Jerat Tipu Daya Setan kepada Manusia

Belajar dari Kesalahan Pertama

Jerat Tipu Daya Setan kepada Manusia

Oleh : Su’ud Hasanudin

Allah subhanahu wa ta’ala memberikan rizki kepada manusia dengan berbagai macam kenikmatan. Mulai dari buah-buahan yang segar, dedaunan yang sebagian bisa digunakan sayur, aneka biji-bijian dan banyak lagi rupa makanan lainnya. Demikian juga halnya dengan minuman. Hanya sedikit saja dari manakan dan minuman yang Allah haramkan buat manusia.

Namun ada hal yang menarik dari manusia untuk dikaji, hingga kita dapat mengambil satu pelajaran berharga. Manusia memiliki dua kecenderungan yakni antara taat dan melanggar. Kecenderungan ini ada pada manusia, bahkan pada manusia yang pertama.

Marilah kita coba sejenak kembali kepada kisah yang menghantarkan adam dan hawa menuju dunia. Pada asal diciptakanya adam di tempatkan di surga, kemudian diciptakan hawa sebagai pendampingnya. Allah menghalalkan semua yang ada di surga, kecuali satu saja. Ada pohon yang Allah larang untuk mendekatinya.

Namun nampaknya iblis cerdas, mengetahui tabiat manusia yang selalu ingin mencoba, dengan modal ketaatan dan melanggar. Iblis gunakan modal potensi tersebut untuk membuat satu kesalahan manusia. Dibuatlah sebuah rasa penasaran itu semakin membesar, dengan sejuta pertanyaan kenapa Allah menghalalkan semuanya dan menyisakan yang satu ini?

Rasa penasaran yang semakin membesar mengajak manusia unrtuk segera mengadakan uji coba. Hikmah dari sebuah larangan yang sangat sederhana, dilupakan sudah, dan ternyata pada saat uji coba dilakukan, nampaklah kebenaran Allah. Bahwa larangan Allah membawa akibat, dan jumlah yang sedikit yang membuat penasaran membawa nilai ujian dan cobaan.

Iblis tau akan potensi jahat manusia, dan bumbu yang semakin merangsangnya adalah rasa penasaran. Penasaran manusia akan membawanya kepada keinginan untuk mencoba. Ternyata syetan tetap mengikuti cara nenek moyangnya dalam menggoda manusia.

Cobalah kita saksikan kenyataan hidup pada zaman sekarang, tidak banyak larangan Allah kepada manusia, dari sekian banyak bentuk dan cara mengais rizki, hanya sedikit saja jumlah yang dilarang kepada manusia untuk melakukanya. Dari sekian banyak jumlah dan macam makanan dan minuman, hanya sedikit saja yang diharamkan kepada manusia. Tapi apakah manusia merasa lega dengan larangan tersebut.

Selain faktor ketidak-tahuan manusia kepada hukum Allah subhanahu wa ta’ala, dalam pelanggaran ada peran setan untuk merangsang melakukanya. Betapa banyak umat Islam terjebak dalam dosa bukan hanya karena ketidak-tahuannya kepada hukum Allah subhanahu wa ta’ala, tapi adanya rayuan syetan dengan menimbulkan rasa penasaran kepada manusia yang menghantarkan kepada sebuah langkah percobaan.

Contoh dalam bentuk kecil, dalam minuman beralkohol dan penyalah gunaan zat adiktif. Keinginan untuk mencoba nampaknya adalah faktor yang lebih besar dari pada ketidak-tahuan kalau barang-barang tersebut adalah berbahaya untuk dikonsumsi manusia. Keinginan mencoba ternyata adalah jargon paling jitu yang digunakan manusia dalam menjebak manusia dalam kesalahan.

Lalu jika demikan apakah semua rasa penasaran berasal dari setan?. Tentu tidak. Rasa penasaran adalah fitrah yang Allah berikan kepada manusia. Hal itu sama halnya dengan nafsu, nafsu tidak pernah berdosa jika kita berikan haknya sebagaimana fitrah menghendakinya.

Pada saat anda lapar, mugkin nafsu mengatakan bahwa anda butuh makanan. Dan pada saat hidangan didepan anda jangan coba untuk menuruti nafsu untuk menyantapnya tanpa henti, dengan demikian anda akan nampak sebagai orang yang bisa mengendalikan keinginan dan hawa nafsu. Nafsu memang bukan untuk dikekang, tapi dikendalikan dan diarahkan pada jalur yang benar.

Demikian juga pada saat anda haus, dan dalam waktu yang bersamaan dihidangkan di sebuah meja minuman yang beraneka ragam warna dan rasa yang menggoda. Nafsu dan keingian akan berkata bahwa anda butuh minuman, sesegera mungkin anda harus berfikir minuman mana yang harus anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Tanyakan dahulu kepada yang menghidangkan :”minuman apa saja yang sedang dihidangkan”. Jangan mencoba untuk mencicipi semua minuman walaupun kelihatanya menawan. Keingin-tahuan anda dalam posisi yang seperti ini telah cukup diobati dengan bertanya, jangan paksakan diri anda menjadi kelinci percobaan.

[] Wallahu A’lam bish Shawab


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s