Kiamat Sudah Dekat

Kiamat sudah dekat

Oleh : *Su’ud Hasanudin

Sudah menjadi sesuatu yang lumrah dalam masalah at-Targhib wa at-Tahdzib yang bertujuan mengajak namusia untuk kembali pada jalan yang benar, berbuat kebaikan, dan meninggalkan kejahatan, ia sering kali digunakan. Salah satunya adalah dengan mengingatkan kepada manusia, bahwa sesungguhnya kiamat sudah dekat. Dan dingingatkan dengan perkara hari kiamat, sehingga membuat orang takut, jikalau kiamat itu tiba padahal ia dalam keadaan berdosa.

at-Targhib wa at-Tahdzib adalah salah satu jurus da’wah, memiliki peran yang besar dalam mangembalikan umat pada jalan yang benar, mau melakukan ibadah dan kebaikan yang akan menjadikan ia tertolong diakhirat, meninggalkan ma’siat dan kedholiman, yang menjadikan ia terlapas dari adzab di hari kiamat.

Sebab itulah tak sedikit dari pada da’i mengunakan cerita-cerita yang mengancam bagi pelaku durjana, dan cerita-cerita kesenangan bagi pelaku ibadah dan kebaikan. Mengungkapkan tanda-tanda kecil dan besar akan kedekatan hari kiamat.

Namun sangatlah disayangkan, terkadang para da’i juga sering kebablasan dalam masalah at-Targhib wa at-Tahdzib. Menceritakan; “sesungguhnya kiamat sudah dekat”, tidak cukup dengan tanda-tanda yang telah Allah dan RasulNya sebutkan, membuat-buat cerita, dan menambah-nambah ciri-cirinya, bahkan ada yang tak tanggung-tanggung hingga ada yang berani nenentukan masanya.

Pada bulan september 1999 ada sebuah kabar yang menghebohkan di wilayah jawa timur dan sekitarnya, masyarakat dihebohkan kabar bahwa; pada tanggal 9 bulan ke-9 tahun 1999 akan terjadi kiamat. Entah asal berita ini dari mana, hingga sebagian masyarakat begitu mempercayainya, banyak aktivitas yang tak berjalan, hingga jalur kereta api surabaya-bangil-malang-blitar dan tulung agung begitu sepi, demikian juga pasar-pasar, bahkan sebagaian sekolahan juga ada yang meliburkan diri, dengan ketidak hadiran sebagain guru pada waktu itu.

Demikian juga yang pernah terjadi di Bandung beberapa tahun yang silam, sebauh sekte kristen yang menamakan diri pondok kenabian mengatakan bahwa kiamat pertama kali akan terjadi di Bandung, dan waktunya pun ditentukan, pemimpin jema’at menyerukan kepada semua jama’ahnya untuk berkumpul di kota Bandung, menyongsong kiamat, dan menginfakkan semua hartanya, sehingga meraka akan mendapatkan kebaikan disisi tuhan. Tak lama kemudian pada masa yang telah ditentukan habis, dan kiamat tidak terjadi mereka di tangkap polisi dengan laporan menyebarkan ajaran sesat, yang bermotifkan (penipuan) mencari dana untuk kepentingan pribadi dengan mengumpulkan semua harta pada jema’atnya.

Hal yang demikian ini ternyata bukan saja pada masa kini, dalam kitab hadith al-asrar al-marfu’ah fi al-akhbari al-maudhu’ah telah tercatat hadits maudhu’ (palsu) yang tidak dikenal sanad/jalurnya, namun matannya (isi Hadith) tersebar disebagian kalangan, hingga imam Nuruddin ‘Aly bin Muhammad bin Sulthon menulisnya sebagai salah satu dari hadits maudhu’ yang ada. Matan hadits itu adalah :

مقدار الد نيا سبعة آلاف سنة ونحن في الألف السابعة ، أنه لايتجاوز عن الخمسمائة بعد الألف

Artinya : sesungguhnya kadar umur dunia adalah 7000 tahun, sedangnkan kami (dizaman Nabi) adalah memasuki millenium yang ke tujuh, dan tidak akan lebih dari lima ratus tahun setelah seribu.[1]

Dari hadits ini seakan kita dibawa pada sebauh kesimpulan, sesunggunya Nabi Muhammad adalah diutus pada satu millenium terakhir dari umur dunia, dan kalaupun bertambah maka tidak akan melebihi 500 tahun.

Sungguh kalau demikian, kiamat amatlah dekat dengan kita. Jika kita mau menghitung dari kelahiran Nabi tahun 571 M dan ditambah umur nabi yang ke 40 tahun sebagai awal kenabian maka tahun 611 adalah menjadi awal millenium ke tujuh dalam hitungan mundur satu millenium terakhir menuju kiamat, berdasarkan hadits diatas . dan jika kita tambah dengan satu millenium maka masa itu telah habis, dan jika kita tambah lagi dengan masa tenggang 500 tahun maka kiamat akan terhitung terjadi pada tahun 2111 M, sedangan kita sekarng ini di tahun yang ke 2005, tinggal tersisa 106 tahun saja umur dunia.

Dan jika kita menghitung dengan kalender Hijriah. Kita sekarang adalah pada tahun ke-1426 H. jika ditambah dengan masa nabi selama di makkah 13 tahun sebagai awal bi’tsah (diutus), kita telah melewati masa 1000 tahun dam memasuki masa tenggang 500 tahun, kita sekarang pada tahun 1439 menuju kiamat, berarti masa jeda kita dengan kiamat adalah 61 tahun saja. Alangakah dekat nya kiamat…! Apa kita tidak takut…?!.

Namun alangkah bodohnya jika meyakini hal yang demikian, sedangkan hadits tentang perhitungan kiamat yang semacam ini adalah didasarkan pada sebuah hadits maudhu’ (palsu) yang tidak diketahui asal mulanya.

Untuk mengajak umat kembali pada jalan yang benar, supaya mau meninggalkan kedholiman dan kajahatan serta mau melakukan ibadah dan kebaikan, kita tidak perlu dan tidak diperbolehkan untuk membuat khabar dusta. Sebagaimana Imam Bukhori mengatakan bahwa ; hukum membawakan atau meriwayatkan hadith maudhu’ adalah HAROM dan pelakunya wajib di rantai dan dicambuk. Dari pernyataan Imam Bukhori sebagaimana kita ketahui bahwa beliau adalah Amirul mu’minin fi Hadith, semakin jelas akan bahaya dan kerusakan yang ditimbulkan dari hadith palsu, yang mana hal ini adalah sebuah kedustaan yang disandarkan kepada nabi Muhammad Sallallahu alaihi wa sallam. Sebagaimana sabdanya; Barang siapa yang sengaja berdusta kepadaku, maka bersiaplah mengambil tempatnya di neraka. (diriwayatkan Imam Bukhori dan Imam Muslim).

Oleh karena itu sesungguhnya kebenaran sangatlah terang benderang laksana matahari di siang hari, toh tidak selamanya mengajak manusia ke jalan kebaikan mengharuskan mereka untuk menerima secara langsung da’wah Islam atau peringatan itu sendiri, semuanya perlu proses, dan menggunakan cara-cara yang dibenarkan oleh Alloh dan Rasul-Nya. Betapa banyaknya hadith-hadith shohih akan tetapi sudahkah kita membacanya dan mengamalkan isinya, karena itulah kita tidak perlu lagi, mencari-casri hadith yang sensasional namun jauh dari kebenaran dan ke otentikan. Dan jangan pula menjadi peramal untuk membuat manusia ketakutan dan mau kembali pada jalan yang benar, karena dosanya disisi Alloh sangatlah besar. Meski tujuannya semula adlah baik.

Cukuplah al-Qur’an secara umum dan secara khusus surat al-A’raf, ayat 187 sebagai benteng bagi kita untuk tidak menerima berita secara sembarangan dari tukang ramal. Dan cukuplah apa yang dikhabarkan oleh Allah dalam al-Qur’an dan sunnah Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasalam sebagai pedoaman dalam segala hal, tak terkecuali pada permasalahan goib, termasuk tentang Mauqiah Yaumul Qiyamah.

* di edit Ulang dengan penambahan, oleh Adam Bakhtiar.


[1] Lihat : Al Asrar Al Marfu’ah Fii Al Ahbar Al Maudhu’ah (maudhu’atul kubra ) hal :456, Difaa’ ‘an As Sunnah hal : 193, Al Khawiy Lil Fatawa II : 166


9 thoughts on “Kiamat Sudah Dekat

  1. Kiamat ?
    Ya wes, ngapain diributin kapan datangnya.. Tidak ada seorangpun yang tau kapan kiamat. Kita hanya bisa melihat tanda dan kembali ke kitab suci. Mau sehebat dan sehikmad apapun seorang imam dan dll-nya, pengetahuannya terbatas sebesar kepala manusia.
    Jadi baiklah kita beribadah saja dan serahkan urusan kapan kiamat tiba kepada Allah.
    Ok ?

  2. Ya memang tanda kiaamat sangat dekat dengan ada nya berbagai bencana dan manusia tidak perhatikan itu. Dimana gunung dan lautan , angin tidak ramah lagi. Kita hanya bisa berpangku tangan pada Nya.

  3. Biarlah kiamat akan tibah menimbah kehidupan kami dinegara Indonesia, daripada kita hidup dalam kemiskinan penderitaan tak habis-habisnya
    yang kita alami dingera kita, biarlah segera kiamat itu tibah untuk memusnah kehidupan mereka yang terkaya kami yang miskin menjadi permainan dan penipuan mereka.

    Biarlah ratu sang adil akan membawa perubahan setelah kiamat tibah…., ya Tuhan inilah doaku
    padamu.

  4. brkan smua kan musna dilhap kiamat….!
    karna kita hnya manusia yg mti hdup ditentukan oleh allah swt ,dan padanya lah kta kmbali …

    aq hnya ingin di khidupan masa dpan nnti jngan smpek ter ulang ….karna bgt skitx disiksa di alam bahzroh,,,,yt2 neraka

  5. Ass………..
    wahai umat muslim,
    kembali lah kejalan allah dan tinggalkan segala larangan ya.
    dunia ini hanya sesaat………..
    hanya dengan kembali kejalan ya lah kita bisa mulia dimata allah

    1. diberitahukan kepada rekan-rekan yang lain, jika menulis salam, tulislah dengan lengkap jangan sampai menimbulkan arti yang kurang baik jika dibaca oleh orang lain. contoh : “ass….” kata ini mengandung pengertian yang kurang sopan, ingat salam itu ibadah dan do’a, maka sudah selayaknya untuk tidak menyingkatnya…
      terimakasih.

      Admin Fospi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s