesabaran, dan sabar pahalanya adalah surga. Bulan tersebut juga merupakan bulan pemersamaan, dan bulan tersebut Allah akan limpahkan rizki seorang hamba tatkala ia menyediaan berbuka bagi orang yang berpuasa. Barang siapa yang membebaskan budak pada bulan itu, Allah akan berikan pahala yang serupa tanpa dikurangi sedikitpun, dan pahala yang seperti itu pula Allah akan berikan kepada siappun yang memberikan berbuka bagi orang yang lapar, walaupun hanya dengan seteguk susu atau sebutir korma, atau dengan memberi seteguk minuman air. Barangsiapa yang dapat memberikan rasa kenyang bagi orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum nanti pada saat hari qiamat, dan barang siapa yang mendapatkannya maka tidak akan pernah merasa dahaga selamanya. Bulan itu merupakan bulan yang diawalnya terdapat rahmat Allah, dan pertengahanya terdapat ampunan Allah, dan akhirnya terdapat pembebasan dari api neraka, maka berbanyak-banyaklah pada bulan itu dengan empat hal yang membuat Allah Ridho kepada kalian. Ucapkanlah kalimat syahadat dan istighfar, dan mintalah surga dan dibebaaskan dari api neraka. (HR. Ibnu Khuzaimah, al Baihaqi, Ibnu Adi).

Sekilas tentang puasa.

Puasa secara bahasa adalah :

صام يصوم صوما وصياما . ومعناه لغة : الإمساك عن الطعام والكلام والسير ونحو ذلك قال تعالى حكاية عن مريم عليها السلام { فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا } مريم (26) أي : إمساكا عن الكلام .

Puasa secara bahasa adalah menahan dari makan dan minum dan juga berkata, Allah swt berfirman dalam kisah maryam: “ katakanlah wahai maryam, seseungguhnya aku bertekat untuk Allah yang Maha penyayang berpuasa (berhenti berkata)

Sedangkan secara istilah puasa adalah :

فهو عبارة عن إمساك عن مفطر شرعي بنية مخصوصة من الفجر إلى المغرب في يوم ، لقوله : { وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ } البقرة (187)187

Puasa adalah gambaran dari menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara syar’i, dengan niat secara khusus, dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari dalam satu hari. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat al Baqoroh ayat 187.

Puasa yang diwajibkan kepada umat Islam adalah puasa pada bulan ramadhon, Allah swt berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  البقرة (183)183

Artinya : wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ . البقرة (185)185

Artinya : Bulan Ramadhon dimana diturunkanya al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk, dan pemisah (antara  kebenaran dan kesesatan), barangsiapa yang melihat pada bulan tersebut (hilal) maka hendaklah ia berpuasa.

Puasa Ramadhon juga merupakan salah satu diantara rukun Islam yang lima, itu berarti ibadah tersebut memiliki nilai yang lebih dari sekedar kewajiban, puasa pada bulan Ramadhon juga merupakan syiar bagi umat Islam. Dan bagi siapa yang mengingkarinya maka ia termasuk orang yang melepaskan diri dari agama Islam. Rasulullah saw bersabda :

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله والصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان (أخرجه البخارى (1/12) ، ومسلم (1/45) ، والترمذى (5/5) وقال : حسن صحيح . والنسائى (8/107) و أحمد (2/120) عن ابن عمر وزاد الطبرني فمن ترك واحدة منهن كان كافرا حلال الدم (الطبرانى (12/174) عن ابن عباس)

Artinya : Islam dibangun atas lima perkara; dua kalimat syahadat, sholat, membayar zakat, haji, dan berpuasa dibulan Ramadhon. (HR. Imam al Bukhori, Muslim dll) Imam at Thobroni dalam mu’jam al kabir meriwayatkan dengan tambahan; barang siapa yang meninggalkan salah satunya maka ia adalah kafir halal darahnya.

Puasa Ramadhon diwajibkan kepada umat Islam pada tahun kedua hijriyah, sebelum itu umat Islam melakukan puasa pada hari asyuro’. Dalam sebuah riwayat Ibnu Umar menceritakan :

كان عاشوراءُ يُصَامُ قبلَ رمضانَ ، فلما نزلَ رمضانَ كان من شاءَ صام ، ومن شاءَ أفطر( أخرجه والبخاري (3/57) ومسلم (3/146) وأبو داود (2442) والترمذي (753) مالك في الموطأ صفحة (199). وأحمد (6/29).

Artinya : hari asyuro (sepuluh muharom) adalah umat Islam berpuasa, sebelum diwajibkanya Ramadhon. Tatkala kewajiban puasa dibulan Ramadhon diturunkan, maka dibebaskan puasa atau berbuka di hari asyuro. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, dll)

Puasa Ramadhan diwajibkan kepada orang muslim, berakal, baligh , dan memiliki kekuatan baik secara jasat, atau syar’i, empat hal tersebutlah yang disebut sebagai syarat diwajibkanya puasa kepada seseorang. Allah swt berfirman :

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( آل عمران : 85)

Artinya : Barangsiapa yang mengambil selain Islam sebagai agama, maka tidak akan pernah diterima amalanya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.

Rasulullah saw bersabda :

رفع القلم عن ثلاثة : عن الصبي حتى يبلغ ، وعن النائم حتى يستيقظ ، وعن المجنون حتى يفيق ( أخرجه أبو داود (4/141) ، والترمذى (4/32) وقال : حسن غريب ، وابن ماجه (1/659) ، وأحمد (1/118) والنسائى فى الكبرى (4/324) ، ، والحاكم (4/430) )

Artinya : diangkat pena (tidak terkena beban syariat) terhadap tiga golongan; dari anak kecil hingga baligh, dan dari orang yang tertidur hingga ia bangun, dan dari orang yang hilang akalnya (gila) hingga ia tersadarkan. (HR. Imam Abu Daud, at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, an Nasa’I dalam sunan al Kubro, dan al Hakim dalam al Mustadrok)

Bagi anak kecil berusia tujuh tahun ke atas sangat dianjurkan untuk melakukan puasa  dan bagi orang tua berkewajiban memaksa hingga telah mencapai umur sepuluh tahun, sebagaimana dalam masalah sholat.

Sedangkan bagi wanita yang sedang haid, atau nifas puasa tidak diwajibkan kepada mereka, dan kedua hal tersebut adalah bagian dari penghalang seorang wanita untuk melakukan ibadah puasa. Dalam sebuah riwayat umul mu’mini Aisyah mengatakan :

كنا نؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة ( أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وابن ماجه )(وأحمد)وأحمد

Artinya : Kami (para wanita yang sedang haid) diperintahkan untuk mengqodho puasa, dan tidak diperintahkan untuk mengqodho sholat. (HR. Imam Muslim, Abu Daud, an Nasa’I, dan Ahmad)

Sedangkan orang sakit dan yang sedang dalam perjalanan (safar), maka diberikan keringanan kepada mereka untuk tidak berpuasa dengan menganti di hari lain. Sebagaima firman Allah dalam al Qur’an :

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ . البقرة : 184

Artinya : Barangsiapa yang sakit dan dalam perjalanan, maka diperbolehkan untuk menganti pada hari yang lain.

Apabila seseorang mulai menua dan tidak sanggup menjalankan puasa maka diperbolehkan membayar fidyah. Dalam sebuah riwayat disebutkan :

إذا عجز الشيخ الكبير عن الصوم أطعم عن كل يوم مدا ( أخرجه الدارقطني موقوفا عن ابن عباس وذكره الامام البخاري تعليقا عن أنس بن مالك )

Artinya : jika seorang yang sudah tua tidak kuat lagi untuk berpuasa maka ia membayar (fidyah) dengan memberikan makanan setiap satu harinya satu mud atau (kurang lebih enam ons)

Hal tersebut sesuai dengan ayat al Qur an :

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ . الحج : 78

Artinya : Allah tidak menjadikan kepada kalian dari agama ini kesulitan hingga kalian tidak dapat mengerjakanya.

Dan bagi atau orang sakit yang sudah tidak bisa diharapkan lagi atas kesembuhannya diperintahkan untuk membayar fidyah. Dan sebenarnya tidak diperkanankan untuk membayar fidyah kecuali bagi yang tidak bisa mengganti di hari yang lain.

Para ulama kemudian bersepakat bahwa demikian juga bagi wanita yang sedang mengandung dan menyusui karena ada kekhawatiran membahayakan anaknya, dengan menggunakan metode analogy atau (qiyas) kepada orang sakit.

Sebelum kita melangkah untuk melaksanakan ibadah puasa, perlu kiranya untuk mengetahui hal-hal pembatal puasa.

Perkara yang membatalkan puasa ada tiga yang disepakati oleh semua ulama; makan dan hal yang sejenisnya, minum dan yang sejenisnya, hubungan sexual dan yang sejenisnya. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surat al Baqoroh ayat 187.

Peringkat manusia dalam berpuasa.

Imam Ibnu Rajab al Hambali berkata ;

الصائمون علي طبقتين ; احداهما : من ترك طعامه وشرابه وشهوته لله تعالي يرجو عنده عوض ذلك في الجنة , فهذا قد تاجر مع الله وعامله والله لايضيع أجر من أحسن عملا بل يربح أعظم الربح . قال  صلي الله عليه وسلم  : ” إنك لن تدع شيئا اتقاء لله الا أتاك الله خيرا منه ” رواه أحمد . والثانية : من يصوم في الدنيا عما سوي الله فيحفظ الرأس وماحوي , والبطن وماوعي , ويذكر الموت والبلي , ويريد الآخرة فيترك زينة الدنيا , فهذا عيد فطره يوم لقاء ربه وفرحه برؤيته .

Artinya : Orang yang berpuasa ada dua peringkat; peringkat yang pertama adalah bagi yang dapat meninggalkan makan, minum dan syahwat karena Allah dan mengharap balasan surga, maka dia adalah layaknya seorang pedagang, yang pastinya Allah tidak akan menyia-nyiakan perbuatan seorang hamba. Dan yang kedua adalah orang yang berpuasa di dunia ini kecuali hanya kepada Allah, menjaga kepala dan isinya, perut dan apa yang ada didalamnya, selalu mengingat mati dan malapetaka, menghendaki akhirat dan meninggalkan gemerlapnya dunia, ied bagi orang seperti ini adalah pada hari ia berjumpa dengan Tuhannya, maka ia berbahagia dengan melihatnya.

Namun sungguh tidak beruntung yang berpuasa hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tidak bisa menjaga mata, telinga, dan lisannya, dalam hal ini Rasaulullah saw bersabda:

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه ( أخرجه  والبخارى (5/2251) ، وأبو داود (2/307) ، والترمذى (3/87) وقال : حسن صحيح . وابن ماجه (1/539) أحمد (2/443) ، وابن حبان (8/256) ، والنسائى فى الكبرى (2/238) عن أبى هريرة)

Artinya : barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang tidak baik, dan juga perbuatan yang tidak baik, dan kebodohan, maka Allah sama sekali tidak butuh dengan apa yang ia kerjakan dengan meninggalkan makan dan minum.

Hikmah berpuasa.

Sepintas yang kita rasakan dalam berpuasa adalah rasa lapar, dahaga. Dan dengan menahan lapar dan dahaga tersebut banyak keterbatasan tidak sebagaimana hari biasanya. Namun  Allah swt, tidak pernah mensyariatkan kecuali terdapat maslahah dan hikmah buat hambanya.

Hikmah yang paling nyata dalam berpuasa adalah sebagaimana yang Allah sebutkan dalam al Qura’an; suapaya kita (umat Islam) menjadi hamba yang bertaqwa. Bentuk ketaqwaan tersebut sebagaimana yang digambarkan olah Rasulullah saw dalam sabdanya :

الصيام لى وأنا أجزى به  (أخرجه البخارى (2/670) ، ومسلم (2/807) الترمذى (3/136) ، والنسائى (4/164) ،وابن ماجه (1/525 ، رقم 1638) وأحمد (2/257).

Artinya : Puasa, hanyalah karena Allah, dan Aku (Allah) yang akan memberikan pahalanya.

Beberapa hikmah lain yang didapat dari ibadah puasa sebagai berikut;

  1. Puasa mengajak seorang hamba untuk lebih dapat melihat nikmat yang Allah berikan kepada kita. Bagaimana hal itu bisa terjadi.? Coba kita renungi secara seksama.

Kebanyakan manusia mulai hambar dan tidak bisa menikmati sesuatu jika ia dapatkan secara berulang, terus menerus, sehingga hal tersebut dianggap sebagai hal yang biasa.

Makan, minum dan nikah, adalah tiga nikmat Allah yang dikaruniakan kepada seluruh manusia, tapi jika nikmat ini secara terus menerus berulang dan bisa kita dapatkan dengan mudah, tak jarang diantara kita merasa bahwa hal itu adalah biasa-biasa saja, atau dengan kata lain tidak ada istimewanya.

Manusia sering kali akan merasa betapa besarnya nikmat sesuatu, jika hal tersebut mulai hilang dan menjauh dari kita. Sebagi contoh; pada saat musim dingin kita menghadapi masa-masa beku, dan pada saat itu manusia merindukan sinar matahari yang menghangatkan badan. Sedangkan sebelumnya pada masa musim panas nikmat keberadaan sinar matahari tidak begitu kita rasakan sebagi sebuah bentuk nikmat.

Begitu pula dengan puasa, puasa dibulan Ramadhon mengajak kepada umat Islam untuk bisa mengenali nikmat Allah swt yang berupa makan, minum dan nikah. Untuk bisa mengenali nikmat-nikmat tersebut dalam beberapa saat Allah jauhkan (larang) dari kita, dengan tujuan supaya kita merasa betapa besar nikmat Allah berupa makan, minum dan menikah.

Tidak berhenti sampai disitu, setelah seseorang dapat mengenali dan merasakan betapa besar nikmat Allah tersebut, maka sikap yang diharapkan adalah umat Islam lebih bisa menghadirkan rasa syukurnya dengan tindakan nyata.

  1. Bulan puasa adalah bulan melatih ketahanan. Selama umat Islam menjalankan puasa, menahan makan, minum dan nikah hanya dalam batas tertentu, mulai dari fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari. Sedangkan ketiga nikmat tersebut bukanlah nikmat yang abadi.

Setiap saat bisa saja Allah mencabut salah satu nikmat tersebut dari diri anda. Lalu apa yang akan anda lakukan.?

Puasa telah melatih seorang muslim untuk bersabar menghadapi cobaan, hingga Allah mengizinkan kepada kita untuk dapat merasakan nikmat tersebut kembali. Terkadang seseorang karena keterbatasan tertentu dan dalam waktu tertentu tidak bisa menikmati makan, atau minuman, atau menikah dan bersenda gurau dengan istri atau kekasih tersayang.

  1. Ramadhan adalah bulan ukhuwah. Seseorang pasti akan merasa betapa tidak enaknya menahan lapar, dahaga, atau menahan sahwatnya untuk disaluran kepada yang halal selama menjalankan puasa.

Menahan tiga hal tersebut selama menjalankan puasa tidaklah membutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara matahari tenggelam, Allah telah menghalalkan untuk dilakukan.

Namun bagaimana dengan orang yang tidak bisa menikmati tiga hal tersebut dalam waktu yang panjang.? Dua hari, tiga hari, dalam hitungan bulan, betapa menderitanya mereka.?!

Dalam menjalankan ibadah puasa, Allah ingin mengingatkan umat Islam kepada saudara-saudanya yang kurang beruntung dengan tidak bisa mendapatkan nikmat yang ia bisa rasakan. Puasa dapat menimbulkan rasa iba, dan yang diharapkan rasa iba itu bisa terbukti dengan tindakan nyata.

  1. Ramadhan bulan pembelajaran menghormati orang lain. Rasulullah saw bersabda:

إذا كان يومُ صومِ أحدِكم فلا يَرْفُثْ ولا يَجْهَلْ فإنِ امرؤٌ شاتمه أو قاتله فليقلْ إنى صائمٌ إنى صائمٌ    ( أخرجه البخارى (2/673) ، ومسلم (2/806) وأبو داود (2/307) وابن ماجه (1/539) ومالك (1/310) عن أبى هريرة، وأخرجه الطبرانى (10/129)  عن ابن مسعود)

Artinya : pada saat hari kalian berpuasa maka janganlah berkata keji dan kotor, dan bertindak bodoh baik dengan menghina orang lain atau mengumpat dengan perkataan atau tindakan. Dan jika salah seorang diantara kalian ada yang mencaci, atau mengajak berkelahi, maka katakanlah : “sesungguhnya saya dalam keadaan puasa”. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Malik, dan Ibnu Hibban dari Abu Huroirah, sedangkan imam at Thobroni meriwayatkan dari Ibn Mas’ud).

  1. Puasa bulan mengaca diri. Al Qur an diturunkan pada bulan Ramadhan Allah swt berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ  البقرة (185) .

Artinya : Bulan Ramadhon dimana diturunkanya al Qur an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk, dan pemisah (antara  kebenaran dan kesesatan), barangsiapa yang melihat pada bulan tersebut (hilal) maka hendaklah ia berpuasa.

Dalam sebuah riwayat diceritakan :

كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أجودَ الناس، وكان أجودَ ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل. وكان يلقاه جبريلُ في كل ليلة من رمضان ، فيُدارسه القرآن : أخرجه البخاري ومسلم والنسائي )

Artinya : Rasulullah saw adalah sebaik-baik manusia, dan semakin terlihat kebaikanya pada saat bulan ramadhan tatkala malaikat jibril sering menemuinya. Dan Malaikat Jibril menemui Nabi setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajarkan al Qur an.

Didalam bulan Ramadhan Rasulullah saw senantiasa mengadakan murojaah terhadap al Qur an. Murojaah tersebut sangat diharapkan kepada kita hingga al Qur an menjadi kitab yang selalu dibaca oleh umat Islam terlebih dalam bulan Ramadhan.

Dari murojaah tersebut juga sangat diharapkan, agar kita dapat memahami al Quran lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dan dari morojaah tersebut juga diharapkan kepada umat Islam untuk melihat sekali lagi dengan seksama mana ayat-ayat yang belum dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini, bulan Ramadhan hendaklah dapat kita jadikan sebagai bulan mengaca ulang akan diri kita dengan al Qur an, sedekat apa kita dengan kalam Ilahi, dan sejauh mana ayat-ayat tersebut yang telah kita ejawantahkan dalam kehidpuan nyata.

  1. Ramadhan bulan persamaan. Dalam bulan Ramadhan umat Islam melakukan puasa secara bersama-sama, mulai dari yang kaya hingga yang miskin, ibadah ini tidak memandang status sosial seseorang.

Dalam bulan tersebut, pada siang hari kita semua sama-sama merasakan lapar, dan pada saat berbuka juga sama-sama berasakan kegembiraan. Sungguh bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk melihat sesama manusia dengan nilai kesamaan hakiki, kesamaan sama-sama makhluk Tuhan. Akan semakin terasa rasa kesamaan tersebut jika si kaya mampu mengundang si miskin untuk berbuka bersama, lalu berangkat untuk melaksanakan sholat berjamaah bersama.

  1. Ramadhan bulan latihan memperhatikan waktu. Ada dua waktu minimal yang sangat diperhatikan oleh orang yang berpuasa; waktu adzan shubuh (terbitnya Fajar sekaligus menandai awal waktu sholat), dan waktu adzan mahgrib.

Pada saat adzan subuh seorang yang melaksanakan sahur selalu berhati-hati, hingga tidak dalam keadaan makan atau minum sedangkan fajar tiba. Demikian juga pada saat adzan maghrib, hampir setiap orang yang berpuasa tidak mau ketinggalan moment penting ini, baik dengan seteguk air, sebutir kurma, atau apa saja yang ia bisa makan pada saat itu.

Perhatian terhadap waktu sanggat besar nilainya pada saat bulan Ramadhan, hingga hal tersebut sebenarnya pantas untuk kita lakukan di luar bulan Ramadhan dengan senantiasa memperhatikan waktu dalam bekerja, istirahat, ibadah, dll.

Semoga Ramadhan ini adalah madrasah yang baik bagi umat Islam. Amin, Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

اللهم ارزقنا صيامه وقيامه. وارزقنا فيه الجد والاجتهاد والنشاط، وقاربنا من المساجد وتلاوة القرآن.


[1] Imam Ibnu Hajar al Asqolani mengutip perkataan imam az Zain ibn al Munir tentang dibelenggunya setan pada bulan Ramadhon; merupakan isyarat, bahwa dengan ibadah puasa dan qiyamul lail di bulan Ramadhon Allah hendak membersihkan jiwa hamba-hambanya dari kotoran-kotoran dosa dan keinginan-keinginan syaitoniyah, dan hal-hal yang dapat menjerumuskan seorang hamba kedalam dosa, dengan menekan syahwat dan keinginan selama menjalankan ibadah puasa.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s