Mengenal Kitab “Nasbu Royah li Ahadith al Hidayah”

Oleh: Adam Bakhtiar

Merupakan salah satu dari sekian kitab yang sangat populer dikalangan pelajar Hadith baik masa lalu maupun masa kini, pengarangnya adalah Al hafizh Jamaluddin Abu Muhammad Abdullah bin Yusuf Az-Zaila’i Alhanafi ( Wafat: 726 H).

Buku tersebut merupakan Takhrij[1] dari kitab fiqh Mazhab Hanafi yang berjudul Al-Hidayah, karangan Allamah Ali bin Abi Bakar Al-Marghinani Alhanafi ( wafat : 593).

Kitab tersebut (Nasbu Rayah) merupakan kitab terbaik dari sekian kitab Takhrij yang ada, cakupan isinya melingkupi perincian hadith secara akurat dari mana hadith tersebut di ambil, disertai dengan pendapat para ulama Jarh wa Ta’dil dalam hal kritik sanad, lengkap dan memadai. Menurut Dr. Mahmud Thahan belum ada buku Takhrij yang menandingi karya Imam Zaila’iy tersebut.

Hanya ada seorang ulama, yang menempuh sekaligus hampir menyamai karya tersebut yaitu Ibnu Hajar al-Asqolani yang hidup setelah zaman Imam Az-Zaila’iy, dimana beliau ikuti methodology serta cara peletakan bab-nya.

Kitab tersebut merupakan cerminan dari luasnya ilmu dan kredebilitas seorang Az-Zaila’iy dalam menggoreskan tinta kejeniusannya dalam bidang Hadith serta cabang-cabangnya. Cakupannya yang luas dalam penyebutan kitab-kitab induk. Dan kemampuan beliau dalam mengeluarkan hadith-hadith yang berada di kitab hidayah untuk di cek kebasahan dan keotentikan para perowinya untuk dijadikan hujjah.

Methodology Az-Zaila’iy dalam kitabnya

  1. yang pertama, menyebutkan hadith yang ada dalam kitab Hidayah, kemudian beliau sebutkan tempat asal muasal Hadith tersebut diambil, yaitu dari entah dari Shohih Bukhori, Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Nasa’i, Ahmad bin Hanbal, Ibnu Majah, Daraquthni, Baihaqi dst.
  2. kemudian menyertakan hadith pendukung sekaligus penguat hadith yang dibawakan imam Al-marghinani dalam hadith bab di Alhidayah. Dan juga menyebutkan dari mana hadith tersebut berasal. Serta memberikan kode khusus “ Hadith Bab”
  3. jika ternyata dalam bab tersebut terjadi masalah khilafiyah ( perbedaan) beliau tidak ragu menyebutkan hadith tandingan yang menjadikan masalah tersebut pertentangan antara Mazhab Hanafi dan Mazhab lainnya, serta memberi kode dengan “ Hadith Khusum” ( hadith yg dipertentangkan). Dan juga menyebutkan darimana asal hadith tersebut diambil.
  4. beliau melakukan hal tersebut dari awal bab hingga akhir, tanpa sekalipun berpihak kepada mazhabnya, kalau memang mazhabnya ia betul maka dengannya beliau behujjah. Akan tetapi jika Mazhabnya yang salah dan berhujjah dengan hadith dho’if, beliau tak segan-segan berkata; “ dalam bab tersebut Mazhab Hanafi berhujjah dengan Hadith dho’if”.

Kitab tersebut pertama kali dicetak pada permulaan abad ini di India, akan tetapi cetakan tersebut gagal karena manuskripnya campur aduk antara hadith dan matannya dan babnya pun tercerai berai. Selanjutnya dicetak di Cairo dibawah supervisi Idaroh Majlis Ilmi Bakistan ( Majlis Keilmuan Pakistan) pada tahun 1354 H. – 1958 M.

Kitab tersebut, sebagaimana yang telah kita saksikan, merupakan kitab Enciclopedy yang lengkap untuk Hadith-hadith hukum, baik yang digunakan Hanafiyah dalam berhujjah ataupun Mazhab lain. Ia merupakan Magnum Opus dan bukti eksitensi legalitas sandaran hukum para ulama masa lalu dari sekian Mazhab yang berbeda-beda. Mengutip Dr. Mahmud Thahan; ­“ini merupakan kitab istimewa, dengannya ummat Islam berbangga diri.” Semoga Alloh subhanahu wata’la memberi beliau ganjaran yang setimpal atas kerja kerasnya, dan ummat Islam pun berhutang budi kepada Imam Az-Zaila’iy.

Wallohu A’lam bi Showab..


[1] Takhrij ialah mengeluarkan serta menguraikan sanad hadith dengan lengkap, dari kitab aslinya beserta sanadnya dan menjelaskan kedudukan hadith tersebut, entah ia Shohih, Hasan atau Dho’if.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s