Hegemoni Barat Dan Terorisme Kaum Fundamentalis

Oleh: Azmiy Muhammad Haqqy

Sejenak saya berfikir, bahwa Islam adalah agama yang tinggi, dan tidak ada yang menandingi ketinggiannya (seperti yang dikatakan Sayyid Abul A’la Al Maodoodi, salah seorang pemikir Islam kontemporer). Juga sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Maulana Abul Hasan An Nadwi dalam bukunya yang berjudul “kerugian yang di derita dunia akibat kemunduran ummat Islam”. Kita memang sadar akan hal itu, akan ketinggian agama Islam, akan kerugian dunia di karenakan kemunduran ummat Islam yang memang disebabkan oleh kebodohan mereka sendiri (lihat juga buku Islam, antara kebodohan ummatnya dan kelemahan ulama’nya, karya Syaikh Abdul Qadir Audah).

Lantas bagaimana lagi?, memang itulah yang terjadi saat ini. Cobalah tengok opini dunia saat ini, tentulah kita akan merasa muak dan jijik. Islam dianggap sebagai agama yang beringas, tidak beradab dan semena-mena. Pun dengan pemeluknya yang masih setia dengan Al Quran dan Sunnah dianggap sebagai kaum fundamentalis militan dan teroris. Sungguh mengenaskan!. Itu baru sedikit, ditambah lagi dengan kebanyakan pemuda kaum Muslimin yang lebih bangga dengan sesuatu yang berbau Eropa dan Barat. Semuanya berkiblat ke Barat, mulai gaya hidup, berpakaian, pokoknya semua yang berbau barat pasti ‘kErEn’ (itu kata mereka, yang memang murni telah kehilangan akal sehatnya, ha…3X).

Semua yang tersebut di atas pun masih mending, yang lebih parah lagi, sampai pemikiran murtad gaya baratpun sedang digandrungi, coba kita tengok UIN dan IAIN yang tersebar di Indonesia, juga Jaringan Islam Liberal yang keblinger. Jelas-jelas mereka lebih memprioritaskan pemikiran-pemikiran kaum orientalis daripada pemikiran ulama-ulama ummat ini yang mukhlish, Na’udzubillah…

Semua itu terjadi memang karena kekalahan ummat Islam dari Barat, sebagaimana telah kita maklum bahwasanya sejarah adalah milik pemenangnya (sebagai bahan perbandingan adalah sejarah Indonesia versi OrBa yang dilakoni oleh mantan Presiden Soeharto dkk, di mana semua pelajaran sejarah Indonesia saat itu harus mengakui akan jasa Soeharto sebagai Bapak Pembangunan dan Pahlawan yang harus dipuja dan diacungi jempol).

Begitupun tinjauan global sejarah saat ini, sejarah dunia telah dikelabuhi oleh kebohongan-kebohongan Barat yang memang benci dan tidak akan ridha dengan ummat Islam (lihat Al Baqarah: 120).

Tidak ada jalan lain, kecuali kita harus kembali menjadi pemenang sejarah. Kita mesti mengembalikan kemuliaan Islam dan Kaum Muslimin, kita wajib mengenyahkan kebohongan sejarah yang telah dibuat-buat oleh barat. Dan selayaknyalah kita seoptimal mungkin meminimalisasi kebodohan yang telah mendera kaum Muslimin, jika belum sanggup menghilangkannya secara permanen, tentunya dengan meninggalkan kemalasan dan kebodohan adalah sebagai tahap awal.

Saya merindu Al Gebra (Al Jabbar) di kurikulumkan kembali sebagai bapak matematika dunia bukannya Phytagoras, saya rindu Ibnu Khaldun sebagai Sosiolog muslim tidak igauan Immanuel Kant, saya rindu akan Khalid bin Walid sebagai pakar strategi perang nomer satu dunia dibanding Napoleon Bonaparte, Saya merindu Umar bin Al Khatab sebagai bapak tata negara dunia, bukan lainnya… Saya bangga akan tokoh-tokoh islam yang legendaris, dibanding tokoh-tokoh kuffar yang telah jelas-jelas neraka sebagai tempat kembali mereka

Demikianlah kiranya keresahan saya sebagai bagian dari kaum Muslimin. Perlulah kita berkaca sejenak dan berbenah diri. Sembari mengharap kebangkitan Islam, tak patutlah kita berpangku tangan tanpa memberikan sumbangsih yang signifikan terhadap Islam dan kaum Muslimin.


Akhir kata, saya kutipkan sya’ir Muhammad Iqbal:

Belajarlah sekali lagi wahai anakku

Tentang kejujuran, keberanian, dan kesabaran

Sebab Dunia akan memintamu kembali

Untuk memimpinnya

Sekali lagi…

Wallahu A’lam bish Shawab.


4 thoughts on “Hegemoni Barat Dan Terorisme Kaum Fundamentalis

  1. sebaiknya kita jangan melihat dari kacamata yang itu2 saja seperti yang anda kemukakan seorang immanuel kan dan pyitagoras bukanlah seorang kafir bagi anda yang notabene bukan pemeluk Islam,sebaiknya kita melihat lebih universal pandanglah manusia itu secara luas bukan agamanya.islam bukan mengalami kemunduran walaupun saya bukan seorang muslimin tapi Islam di jadikan sebagai tameng pelindung untuk melekukan tindak pembunuhan,seberapa hebatnya pun propaganda orang barat menjelek-jelekkan Islam jika kita berkata dalam hati bahwa semuanya itu bohong knapa harus takut.

  2. Assalamu ‘ala man ittaba’ al huda…
    Makasih buat saudara polpot atas masukannya, anyway… idenya bagus juga tuh. Emang ada benarnya yang anda katakan, setiap orang bebas mengemukakan pendapat pribadinya masing2. Tentunya jangan sampai pendapatnya itu merugikan orang lain. mengenai sudut pandang dan kacamata yang anda gunakan, teserah anda saja. Kami tentu saja tidak bisa memaksa anda untuk sependapat dengan kami. Istilah kata; setiap orang punya isi kepala yang berbeda. Thx…

  3. Assalamu’alaikum wr. wb

    Ana mau tanya..bukankah di akhir hayatnya Napoleon Bonaparte menyatakan dirinya masuk Islam? mohon diklarifikasi bagi yang ahli sejarah..

    Sukron

    Wassalamualaikum wr. wb

  4. Assalamu’alaikum wr. wb..

    Oh ya…ana mau tanya juga mengenai satu jamaah yang namanya jama’ah salafi…gimana menurut antum semua…ana tidak bermaksud berpolemik, ana hanya ingin tahu pandangan dari orang lain sebagai pertimbangan khususnya dari temen-temen di persis…

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s