Pelecehan Nabi dan Sikap Umat Islam.

Oleh ; *Adam Bakhtiar.

 

Penghinaan kedua kali yang disematkan para jurnalis Denmark, pada pertengahan februari 2008 oleh sekitar 17 majalah terbitan Denmark, terhadap seorang nabi Muhammad SAW yang dijunjung tinggi, dimulyakan dan dicintai oleh setiap muslim diseluruh dunia ternyata hanya menerima respon kecil dari para pengikut dan pecinta sang Nabi tersebut.

 

Tak tanggung-tanggung, karikatur pelecehan tersebut tidak hanya diterbitkan di negara asal pembuatnya Denmark, namun juga di 22 negara Eropa secara keseluruhan. Kejadian bermodel pelecehan tersebut bukan pertama kalinya, namun kali kedua setelah penerbitan kartun yang sama di tahun 2005. Sesaat kemudian diikuti dengan pembuatan film berisi pelecehan Al-Qur’an kitab Suci Umat Islam, yang kedua kalinya oleh sineas Belanda, hal inipun juga pengulangan setahun sebelumnya, seolah serempak beramai-ramai melakukan penistaan terhadap Islam dan pemeluknya.  

 

Sementara di tempat lain dalam kisaran dua minggu ini, gelombang massif protes dan aksi-aksi menentang pelecehan tersebut di gelar di beberapa negara Islam termasuk, Mesir, Lebanon. Begitu juga di  kota-kota besar Pakistan, seperti; Quetta, Karachi, Hyderabad, Multan, tak ketinggalan pula capital city Islamabad dan kota padat penduduk Rawalpindi beberapa hari yang lalu bergerak, seluruh ulama dan pimpinan politik turun ke jalan menentang hinaan tak beradab publik Denmark tersebut, mereka yang sebagian besar dari kalangan Mahasiswa meminta pemerintah Pakistan untuk memutus hubungan diplomatik dengan Denmark, sekaligus meminta Duta Besar negara representatif dipulangkan, seperti diberitakan koran setempat, ‘Dawn’ 07.03.2008

 

Menurut pantauan penulis, di Indonesia negara yang disebut sebagai negara muslim terbesar dunia, ternyata hanya secuil kelompok saja yang tersadar dan terketuk hatinya untuk membela dan peka atas penghinaan tersebut, sebut saja Hizbut Tahrir yang bergerak dalam aksi tersebut.

 

Penulis sempat bertanya-tanya lantas mana umat Islam lainnya? Yang notabenenya sebagai pengikut setia ajaran-Nya dan pecinta Nabi-Nya. Seolah tersirat pesan bahwa hal tersebut kurang penting dan kurang greget dibanding masalah besar lainnya.

 

Kenyataan menyedihkan inilah yang penulis rasakan melanda kalangan besar umat Islam, baik itu pemimpin, ulama, serta rakyatnya. Kenapa ummat Islam yang besar ini seolah bisu dan diam tak bergerak ketika sesuatu yang mereka sucikan beserta harga dirinya diinjak-injak dan dinistai oleh negara Kristen kecil semacam Denmark?

 

Untuk menguraikan permasalahan tersebut, setidaknya ada beberapa anasir yang menyebabkan masalah tersebut menyeruak, yang pertama adalah; tidak tahu akan ajaran Islam termasuk nabinya, kitabnya, sejarahnya dst. Hal inilah yang memicu kepada asumsi atau purbasangka sepihak yang tak berdalil. Yang kedua;  ketakutan public Barat yang tak semestinya terhadap Islam sebagaimana populer dengan istilah Islamophobia, yaitu takut akan bangkitnya Islam yang kesekian kalinya untuk menguasai dunia, sebagaimana para Sahabat Nabi ketika melakukan ekspansi wilayah hingga ke dataran Eropa, semisal Thoriq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia, kemudian Panglima perang Salahudin al-Ayyubi yang tak terkalahkan dalam perang Salib sekaligus pembebas Palestine. Sampai penduduk Eropa sendiri khawatir dengan membludaknya para imigran dari negara Islam dan para muallaf Eropa. Yang ketiga; Superioritas bangsa Eropa, mereka menggangap bahwa orang barat atau ras Eropalah yang layak duduk dalam singgasana pengendali kontrol dunia, sebagaimana bangsa Romawi yang menganggap bangsa lain sebagai Barbar. Begitu juga Hitler dengan Nazi-nya, yang melahirkan doktrin Rasisme.

 

Ketua persatuan ulama Islam sedunia, Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi menyeru kepada umat Islam untuk bersatu merespon film pelecehan anti Al-Qur’an dan karikatur Nabi Muhammad SAW, sekaligus mengungkapkan; “ selalunya kita dengan Barat saling silang pendapat dan bersitegang dalam banyak hal, meski hal ini tidak kita inginkan, akan tetapi dunia Baratlah yang mengawalinya dengan citra negatif terhadap umat Islam, yaitu dengan mengulang penerbitan kartun yang berisi penistaan tersebut”, beliau juga menjelasakan bahwa; “Islam adalah agama kasih sayang, dimana jika ada yang melindungi kita maka kita lindungi dia, jika ada yang butuh bantuan, maka harus kita bantu” ( www.qaradawi.net)  itulah ajaran Islam, ajaran yang menjunjung tinggi kehormatan umat lainnya.

 

Muncul pertanyaan; adakah tujuan yang ingin diraup atas aksi ini semua?

Jawabannya, tentu ‘Iya’. Secara garis besar tujuan tersebut dapat di indikasikan, sebagai barometer jurnalis Barat untuk menakar, seperti apakah kekuatan ummat Islam saat ini, dan seberapa besar cinta mereka terhadap ajaran agama dan Nabinya?.  Itulah pesan yang dapat penulis tangkap dari pelecehan dan penghinaan tersebut.

 

Dalam kondisi perpolitikan dunia Islam yang tidak menentu, sekaligus selalu ditekan oleh politik Barat, umat Islam dituntut untuk lebih dewasa dalam bersikap menghadapi badai fitnah dan segala macam problematikanya, sebagaiamana firman-Nya; “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. ( Qs; As-Syuura: 40).     

 

Sikap “ma’af”  tersebut, bukan berati indikasi lembeknya respon umat Islam atas kejadian tersebut, melainkan sikap hati-hati agar tidak sembrono dalam bertindak demi menjauhi hal-hal yang berbau anarkisme yang berakibat fatal bagi kedua pihak.

Meski begitu umat Islam, tetap mempunyai haknya untuk mempertahankan diri dan agama-Nya, dari perbuatan aniaya ‘keyakinan’ pihak luar ( non-muslim) sebagaimana firman Allah; “Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih”. ( Qs; As-Syuura: 41-42)

 

Akar kebencian terhadap Nabi Muhammad dan ajaran Islam

 Kebencian terhadap ajaran Islam oleh orang-orang kafir atau musyrik telah disinyalir di dalam kitab suci Al-Qur’an 14 abad yang lalu, Allah swt berfirman; “  Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran)“( Qs; Al-Baqarah: 217). “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai” ( Qs; At-Taubah: 32), adapun mengenai tuduhan-tuduhan terhadap Rasulullah Saw, bahwa beliau ‘penyair, gila, penyihir dst’ ( Qs; Al-Hijr: 6), ( Qs; At-Furqan:5, 7-8), (Qs; Al-Anbiya: 5).  

 

Al-Qur’an pun merespon pelecehan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy, dengan berbagai macam model, adakalanya dengan cara lemah-lembut (Qs; An-Nahl: 103), adakalanya dengan sikap keras dan tegas (Qs: Al-Qalam: 10-14), dan terkadang dengan cara ilmiyah (Qs: Al-Ankabut : 51).

 

Dalam qaidah fiqh, sebuah kejahatan tidak boleh dibalas dengan kejahatan, oleh karena itu ada tata cara serta aturan main tersendiri, sebagaimana yang dicontohkan Allah di dalam Al-Qur’an. Yaitu ada kalanya merespon aksi pelecehan tersebut dengan reaksi yang tegas dan keras, dan ada saatnya pula dengan cara lemah lembut dan ilmiyah.

 

Sarana-sarana menghadapi aksi nista tersebut

Banyak cara yang layak ditempuh umat Islam untuk menyudahi problematika tersbeut,  yang pertama; menempuh dengan jalan diplomasi atau undang-undang hukum seperti halnya yang baru-baru ini diutarakan oleh pemuka Islam Mesir, Syaikh Muhammad Sayyed Thantawi serta menteri agama Mesir Mahmoud Hamdi Zagzoug untuk mendesak PBB mengeluarkan resolusi yang di dalamnya melarang penghinaan dan peremehan agama. (Hidayatullah, 08 Maret 2008)

Yang kedua; menempuh jalur kekuatan politik, jika sebuah negara kecil semacam Denmark yang hanya berpenghuni sekitar 1,5 juta penduduk, kemudian melakukan pelecehan terhadap kurang lebih 55 negara Islam yang jika seluruh pemimpin umat Islam di sekian negara tersebut sepakat untuk melakukan boikot ekonomi dan pemutusan hubungan diplomatik dengan pemulangan duta besarnya dari negara-negara Islam, tentu akan menjadi Shock therapy yang sangat efektif.

Yang ketiga, mengumpulkan tanda tangan sebanyak-banyaknya sebagai tanda keberatan atas pemuatan karikatur, baik di media cetak maupun elektronik seperti internet, yang menjadikan kebulatan suara atas aksi pelecehan tersebut terlegitimasi.

Yang keempat, respon seni atas karya-karya pelecehan, semisal dengan dibuatnya karya seni tandingan seperti film-film da’wah semisal ‘Ar-Risalah’ dan seterusnya.

 

Cinta Rasul

Cinta kepada Rasulullah SAW, adalah sebuah keniscayaan bagi setiap insan yang mengaku dirinya muslim, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “ Tidaklah beriman seorang hamba, sehingga ia lebih mencintaiku dari keluarga, harta dan seluruh manusia” (diriwayatkan Imam Muslim, dalam kitab shohihnya, bab ‘wajibnya cinta kepada rasulullah melebihi ayah, anak, keluarga, harta dan seluruh manusia’)

Hadith tersebut, secara tersirat juga ditujukan kepada siapa saja, atas batalnya keimanan seseorang terhadap yang tidak mencintainya (nabi Muhammad).

 

Terakhir, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; “Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya. Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan” ( Qs; Al-Ahzab 57). Wallahu a’lam bisshawab.

 

* Mahasiswa s1 International Islamic University Islamabad, faculty of  Islamic Studies

Alumni PERSIS Bangil- Jawa Timur

 


4 thoughts on “Pelecehan Nabi dan Sikap Umat Islam.

  1. WaCh..UmaT isLaM d ind0neSia koG GaK ada reSpoNnya ya dgN adaNya gmbAr kaRTun nbi.,knPa gaK pd pROtes!!PdhL udah jeLas2 thU mLCEhkan agma islam!!
    Bwt piHak kpolisian hrus cpt2 ambil tindakan.KLo isa sich kLO plakunya ktangkep mNding di hkum mati aja kyk amrozi cs!Tega bgt sich nglakuin kyk gt!kyk gt org yg gak punya moral,gak pny agma,gak pny otak!!!

  2. ya iyulah kita harus punya dana untuk intern,dana exstern,secara global.kita juga harus punya bank data saudara2 kita.kita petakan kekuatan dan kelemaha itu kita jadikan semua sebagi kekuatan,berbelanja diatur,ekonomi diatur kemana kesia,dll.jadi masalah boikut itu gampang.aku di friendster taulina1@yahoo.com.aku yoo marah tapi semua kita lihat baginda nabi.

  3. Dengan adanya gambar kartun pelecehan nabi cabul Muhammad,
    adalah teraphy bagi muslim agar melihat dibalik siapa Muhammad sebenarnya? nabi suci islam dengan berdarah manusia kriminal dijadikan teladan bagi Muslim sedunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s