Makna Hujiyah Sunnah

Oleh : Su’ud Hasanudin

Apakah berarti jika kita mengatakan dan mengambil sunnah sebagai hujah, bahwa Rasulullah juga sebagai hakim selain dari pada Allah Subhanahu wa ta’ala ? padahal Allah Subhanahu wa ta’ala telah meniadakan hakim selain daripada dirinya . Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

إِنِ الْحُكْمُ إِلاَّ للهِ

Artinya : “Sungguh hukum yang hanya pantas diberlakukan di dunia ini adalah Hukum Allah”. (Qs. Yusuf : 40, 67)

Tidak. Makna yang dikehendaki dari hujiyah sunnah (dijadikannya sunnah sebagai dasar) bukan bararti kita menjadikan Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam sebagai hakim selain dari pada Allah.

Sesungguhnya Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam bukanlah seorang yang lancang, menjadikan dirinya sendiri sebagai hakim selain dari pada Allah, setelah Allah memberikan karunia kepadanya ilmu dan hidayat al qur’an.

Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam tidak pernah berbuat lancang, kemudian melarang dan memerintah dengan sekehendaknya dan atas ijtihadnya semata. Namun Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam setelah Allah berikan karunia ilmu dan hidayah Al-quran beliau sampaikan risalah islam ini kepada seluruh manusia.

Walaupun Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam sebagai sosok manusia yang pandai lagi bijak, yang sangat memungkinkan dirinya untuk melakukan ijtihad, sekalipun demikian Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam selalu menanti petunjuk samawi (wahyu dari Allah), jika ada sesuatu yang tidak beliau pahami..

Banyak ayat Al-Quran menceritakan peristiwa pertanyaan-pertanyaan orang-orang Quraisy dan alhi kitab, yang dilemparkan kepada Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam, dengan harapan Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam segera menjawabnya tanpa menunggu dan mengikuti pentunjuk samawi terlebih dahulu, kemudian Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam jatuh dalam sebuah kesalahan dalam menjawab pertanyaan.

Namun Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam bukanlah manusia yang gegabah dalam menjawab soal dan pertanyaan yang dilimpahkan. Sekalipun Rasulullah adalah orang yang piawai, ia tidak merasa bahwa semua masalah dapat ia jawab dengan ilmu yang diketehui. Wahyu dari langit belum terputus pada masanya. Jadi seorang Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam adalah mencerminkan seorang yang pandai lagi bijak, namun tidak memiliki sikap dan perasaan yang ujub, merasa sudah sanggup menjawab soal dan pertanyaan dengan isi kepalanya saja.

Disinilah tidak terbukti sama sekali bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam adalah orang yang lancang kemudian membuat syariat aturan dan tatacara sendiri kemudian diperintahkan kepada manusia yang lainya untuk mengikuti. Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam tidak pernah menjadikan dirinya sendiri sebagai hakim selain dari pada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Apapun yang Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam perintahkan dan larang tidak lain melainkan hanya mengikuti perintah Dari Allah untuk menerangkan kepada seluruh umat manusia tentang syariat yang Allah turunkan kepada manusia. Tidak lebihn dari seorang penyampai, penjelas. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَأَنزلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نزلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Artinya : “dan Kami turunkan kepada kamu (Muhammad) adz Dikr (sebutan lain dari al Qura’an) supaya engkau sampaikan dan engkau terangkan kepada manusia atas apa yang telah menimpa kepada mereka supaya mereka menjadi orang-orang yang berfikir”. (Qs. An Nahl : 44)

وَمَا أَنزلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ إِلا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya : dan Tidaklah Aku (Allah) turunkan kepada engkau (Muhammad) al Kitab (sebutan lain dari al Qura’an) kecuali supaya engkau terangkan kepada manusia dari pada apa yang mereka perselisihkan tentangnya. Demikianlah al Qur’an menjadi pentunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Qs. An Nahl : 64)

Bukankah pendapat yang menyatakan istiqlal us sunnah fi at tasyrik (berdirinya Sunnah secara sendiri sebagai hujah berkenaan dengan hal yang tidak ada dalam al Qur’an) cukup menjadi bukti bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam dalam ajaran islam juga memerankan dirinya sebagai hakim?

Tidak. Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam tidak pernah menjadikan dirinya sendiri sebagai hakim, yang menentukan hukum selain dari pada Allah. Melainkan Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam adalah sebagai seorang yang menegakan hukum Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjadikannya terlaksana dimuka bumi ini. Hal yang demikian tidak bisa dinamakan sebagai menjadikan dirinya sendiri sebagai hakim selain dari pada Allah. Hakim yang hakiki tepat ditangan Allah Subhanahu wa ta’ala, sebagai pembuat syariat. Sedangkan Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam adalah pelaksana dan menjadikanya terlaksana dimukan bumi ini.

Adapaun istiqlal us sunnah fi at tasyri’ , juga tidak bisa dikatakan sebagai bukti bahwa Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam menjadikan dirinya sebagai hakim. Karena sesungguhnya al Qur’an telah memuat didalamnya permasalahan hukum dan syariat secara global. Tugas seorang Rasul dalam masalah ini adalah merinci perinciaanya sehingga hukum-hukum dan syariat tersebut dapat dengan mudah dilaksanakan.

Istiqlal us sunnah yang dimaksud para ulama bukanlah menjadikan sunnah berdiri sendiri sebagai hujah, namun yang dikehendaki adalah jika ada permasalahan yang tidak ditemukan dasarnya dari al Qur’an secara rinci dan jelas, maka dalil sunnah saja telah cukup menjadikan permasalah tersebut untuk diketahui hukumnya.

Yang kami maksud dengan hujiyah sunnah adalah, Bahwasanya sunnah yang mencakup perkataan perbuatan , taqrir Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam berserta akhlaq Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam adalah bagian dari wahyu yang patut dijadikan hujah dalam masalah keagaman dan keduniaan, sebab Rasulullah tidak pernah berbohong atas nama Allah, yang Rasulullah Salallahu Alaihi wa sallam lakukan hanyalah menyampaikan dan menjelaskan yang Allah turunkan kepadanya (risalah Islam) supaya diketahui oleh manusia. Wallohu a’lam bi showab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s