<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FOSPI - Pakistan</title>
	<atom:link href="http://fospi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fospi.wordpress.com</link>
	<description>Forum Silaturahmi Persatuan Islam ( PERSIS)  Pakistan</description>
	<lastBuildDate>Sat, 07 Nov 2009 03:46:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='fospi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8869b0b0a6e68f9a4a49efa34d42db07?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FOSPI - Pakistan</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Selamat Jalan Ustadz Shiddiq</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/11/07/selamat-jalan-ustadz-shiddiq/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/11/07/selamat-jalan-ustadz-shiddiq/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Nov 2009 03:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Kepergian (Alm) Shidiq Amien bagi Persis seperti &#8216;amul-huzni  (hari
kesedihan). Mereka kehilangan tokoh-tokoh yang berkonstribusi besar
dalam dakwah
Oleh: Tiar Anwar Bachtiar
Hidayatullah. com&#8211;Ribuan
jama&#8217;ah berdesak-desakan untuk bisa menshalatkan jenazah Ust. Shiddiq
Amien—Allahu yarham—dari sejak malam Ahad di RS. Al-Islam dan masjid
PP. Persis Viaduct, sampai hari Ahad siang di Pesantren Persis, Benda,
Tasikmalaya. Ribuan jama&#8217;ah turut pula berdesak-desakan mengantarkan
Ust. Shiddiq Amien [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=249&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kepergian (Alm) Shidiq Amien bagi Persis seperti &#8216;amul-huzni  (hari<br />
kesedihan). Mereka kehilangan tokoh-tokoh yang berkonstribusi besar<br />
dalam dakwah</p>
<p>Oleh: Tiar Anwar Bachtiar</p>
<p>Hidayatullah. com&#8211;Ribuan<br />
jama&#8217;ah berdesak-desakan untuk bisa menshalatkan jenazah Ust. Shiddiq<br />
Amien—Allahu yarham—dari sejak malam Ahad di RS. Al-Islam dan masjid<br />
PP. Persis Viaduct, sampai hari Ahad siang di Pesantren Persis, Benda,<br />
Tasikmalaya. Ribuan jama&#8217;ah turut pula berdesak-desakan mengantarkan<br />
Ust. Shiddiq Amien ke tempat peristirahatan terakhir. Allahumma-ghfir<br />
lahu wa-rhamhu wa &#8216;afihi wa-&#8217;fu &#8216;anhu wa akrim nuzulahu wa wassi&#8217;<br />
madkhalahu.<span id="more-249"></span></p>
<p>Ust. Drs. Shiddiq Amienullah, MBA, atau akrab<br />
dipanggil Ust. Shiddiq Amien, Sabtu malam (31/10/2009) wafat di RS.<br />
Al-Islam, Bandung. Beliau menghembuskan nafas terakhir pada jam 22.15<br />
wib, setelah 22 hari sebelumnya menjalani perawatan di RS yang sama.<br />
Almarhum wafat setelah pada tanggal 9 Oktober terkena serangan stroke<br />
dan mengalami pendarahan di otak..</p>
<p>Jenazah almarhum dimandikan di<br />
RS. Al-Islam pada jam 23.00, untuk selanjutnya dishalatkan oleh<br />
keluarga dan beberapa tokoh Persatuan Islam (Persis). Pada jam  23.30<br />
jenazah almarhum kemudian dibawa ke masjid PP. Persis Viaduct di Jl.<br />
Perintis Kemerdekaan No. 2, Bandung. Sesampainya di sana ratusan<br />
jama&#8217;ah telah menunggu untuk menshalatkan.</p>
<p>Sejak malam itu,<br />
ribuan jama&#8217;ah tidak henti-hentinya menshalatkan jenazah sampai jam<br />
06.55 wib. Antrian jama&#8217;ah yang sangat banyak menyebabkan mereka harus<br />
berdesak-desakan di dua tangga pintu masuk masjid sampai ketika jenazah<br />
sudah diangkat ke dalam mobil ambulance sekalipun.</p>
<p>Menurut H.<br />
Andi Sugandi, Bendahara PP. Persis, mengatakan,  &#8220;Sampai malam pun,<br />
jika tidak distop, jama&#8217;ah yang menshalatkan pasti akan terus<br />
berdatangan. &#8220;</p>
<p>Akan tetapi, menurutnya, semua jama&#8217;ah diharapkan<br />
pengertiannya, karena jenazah almarhum tidak mungkin berlama-lama<br />
disemayamkan.</p>
<p>Tercatat hadir tokoh-tokoh yang ikut menshalatkan<br />
almarhum adalah para ulama Persis, Ust. Ikin Sodikin (Ketua Majelis<br />
Penasihat PP. Persis), Ust. Usman Sholehudin (Ketua Dewan Hisbah<br />
Persis), Ust. Syuhada Bahri (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah<br />
Indonesia), KH. Athian Ali M. Da&#8217;i, KH. Miftah Farid, Ust.. Aam<br />
Amiruddin, M.Si, Walikota Bandung, Dada Rosada, dan mantan Menhut M..S.<br />
Kaban.</p>
<p>Sementara Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, tidak sempat<br />
menshalatkan jenazah. Beliau tiba di lokasi tepat jam 06.55 wib saat<br />
jenazah sudah diangkat ke mobil ambulance. Walaupun begitu beliau<br />
sempat menengok almarhum di dalam mobil dan turut mendo&#8217;akannya.</p>
<p>Jenazah<br />
almarhum kemudian bertolak ke Tasikmalaya. Panjang antrian kendaraan<br />
terhitung + 10 km. Ketika mobil ambulance sudah sampai di Malangbong,<br />
Garut, antrian kendaraan yang terakhir masih berada di<br />
Cicalengka-Nagreg, Kab. Bandung.. Jenazah kemudian sampai di Pesantren<br />
Persis, Benda, Tasikmalaya, pada jam 10.30 wib.</p>
<p>Kedatangan<br />
jenazah disambut dengan haru oleh seluruh jama&#8217;ah dan santri Pesantren<br />
Persis, Benda, yang dari sejak pagi berdesak-desakan mengantri untuk<br />
bisa menshalatkan almarhum. Tercatat hadir waktu itu Walikota<br />
Tasikmalaya, H. Syarief Hidayat.</p>
<p>Selepas shalat zhuhur jenazah<br />
kemudian dibawa ke tempat peristirahatan terakhir. Tampak dengan jelas<br />
di areal sawah puluhan hektar tersebut antrian jama&#8217;ah yang berjejal<br />
mengantarkan almarhum. Ketika penguburan selesai, Ust. Usman<br />
Sholehuddin (Ketua Dewan Hisbah Persis) menyeru semua jama&#8217;ah untuk<br />
memohonkan istighfar dan ketetapan hati dan surganya karena jenazah<br />
akan dimintai pertangungjawaban saat ini juga: Istaghfiru li akhikum,<br />
wa-s`alu lahut-tatsbita, fa innahul-ana yus`alu.</p>
<p>Sesaat sesudah<br />
itu, Ust. Usman menyerukan, &#8220;Cukup. Rangkaian acara pemakaman jenazah<br />
selesai.&#8221; Jama&#8217;ah pun kemudian kembali ke tempatnya masing-masing, dan<br />
jama&#8217;ah yang belum menshalatkan antri untuk menshalatkan di atas<br />
kuburan almarhum.</p>
<p>Penyakit Ustadz</p>
<p>Ust. Shiddiq<br />
Amien dilarikan ke RS. Al-Islam setelah terkena serangan stroke di<br />
sekitar Nagreg, Kab. Bandung. Waktu itu (9/10/2009) beliau sedang<br />
melakukan perjalanan ke Bandung dari Tasikmalaya dengan menyetir<br />
kendaraan sendiri. Ketika beliau merasakan ketegangan di badannya,<br />
segera beliau menepi dan menelepon putra sulungnya, H. Arief Rahman<br />
Hakim di Tasikmalaya, untuk menyusul dan menjemputnya. Karena terjebak<br />
macet, H. Arief pun kemudian menelepon Sekretaris Ust. Shiddiq, H. Aan<br />
Iskandar yang kebetulan waktu itu sedang ada di Cileunyi untuk<br />
menjemput beliau.</p>
<p>Ketika masuk RS. Al-Islam, menurut H. Aan<br />
Iskandar, Ust. Shiddiq masih sempat bertanya, &#8220;Saha ieu?&#8221; (Siapa ini?),<br />
H. Aan pun lantas menjawabnya. Akan tetapi, sejak itu beliau koma<br />
sampai kemudian diwafatkan oleh Allah swt pada Sabtu malam, 31 Oktober<br />
2009.</p>
<p>Selama di RS. Al-Islam, Ust. Shiddiq tercatat dioperasi<br />
sebanyak tiga kali di sekitar tempurung kepalanya.. Kondisi beliau naik<br />
turun, kadang membaik, sering pula memburuk.</p>
<p>Menurut Jeje<br />
Zaenudin, M.Ag (Ketua Umum PP. Pemuda Persis) yang juga pernah diasuh<br />
Ust. Shiddiq di Pesantren Benda, jauh sebelum itu almarhum dikenal<br />
tidak memiliki gangguan tekanan darah tinggi. Walaupun beberapa tahun<br />
terakhir gangguan tersebut kemudian datang, akan tetapi beliau dikenal<br />
disiplin dalam hal makanan. Salah satunya, beliau tidak pernah bersedia<br />
untuk makan selepas tabligh/pengajian di malam hari. Akan tetapi Allah<br />
swt berkehendak lain. Pada Sabtu malam (31/10/2009) itu beliau<br />
menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>&#8216;Amul Huzni Persis</p>
<p>Bagi<br />
jama&#8217;ah Persis, tahun 2009 ini bisa dikatakan &#8216;amul-huzni (tahun<br />
kesedihan). Jika di masa Rasul saw, &#8216;amul huzni itu ditandai dengan<br />
wafatnya Khadijah ra, istri Nabi saw, dan Abu Thalib, paman Nabi saw,<br />
maka bagi jama&#8217;ah Persis, &#8216;amul huzni ini ditandai dengan wafatnya (1)<br />
Ust. Drs. Endang Sukmana (Kabidgar Perwakafan PP. Persis) pada tanggal<br />
24 Februari 2009, (2) Ust. Drs. H.. Entang Mukhtar, ZA (Ketua PP. Persis<br />
Bidang Jam&#8217;iyyah) pada tanggal 21 April 2009, dan terakhir (3) Ust.<br />
Drs. Shiddiq Amien, MBA (Ketua Umum PP. Persis) pemimpin tertinggi di<br />
lingkungan Persatuan Islam.</p>
<p>Ya, &#8216;amul-huzni, karena mereka semua<br />
adalah tokoh-tokoh yang berkonstribusi besar dalam dakwah Islam.<br />
Kehilangan mereka sedikitnya memberikan efek yang besar dalam hilangnya<br />
peran-peran strategis dakwah yang biasa mereka perankan. Walaupun itu<br />
semua bukan pertanda bahwa dakwah Islam, khususnya Persis, telah<br />
kiamat. Karena selepas Khadijah ra dan Abu Thalib, muncullah Abu Bakar,<br />
&#8216;Umar, &#8216;Utsman, &#8216;Ali, dan sederetan shahabat lainnya yang terbukti<br />
lebih tangguh mengibarkan panji dakwah Islam. Demikian juga, selepas<br />
kepergian Ust. Shiddiq Amien, Ust. Entang Mukhtar, dan Ust. E. Sukmana,<br />
bukan berarti penegak panji-panji dakwah Islam harus hilang ditelan<br />
masa. Generasi berikutnya dalam hal ini tentu wajib berani memikul<br />
amanah yang besar ini. Semoga.</p>
<p>Penulis adalah Ketua II PP Pemuda Persatuan Islam. Tulisan ini dimuat di situs [www.hidayatullah. com]</p>
<p>Source : <a rel="nofollow" href="http://www.hidayatullah.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=9708:selamat-jalan-ustadz-shiddiq&amp;catid=68:opini&amp;Itemid=68" target="_blank">http://www.hidayatu llah.com/ index.php? option=com_ content&amp;view= article&amp;id= 9708:selamat- jalan-ustadz- shiddiq&amp;catid= 68:opini&amp; Itemid=68</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=249&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/11/07/selamat-jalan-ustadz-shiddiq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Idhul Fitri 1430H</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/09/19/selamat-idhul-fitri-1430h/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/09/19/selamat-idhul-fitri-1430h/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 19:43:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhaniyyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Kami Segenap Keluarga Besar &#8221; Forum Silaturahmi Persatuan Islam &#8211; Pakistan&#8221;  Mengucapkan Taqobbalallohu Minna Wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum, Kullu Aam antum Bikhoir.
&#8220;Selamat Idul Fitri 1430 H, mohon ma&#8217;af lahir dan batin&#8221;

تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال، صيامنا وصيامكم، قيامنا وقيامكم. وهذه سنن نسأل الله أن ينفعنا وإياكم بها. و غفر الله لنا ولكم. و [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=245&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kami Segenap Keluarga Besar &#8221; Forum Silaturahmi Persatuan Islam &#8211; Pakistan&#8221;  Mengucapkan Taqobbalallohu Minna Wa Minkum, Shiyamana wa Shiyamikum, Kullu Aam antum Bikhoir.</p>
<p align="center"><em>&#8220;Selamat Idul Fitri 1430 H, mohon ma&#8217;af lahir dan batin&#8221;</em></p>
<p align="center">
<h3 style="text-align:right;">تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال، صيامنا وصيامكم، قيامنا وقيامكم. وهذه سنن نسأل الله أن ينفعنا وإياكم بها. و غفر الله لنا ولكم. و كل عام و أنتم بخير</h3>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=245&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/09/19/selamat-idhul-fitri-1430h/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Madrasah Ramadhan</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/09/09/madrasah-ramadhan/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/09/09/madrasah-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 15:18:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhaniyyat]]></category>
		<category><![CDATA[arti puasa]]></category>
		<category><![CDATA[hikmah puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Su&#8217;ud Hasanudin
Muqodimah.
Alhamdulillah, Puji syukur kapada Allah swt, yang telah mensyariatkan kepada umat Islam puasa pada bulan Ramadhon, bulan musim semi bagi umat Islam, pahala bertaburan dimana-mana selagi hamba mau beribadah kepada Nya. Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah saw, Nabi yang membawa petunjuk menuju kemuliaan di dunia dan akhirat, dan kepada keluarganya yang mulia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=243&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center">
<p align="center">Oleh: Su&#8217;ud Hasanudin</p>
<p><strong>Muqodimah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, Puji syukur kapada Allah swt, yang telah mensyariatkan kepada umat Islam puasa pada bulan Ramadhon, bulan musim semi bagi umat Islam, pahala bertaburan dimana-mana selagi hamba mau beribadah kepada Nya. Shalawat dan salam kepada baginda Rasulullah saw, Nabi yang membawa petunjuk menuju kemuliaan di dunia dan akhirat, dan kepada keluarganya yang mulia, beserta para sahabat dan pengikutnya yang setia hingga akhir masa.<span id="more-243"></span></p>
<p><strong>Amal sholeh di bulan Mulia.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ramadhon adalah diantara bulan yang Allah muliakan, dan kemuliaan itu diberikan kepada umat yang beriman dan senantiasa melakukan amal sholih. Kemuliaan Ramadhon tidak akan didapatkan oleh seseorang yang hanya memangku tangan, tanpa beribadat dan berbuat yang Allah swt Ridhoi.</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw berdabda :</p>
<h3 style="text-align:right;">قال رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو يبشر أصحابه :  &#8221;( قد جاءكم شهر مبارك رمضان ، افترض الله عز وجل عليكم صيامه ، تفتح فيه أبواب الجنة ، وتغلق فيه أبواب الجحيم ، ويغل فيه الشياطين ، فيه ليلة خير من ألف شهر ، من حرم خيرها فقد حرم ) &#8220;. ( أخرجه أحمد (2/230) والنسائى (4/129) والبيهقى فى شعب الإيمان (3/301) عن أبي هريرة .</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Rasulullah saw bersabda pada saat memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya : “ sesungguhnya telah datang kepada kalian bulan yang diberkahi dia itu adalah Ramadhon, Allah mewajibkan kepada kalian semua berpuasa pada bulan tersebut, dan pada bulan tersebut Allah membuka pintu-pintu surga, dan menutup pintu neraka, para setan pun dibelenggu<a href="#_ftn1">[1]</a>, dan pada bulan tersebut ada satu malam yang kemuliaanya lebih baik dari pada seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang dari kebaikan pada bulan tersebut maka sesungguhnya ia adalah sangat merugi. (HR. Imam Ahmad, an Nasai, dan al Baihaqi).</p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah saw pun bersabda tentang yang memanfaatkan kesempatan bulan Ramadhon :</p>
<h3 style="text-align:right;">من صام رمضان إيمانا واحتسابا  غفر له ما تقدم من ذنبه ( أخرجه والبخارى (1/22 ) ، ومسلم (1/523) ، والترمذى (3/67) ، وأبو داود (2/49) ، والنسائى (4/157) ، وابن ماجه (1/420) أحمد (2/232) عن أبي هريرة )</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : “Barangsiapa yang berpuasa dibulan Ramadhon dengan segenap keyakinan yang dimilikinya dengan mengharapkan Ridho Allah swt, maka akan diampunkan dosa-dosanya. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, Abu Daud, an Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kesempatan yang lain Rasulullah saw bersabda :</p>
<h3 style="text-align:right;">قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر الله له ما تقدم من ذنبه ، ومن قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر الله له ما تقدم من ذنبه ( أخرجه البخارى (1/22) ، ومسلم (1/523) ، وأبو داود (2/49 ) ، والترمذى (3/171) والنسائى (8/117) ، وابن حبان (8/437) عن أبي هريرة)</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Rasulullah saw bersabda : “ Barangsiapa yang berdiri untuk beribadah (sholat malam) pada bulan Ramadhon dengan segenap keimanan dan penuh rasa harap akan ridho Allah, maka Allah akan ampunkan dosanya. Dan barangsiapa yang berdiri pada malam lailatul qodar dengan segenap keimananya dan penuh rasa harap akan ridho Allah maka Allah akan ampunkan dosanya. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, at Tirmidzi, Abu Daud, an Nasai dan Ibnu Majah).</p>
<p style="text-align:justify;">Jika kita cermati secara seksama dalam hadits-hadits Rasulullah saw tentang keutamaan bulan Ramadhon, akan kita dapatkan bahwa keutamaan tersebut erat kaitannya dengan amal yang dikerjakan oleh seseorang. Tanpa amal perbuatan keutamaan bulan Ramadhon tidak secara otomatis disandang setiap orang.  Dengan logika sederhana seorang; kesempatan mendapatkan keuntungan terbuka lebar bagi siapa saja, tentunya bagi yang punya modal dan kemampuan memanfatkan peluang.</p>
<p style="text-align:justify;">Iman adalah modal utama bagi seorang muslim untuk menanam, sedangkan kepandaian memanfaatkan peluang dan profesionalisme adalah sebuah keniscayaan untuk mengetam pahala yang Allah janjikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam sebuah riwayat yang panjang Rasulullah saw bersabda :</p>
<h3 style="text-align:right;">يا أيها الناس قد أظلكم شهر عظيم شهر مبارك فيه ليلة خير من ألف شهر جعل الله صيامه فريضة وقيامه تطوعا من تقرب فيه بخصلة من الخير كان كمن أدى فريضة فيما سواه ومن أدى فريضة فيه كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه وهو شهر الصبر والصبر ثوابه الجنة وشهر المواساة وشهر يزاد فيه رزق المؤمن من فطر فيه صائما كان له مغفرة لذنوبه وعتق رقبتة من النار وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا يعطى الله هذا الثواب من فطر صائما على مذقة لبن أو تمرة أو شربة من ماء ومن أشبع صائما سقاه الله من حوضى شربة لا يظمأ حتى يدخل الجنة وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار فاستكثروا فيه من أربع خصال خصلتان ترضون بها ربكم وخصلتان لا غنى لكم عنهما فأما الخصلتان اللتان ترضون بهما ربكم فشهادة أن لا إله إلا الله وتستغفرونه وأما اللتان لا غنى بكم عنهما فتسألون الله الجنة وتعوذون به من النار ( أخرجه ابن خزيمة (3/191) ، والبيهقى فى شعب الإيمان (3/305) . وابن عدى (5/293 ترجمة 1432 عبد العزيز بن عبد الله). قال الحافظ ابن حجر فى أطرافه : مداره على علىِّ بن زيد بن جدعان وهو ضعيف ويوسف بن زياد الراوى عنه ضعيف جدا وتابعه إياس بن عبد الغفار عن على بن زيد عند البيهقى فى شعب الإيمان قال ابن حجر : وإياس ما عرفته انتهى)</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian telah berada pada naungan bulan yang besar, bulan yang diberkahi, didalamnya terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari pada seribu bulan. Dijadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan berdiri diwaktu malam untuk melaksanakan sholat sebagai sunnah. Barangsiapa yang mendekatkan dirinya kepada Allah pada bulan itu dengan ibadah nafilah (sunnah), maka Allah akan menilainya seperti telah menunaikan kewajiban. Dan bagi siapa yang menunaikan kewajiban, maka Allah menilainya tujuh puluh kali lipat. Bulan tersebut adalah bulan kesabaran, dan sabar pahalanya adalah surga. Bulan tersebut juga merupakan bulan pemersamaan, dan bulan tersebut Allah akan limpahkan rizki seorang hamba tatkala ia menyediaan berbuka bagi orang yang berpuasa. Barang siapa yang membebaskan budak pada bulan itu, Allah akan berikan pahala yang serupa tanpa dikurangi sedikitpun, dan pahala yang seperti itu pula Allah akan berikan kepada siappun yang memberikan berbuka bagi orang yang lapar, walaupun hanya dengan seteguk susu atau sebutir korma, atau dengan memberi seteguk minuman air. Barangsiapa yang dapat memberikan rasa kenyang bagi orang yang berpuasa, maka Allah akan memberinya minum nanti pada saat hari qiamat, dan barang siapa yang mendapatkannya maka tidak akan pernah merasa dahaga selamanya. Bulan itu merupakan bulan yang diawalnya terdapat rahmat Allah, dan pertengahanya terdapat ampunan Allah, dan akhirnya terdapat pembebasan dari api neraka, maka berbanyak-banyaklah pada bulan itu dengan empat hal yang membuat Allah Ridho kepada kalian. Ucapkanlah kalimat syahadat dan istighfar, dan mintalah surga dan dibebaaskan dari api neraka. (HR. Ibnu Khuzaimah, al Baihaqi, Ibnu Adi).</p>
<p><strong>Sekilas tentang</strong><strong> puasa.</strong></p>
<p>Puasa secara bahasa adalah :</p>
<h3 style="text-align:right;">صام يصوم صوما وصياما . ومعناه لغة : الإمساك عن الطعام والكلام والسير ونحو ذلك قال تعالى حكاية عن مريم عليها السلام { فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَنِ صَوْمًا } مريم (26) أي : إمساكا عن الكلام .</h3>
<p style="text-align:justify;">Puasa secara bahasa adalah menahan dari makan dan minum dan juga berkata, Allah swt berfirman dalam kisah maryam: “ katakanlah wahai maryam, seseungguhnya aku bertekat untuk Allah yang Maha penyayang berpuasa (berhenti berkata)</p>
<p>Sedangkan secara istilah puasa adalah :</p>
<h3 style="text-align:right;">فهو عبارة عن إمساك عن مفطر شرعي بنية مخصوصة من الفجر إلى المغرب في يوم ، لقوله : { وَكُلُواْ وَاشْرَبُواْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّواْ الصِّيَامَ إِلَى الَّليْلِ } البقرة (187)<span style="color:#ffffff;">187</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Puasa adalah gambaran dari menahan diri dari hal-hal yang membatalkan secara syar’i, dengan niat secara khusus, dimulai dari fajar hingga terbenamnya matahari dalam satu hari. Sebagaimana firman Allah swt dalam surat al Baqoroh ayat 187.</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa yang diwajibkan kepada umat Islam adalah puasa pada bulan ramadhon, Allah swt berfirman :</p>
<h3 style="text-align:right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ  البقرة (183)<span style="color:#ffffff;">183</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada umat sebelum kalian supaya kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.</p>
<h3 style="text-align:right;">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ . البقرة (185)<span style="color:#ffffff;">185</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Bulan Ramadhon dimana diturunkanya al-Qur&#8217;an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk, dan pemisah (antara  kebenaran dan kesesatan), barangsiapa yang melihat pada bulan tersebut (hilal) maka hendaklah ia berpuasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa Ramadhon juga merupakan salah satu diantara rukun Islam yang lima, itu berarti ibadah tersebut memiliki nilai yang lebih dari sekedar kewajiban, puasa pada bulan Ramadhon juga merupakan syiar bagi umat Islam. Dan bagi siapa yang mengingkarinya maka ia termasuk orang yang melepaskan diri dari agama Islam. Rasulullah saw bersabda :</p>
<h3 style="text-align:right;">بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله والصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان (أخرجه البخارى (1/12) ، ومسلم (1/45) ، والترمذى (5/5) وقال : حسن صحيح . والنسائى (8/107) و أحمد (2/120) عن ابن عمر وزاد الطبرني فمن ترك واحدة منهن كان كافرا حلال الدم (الطبرانى (12/174) عن ابن عباس)</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Islam dibangun atas lima perkara; dua kalimat syahadat, sholat, membayar zakat, haji, dan berpuasa dibulan Ramadhon. (HR. Imam al Bukhori, Muslim dll) Imam at Thobroni dalam mu’jam al kabir meriwayatkan dengan tambahan; barang siapa yang meninggalkan salah satunya maka ia adalah kafir halal darahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa Ramadhon diwajibkan kepada umat Islam pada tahun kedua hijriyah, sebelum itu umat Islam melakukan puasa pada hari asyuro’. Dalam sebuah riwayat Ibnu Umar menceritakan :</p>
<h3 style="text-align:right;">كان عاشوراءُ يُصَامُ قبلَ رمضانَ ، فلما نزلَ رمضانَ كان من شاءَ صام ، ومن شاءَ أفطر( أخرجه والبخاري (3/57) ومسلم (3/146) وأبو داود (2442) والترمذي (753) مالك في الموطأ صفحة (199). وأحمد (6/29).</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : hari asyuro (sepuluh muharom) adalah umat Islam berpuasa, sebelum diwajibkanya Ramadhon. Tatkala kewajiban puasa dibulan Ramadhon diturunkan, maka dibebaskan puasa atau berbuka di hari asyuro. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, dll)</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa Ramadhan diwajibkan kepada orang muslim, berakal, baligh , dan memiliki kekuatan baik secara jasat, atau syar&#8217;i, empat hal tersebutlah yang disebut sebagai syarat diwajibkanya puasa kepada seseorang. Allah swt berfirman :</p>
<h3 style="text-align:right;">وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ( آل عمران : 85)</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Barangsiapa yang mengambil selain Islam sebagai agama, maka tidak akan pernah diterima amalanya, dan ia di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.</p>
<p>Rasulullah saw bersabda :</p>
<h3 style="text-align:right;">رفع القلم عن ثلاثة : عن الصبي حتى يبلغ ، وعن النائم حتى يستيقظ ، وعن المجنون حتى يفيق ( أخرجه أبو داود (4/141) ، والترمذى (4/32) وقال : حسن غريب ، وابن ماجه (1/659) ، وأحمد (1/118) والنسائى فى الكبرى (4/324) ، ، والحاكم (4/430) )</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : diangkat pena (tidak terkena beban syariat) terhadap tiga golongan; dari anak kecil hingga baligh, dan dari orang yang tertidur hingga ia bangun, dan dari orang yang hilang akalnya (gila) hingga ia tersadarkan. (HR. Imam Abu Daud, at Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, an Nasa&#8217;I dalam sunan al Kubro, dan al Hakim dalam al Mustadrok)</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi anak kecil berusia tujuh tahun ke atas sangat dianjurkan untuk melakukan puasa  dan bagi orang tua berkewajiban memaksa hingga telah mencapai umur sepuluh tahun, sebagaimana dalam masalah sholat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan bagi wanita yang sedang haid, atau nifas puasa tidak diwajibkan kepada mereka, dan kedua hal tersebut adalah bagian dari penghalang seorang wanita untuk melakukan ibadah puasa. Dalam sebuah riwayat umul mu&#8217;mini Aisyah mengatakan :</p>
<h3 style="text-align:right;">كنا نؤمر بقضاء الصوم ولا نؤمر بقضاء الصلاة ( أخرجه مسلم وأبو داود والنسائي وابن ماجه <span style="color:#ffffff;">)(</span>وأحمد)<span style="color:#ffffff;">وأحمد</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Kami (para wanita yang sedang haid) diperintahkan untuk mengqodho puasa, dan tidak diperintahkan untuk mengqodho sholat. (HR. Imam Muslim, Abu Daud, an Nasa&#8217;I, dan Ahmad)</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan orang sakit dan yang sedang dalam perjalanan (safar), maka diberikan keringanan kepada mereka untuk tidak berpuasa dengan menganti di hari lain. Sebagaima firman Allah dalam al Qur&#8217;an :</p>
<h3 style="text-align:right;">فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ . البقرة : 184</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Barangsiapa yang sakit dan dalam perjalanan, maka diperbolehkan untuk menganti pada hari yang lain.</p>
<p>Apabila seseorang mulai menua dan tidak sanggup menjalankan puasa maka diperbolehkan membayar fidyah. Dalam sebuah riwayat disebutkan :</p>
<h3 style="text-align:right;">إذا عجز الشيخ الكبير عن الصوم أطعم عن كل يوم مدا ( أخرجه الدارقطني موقوفا عن ابن عباس وذكره الامام البخاري تعليقا عن أنس بن مالك )</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : jika seorang yang sudah tua tidak kuat lagi untuk berpuasa maka ia membayar (fidyah) dengan memberikan makanan setiap satu harinya satu mud atau (kurang lebih enam ons)</p>
<p>Hal tersebut sesuai dengan ayat al Qur an :</p>
<h3 style="text-align:right;">وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ . الحج : 78</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Allah tidak menjadikan kepada kalian dari agama ini kesulitan hingga kalian tidak dapat mengerjakanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan bagi atau orang sakit yang sudah tidak bisa diharapkan lagi atas kesembuhannya diperintahkan untuk membayar fidyah. Dan sebenarnya tidak diperkanankan untuk membayar fidyah kecuali bagi yang tidak bisa mengganti di hari yang lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Para ulama kemudian bersepakat bahwa demikian juga bagi wanita yang sedang mengandung dan menyusui karena ada kekhawatiran membahayakan anaknya, dengan menggunakan metode analogy atau (qiyas) kepada orang sakit.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum kita melangkah untuk melaksanakan ibadah puasa, perlu kiranya untuk mengetahui hal-hal pembatal puasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkara yang membatalkan puasa ada tiga yang disepakati oleh semua ulama; makan dan hal yang sejenisnya, minum dan yang sejenisnya, hubungan sexual dan yang sejenisnya. Sebagaimana Allah swt berfirman dalam surat al Baqoroh ayat 187.</p>
<p><strong>Peringkat manusia dalam berpuasa.</strong></p>
<p>Imam Ibnu Rajab al Hambali berkata ;</p>
<h3 style="text-align:right;">الصائمون علي طبقتين ; احداهما : من ترك طعامه وشرابه وشهوته لله تعالي يرجو عنده عوض ذلك في الجنة , فهذا قد تاجر مع الله وعامله والله لايضيع أجر من أحسن عملا بل يربح أعظم الربح . قال  صلي الله عليه وسلم  : &#8221; إنك لن تدع شيئا اتقاء لله الا أتاك الله خيرا منه &#8221; رواه أحمد . والثانية : من يصوم في الدنيا عما سوي الله فيحفظ الرأس وماحوي , والبطن وماوعي , ويذكر الموت والبلي , ويريد الآخرة فيترك زينة الدنيا , فهذا عيد فطره يوم لقاء ربه وفرحه برؤيته .</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Orang yang berpuasa ada dua peringkat; peringkat yang pertama adalah bagi yang dapat meninggalkan makan, minum dan syahwat karena Allah dan mengharap balasan surga, maka dia adalah layaknya seorang pedagang, yang pastinya Allah tidak akan menyia-nyiakan perbuatan seorang hamba. Dan yang kedua adalah orang yang berpuasa di dunia ini kecuali hanya kepada Allah, menjaga kepala dan isinya, perut dan apa yang ada didalamnya, selalu mengingat mati dan malapetaka, menghendaki akhirat dan meninggalkan gemerlapnya dunia, ied bagi orang seperti ini adalah pada hari ia berjumpa dengan Tuhannya, maka ia berbahagia dengan melihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun sungguh tidak beruntung yang berpuasa hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, tidak bisa menjaga mata, telinga, dan lisannya, dalam hal ini Rasaulullah saw bersabda:</p>
<h3 style="text-align:right;">من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة فى أن يدع طعامه وشرابه ( أخرجه  والبخارى (5/2251) ، وأبو داود (2/307) ، والترمذى (3/87) وقال : حسن صحيح . وابن ماجه (1/539) أحمد (2/443) ، وابن حبان (8/256) ، والنسائى فى الكبرى (2/238) عن أبى هريرة)</h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan yang tidak baik, dan juga perbuatan yang tidak baik, dan kebodohan, maka Allah sama sekali tidak butuh dengan apa yang ia kerjakan dengan meninggalkan makan dan minum.</p>
<p><strong>Hikmah berpuasa.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sepintas yang kita rasakan dalam berpuasa adalah rasa lapar, dahaga. Dan dengan menahan lapar dan dahaga tersebut banyak keterbatasan tidak sebagaimana hari biasanya. Namun  Allah swt, tidak pernah mensyariatkan kecuali terdapat maslahah dan hikmah buat hambanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hikmah yang paling nyata dalam berpuasa adalah sebagaimana yang Allah sebutkan dalam al Qura&#8217;an; suapaya kita (umat Islam) menjadi hamba yang bertaqwa. Bentuk ketaqwaan tersebut sebagaimana yang digambarkan olah Rasulullah saw dalam sabdanya :</p>
<h3 style="text-align:right;">الصيام لى وأنا أجزى به  (أخرجه البخارى (2/670) ، ومسلم (2/807) الترمذى (3/136) ، والنسائى (4/164) ،وابن ماجه (1/525 ، رقم 1638) وأحمد (2/257<span style="color:#ffffff;">).</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Puasa, hanyalah karena Allah, dan Aku (Allah) yang akan memberikan pahalanya.</p>
<p>Beberapa hikmah lain yang didapat dari ibadah puasa sebagai berikut;</p>
<ol>
<li>Puasa      mengajak seorang hamba untuk lebih dapat melihat nikmat yang Allah berikan      kepada kita. Bagaimana hal itu bisa terjadi.? Coba kita renungi secara      seksama.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan manusia mulai hambar dan tidak bisa menikmati sesuatu jika ia dapatkan secara berulang, terus menerus, sehingga hal tersebut dianggap sebagai hal yang biasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Makan, minum dan nikah, adalah tiga nikmat Allah yang dikaruniakan kepada seluruh manusia, tapi jika nikmat ini secara terus menerus berulang dan bisa kita dapatkan dengan mudah, tak jarang diantara kita merasa bahwa hal itu adalah biasa-biasa saja, atau dengan kata lain tidak ada istimewanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia sering kali akan merasa betapa besarnya nikmat sesuatu, jika hal tersebut mulai hilang dan menjauh dari kita. Sebagi contoh; pada saat musim dingin kita menghadapi masa-masa beku, dan pada saat itu manusia merindukan sinar matahari yang menghangatkan badan. Sedangkan sebelumnya pada masa musim panas nikmat keberadaan sinar matahari tidak begitu kita rasakan sebagi sebuah bentuk nikmat.</p>
<p style="text-align:justify;">Begitu pula dengan puasa, puasa dibulan Ramadhon mengajak kepada umat Islam untuk bisa mengenali nikmat Allah swt yang berupa makan, minum dan nikah. Untuk bisa mengenali nikmat-nikmat tersebut dalam beberapa saat Allah jauhkan (larang) dari kita, dengan tujuan supaya kita merasa betapa besar nikmat Allah berupa makan, minum dan menikah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak berhenti sampai disitu, setelah seseorang dapat mengenali dan merasakan betapa besar nikmat Allah tersebut, maka sikap yang diharapkan adalah umat Islam lebih bisa menghadirkan rasa syukurnya dengan tindakan nyata.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Bulan      puasa adalah bulan melatih ketahanan. Selama umat Islam menjalankan puasa,      menahan makan, minum dan nikah hanya dalam batas tertentu, mulai dari      fajar shodiq hingga tenggelamnya matahari. Sedangkan ketiga nikmat      tersebut bukanlah nikmat yang abadi.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Setiap saat bisa saja Allah mencabut salah satu nikmat tersebut dari diri anda. Lalu apa yang akan anda lakukan.?</p>
<p style="text-align:justify;">Puasa telah melatih seorang muslim untuk bersabar menghadapi cobaan, hingga Allah mengizinkan kepada kita untuk dapat merasakan nikmat tersebut kembali. Terkadang seseorang karena keterbatasan tertentu dan dalam waktu tertentu tidak bisa menikmati makan, atau minuman, atau menikah dan bersenda gurau dengan istri atau kekasih tersayang.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Ramadhan      adalah bulan ukhuwah. Seseorang pasti akan merasa betapa tidak enaknya      menahan lapar, dahaga, atau menahan sahwatnya untuk disaluran kepada yang      halal selama menjalankan puasa.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Menahan tiga hal tersebut selama menjalankan puasa tidaklah membutuhkan waktu yang cukup lama. Sementara matahari tenggelam, Allah telah menghalalkan untuk dilakukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun bagaimana dengan orang yang tidak bisa menikmati tiga hal tersebut dalam waktu yang panjang.? Dua hari, tiga hari, dalam hitungan bulan, betapa menderitanya mereka.?!</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam menjalankan ibadah puasa, Allah ingin mengingatkan umat Islam kepada saudara-saudanya yang kurang beruntung dengan tidak bisa mendapatkan nikmat yang ia bisa rasakan. Puasa dapat menimbulkan rasa iba, dan yang diharapkan rasa iba itu bisa terbukti dengan tindakan nyata.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Ramadhan      bulan pembelajaran menghormati orang lain. Rasulullah saw bersabda:</li>
</ol>
<h3 style="text-align:right;">إذا كان يومُ صومِ أحدِكم فلا يَرْفُثْ ولا يَجْهَلْ فإنِ امرؤٌ شاتمه أو قاتله فليقلْ إنى صائمٌ إنى صائمٌ    ( أخرجه البخارى (2/673) ، ومسلم (2/806) وأبو داود (2/307) وابن ماجه (1/539) ومالك (1/310) عن أبى هريرة، وأخرجه الطبرانى (10/129)  عن ابن مسعود<span style="color:#ffffff;">)</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : pada saat hari kalian berpuasa maka janganlah berkata keji dan kotor, dan bertindak bodoh baik dengan menghina orang lain atau mengumpat dengan perkataan atau tindakan. Dan jika salah seorang diantara kalian ada yang mencaci, atau mengajak berkelahi, maka katakanlah : &#8220;sesungguhnya saya dalam keadaan puasa&#8221;. (HR. Imam al Bukhori, Muslim, Abu Daud, Ibnu Majah, Malik, dan Ibnu Hibban dari Abu Huroirah, sedangkan imam at Thobroni meriwayatkan dari Ibn Mas&#8217;ud).</p>
<ol>
<li>Puasa bulan mengaca diri. Al Qur an diturunkan pada bulan Ramadhan      Allah swt berfirman:</li>
</ol>
<h3 style="text-align:right;">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ  البقرة<span style="color:#ffffff;"> (</span>185<span style="color:#ffffff;">)</span><span style="color:#ffffff;"> .</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Bulan Ramadhon dimana diturunkanya al Qur an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk, dan pemisah (antara  kebenaran dan kesesatan), barangsiapa yang melihat pada bulan tersebut (hilal) maka hendaklah ia berpuasa.</p>
<p>Dalam sebuah riwayat diceritakan :</p>
<h3 style="text-align:right;">كان رسول الله -صلى الله عليه وسلم- أجودَ الناس، وكان أجودَ ما يكون في رمضان حين يلقاه جبريل. وكان يلقاه جبريلُ في كل ليلة من رمضان ، فيُدارسه القرآن : أخرجه البخاري ومسلم والنسائي <span style="color:#ffffff;">)</span></h3>
<p style="text-align:justify;">Artinya : Rasulullah saw adalah sebaik-baik manusia, dan semakin terlihat kebaikanya pada saat bulan ramadhan tatkala malaikat jibril sering menemuinya. Dan Malaikat Jibril menemui Nabi setiap malam pada bulan Ramadhan untuk mengajarkan al Qur an.</p>
<p style="text-align:justify;">Didalam bulan Ramadhan Rasulullah saw senantiasa mengadakan murojaah terhadap al Qur an. Murojaah tersebut sangat diharapkan kepada kita hingga al Qur an menjadi kitab yang selalu dibaca oleh umat Islam terlebih dalam bulan Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari murojaah tersebut juga sangat diharapkan, agar kita dapat memahami al Quran lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Dan dari morojaah tersebut juga diharapkan kepada umat Islam untuk melihat sekali lagi dengan seksama mana ayat-ayat yang belum dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini, bulan Ramadhan hendaklah dapat kita jadikan sebagai bulan mengaca ulang akan diri kita dengan al Qur an, sedekat apa kita dengan kalam Ilahi, dan sejauh mana ayat-ayat tersebut yang telah kita ejawantahkan dalam kehidpuan nyata.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Ramadhan bulan persamaan. Dalam bulan Ramadhan umat Islam melakukan      puasa secara bersama-sama, mulai dari yang kaya hingga yang miskin, ibadah      ini tidak memandang status sosial seseorang.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Dalam bulan tersebut, pada siang hari kita semua sama-sama merasakan lapar, dan pada saat berbuka juga sama-sama berasakan kegembiraan. Sungguh bulan Ramadhan mengajarkan kita untuk melihat sesama manusia dengan nilai kesamaan hakiki, kesamaan sama-sama makhluk Tuhan. Akan semakin terasa rasa kesamaan tersebut jika si kaya mampu mengundang si miskin untuk berbuka bersama, lalu berangkat untuk melaksanakan sholat berjamaah bersama.</p>
<ol>
<li style="text-align:justify;">Ramadhan bulan latihan memperhatikan waktu. Ada dua waktu minimal yang sangat diperhatikan      oleh orang yang berpuasa; waktu adzan shubuh (terbitnya Fajar sekaligus      menandai awal waktu sholat), dan waktu adzan mahgrib.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Pada saat adzan subuh seorang yang melaksanakan sahur selalu berhati-hati, hingga tidak dalam keadaan makan atau minum sedangkan fajar tiba. Demikian juga pada saat adzan maghrib, hampir setiap orang yang berpuasa tidak mau ketinggalan moment penting ini, baik dengan seteguk air, sebutir kurma, atau apa saja yang ia bisa makan pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatian terhadap waktu sanggat besar nilainya pada saat bulan Ramadhan, hingga hal tersebut sebenarnya pantas untuk kita lakukan di luar bulan Ramadhan dengan senantiasa memperhatikan waktu dalam bekerja, istirahat, ibadah, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Ramadhan ini adalah madrasah yang baik bagi umat Islam. Amin, Amin Ya Rabbal &#8216;Alamin.</p>
<h3 style="text-align:right;">اللهم ارزقنا صيامه وقيامه. وارزقنا فيه الجد والاجتهاد والنشاط، وقاربنا من المساجد وتلاوة القرآن<span style="color:#ffffff;">.</span></h3>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Imam Ibnu Hajar al Asqolani mengutip perkataan imam az Zain ibn al Munir tentang dibelenggunya setan pada bulan Ramadhon; merupakan isyarat, bahwa dengan ibadah puasa dan qiyamul lail di bulan Ramadhon Allah hendak membersihkan jiwa hamba-hambanya dari kotoran-kotoran dosa dan keinginan-keinginan syaitoniyah, dan hal-hal yang dapat menjerumuskan seorang hamba kedalam dosa, dengan menekan syahwat dan keinginan selama menjalankan ibadah puasa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=243&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/09/09/madrasah-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hasil Reuni Nasional Ke-2</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/07/25/hasil-reuni-nasional-ke-2/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/07/25/hasil-reuni-nasional-ke-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 15:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seputar Pesantren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Bangil- 3-6 Juli 2009
Alhamdulillah, rangkaian acara Reuni Nasional Ke-2 berjalan lumayan lancar.
Dari panitia kami laporkan bahwa peserta reuni dari alumni putra sekitar 100 orang tidak termasuk 50-an orang alumni yang datang tapi tidak melakukan pendaftaran karena kesibukan masing-masing. Adapun putri sekitar 250 orang tidak termasuk 100-an orang yang datang tanpa melakukan pendaftaran karena satu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=241&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bangil- 3-6 Juli 2009</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah, rangkaian acara Reuni Nasional Ke-2 berjalan lumayan lancar.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari panitia kami laporkan bahwa peserta reuni dari alumni putra sekitar 100 orang tidak termasuk 50-an orang alumni yang datang tapi tidak melakukan pendaftaran karena kesibukan masing-masing. Adapun putri sekitar 250 orang tidak termasuk 100-an orang yang datang tanpa melakukan pendaftaran karena satu dan lain hal karena sampai tanggal 5 malam tanggal 6 pun masih ada alumni yang datang ke pesantren.<span id="more-241"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pembicara utama dalam acara pembukaan reuni adalah Al-Ustadz Prof. Dr. K.H. Abdurrahman, M.A. dari Bandung mewakili ketua PP Persis Pusat K.H. Shiddiq Amien yang tidak bisa datang karena harus berangkat ke Saudi Arabia. Ustadz Abdurrahman membahas tentang Jihad dalam pendidikan, da&#8217;wah, ekonomi dan juga politik untuk menyelamatkan aqidah dan menyadarkan ummat dari bahaya TBC (Takhayyul, Bid&#8217;ah dan Churafat) dan Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) yang membuat para peserta bersemangat dan optimis dengan keberadaan IKPB dan perannya terhadap pesantren di masa yang akan datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari rapat-rapat komisi yang alot juga dari rapat-rapat pleno yang diwarnai banyak interupsi, usulan, teguran bahkan teriakan dihasilkan beberapa keputusan dan rekomendasi. Berikut secara ringkas:</p>
<p><strong>HASIL MUSYAWARAH KOMISI A (KELEMBAGAAN)</strong></p>
<p>1.Tasykil IKPB</p>
<p>MAJELIS FORMATUR</p>
<blockquote><p>1.	USTADZ MAHMUD FAUZY</p></blockquote>
<blockquote><p>2.	USTADZ LUTHFIE AI</p></blockquote>
<blockquote><p>3.	USTADZ UMAR FANANI</p></blockquote>
<blockquote><p>4.	USTADZ WILDAN SHALIHY</p></blockquote>
<blockquote><p>5.	USTADZ EDY HARTOLO</p></blockquote>
<blockquote><p>6.	USTADZ SYAMSUL BACHRI DAY</p></blockquote>
<blockquote><p>7.	USTADZ AMANTO SURYA LANGKA</p></blockquote>
<p>Dengan kriteria tasykil:</p>
<blockquote><p>1.	Harus berdomisili di Jawa Timur.</p></blockquote>
<blockquote><p>2.	Mempunyai dedikasi tinggi terhadap Pesantren.</p></blockquote>
<blockquote><p>3.	Ketua memiliki kemampuan untuk menjembatani IKPB dengan Yayasan.</p></blockquote>
<blockquote><p>4.	Mempunyai jiwa kepemimpinan yang sesuai dengan Islam.</p></blockquote>
<p>Menghasilkan Tasykil IKPB masa Jihad berikutnya:</p>
<p>KETUA UMUM<br />
BAHAUDDIN (1980)</p>
<p>SEKRETARIS UMUM<br />
DHIYAUDDIN (1992)</p>
<p>BENDAHARA UMUM<br />
PUTUT TRI SUBEKTI (1990)</p>
<p>KETUA BIDANG PENDIDIKAN DAN DA&#8217;WAH	KETUA BIDANG SOSIAL DAN EKONOMI (Belum Dipilih)<br />
KETUA BIDANG KEPESANTRENAN (Belum Dipilih)<br />
KETUA BIDANG KOMUNIKASI DAN INFORMASI (Belum Dipilih)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Penyusunan visi dan misi serta AD/ART IKPB ditugaskan kepada Tim Khusus Penyusun yang ditunjuk Pengurus Harian IKPB.</p>
<p><strong>HASIL MUSYAWARAH KOMISI B (SUMBER DAYA)</strong></p>
<p>PERAN ALUMNI BIDANG EKONOMI<br />
Infaq/ Donasi Rp. 10,000,- tiap bulan melalui rekening IKPB untuk pengelolaan operasional IKPB termasuk untuk penerbitan majalah.</p>
<p><strong>HASIL MUSYAWARAH KOMISI C (KOMUNIKASI DAN INFORMASI)</strong></p>
<p>A. Rumusan pembentukan sistem publikasi milik alumni untuk mendukung pesantren.</p>
<blockquote><p>1. Pembentukan Rumah Penerbitan di bawah naungan IKPB.</p></blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>a. Mendata alumni yang berpotensi mendukung program publikasi seperti:</p></blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Manajer dalam bidang Publikasi</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Penulis dalam disiplin ilmu keislaman, pendidikan, sosio kultural, bahasa dan lainnya.</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Penterjemah</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Editor</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Desainer Produk Publikasi</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>- Pemasaran Publikasi (Termasuk Event Organizer pameran buku, bedah buku, debat publik dsb)</p></blockquote>
</blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>b. Mengorganisir sumber daya alumni yang ada untuk mendukung program publikasi.</p></blockquote>
</blockquote>
<blockquote><p>2. Mengorganisir alumni yang berpotensi untuk menulis untuk mensuplai tulisan berkualitas yang mendukung majalah internal Pesantren.</p></blockquote>
<blockquote><p>3. Mengusahakan majalah online sebagai alternatif media ilmiah dan informatif yang bersifat rutin untuk masyarakat umum.</p></blockquote>
<blockquote><p>4. Membuat sistem tanya jawab syar&#8217;i secara online baik via internet ataupun telepon selular.</p></blockquote>
<p>B.	Rumusan jalur komunikasi IKPB</p>
<blockquote><p>1.	Pengumpulan Data Alumni</p></blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>a.	IKPB membentuk tim yang bertugas mendata alumni/abituren yang berguna untuk memperkuat jaringan kerja.</p></blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>b. Untuk melengkapi pendataan alumni/abituren secara nasional, maka setiap alumni/abituren menginformasikan nomor HP dari anggota angkatannya yang telah ia ketahui kepada tim pendataan IKPB.</p></blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>c. Tim pendataan bertugas membuat database alumni sevalid mungkin yang diverifikasi secara berkala untuk memfasilitasi reuni-reuni tingkat wilayah ataupun reuni-reuni nasional guna memperkuat ukhuwah dan jaringan.</p></blockquote>
</blockquote>
<blockquote>
<blockquote><p>d.	Menginformasikan data para alumni kepada anggota IKPB yang memerlukan secara efisien dan aman.</p></blockquote>
</blockquote>
<p>Untuk hasil rapat komisi dari putri sedang direkap.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan poin penutup dari seluruh rangkaian acara adalah munculnya petisi yang ditandatangani seluruh peserta reuni yang menyatakan bahwa Pesantren Persatuan Islam Bangil dan seluruh asetnya adalah wakaf yang tidak bisa diperjual belikan, dipindah tangankan dan dipindahkan dari lokasinya. Den seluruh alumni berjanji dan bertekad untuk mempertahankannya dari fihak-fihak yang berseberangan dengan para alumni penanda tangan petisi tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga jalinan IKPB makin kuat dan jalinan alumni makin erat untuk mengoptimalkan perannya untuk pesantren.</p>
<p>diambil dari : http://www.santripersis.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=48:hasil-reunas-2&amp;catid=2:pesantren&amp;Itemid=85</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=241&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/07/25/hasil-reuni-nasional-ke-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Undangan konferensi YM Alumni &amp; Abituren Bangil</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/06/16/undangan-konferensi-ym-alumni-abituren-bangil/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/06/16/undangan-konferensi-ym-alumni-abituren-bangil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 07:37:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Kepada: Keluarga Besar Alumni &#38; Abituren Bangil
 
Assalamu &#8216;alaikum wr wb
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala kebutuhan hidup ciptaan-Nya. Shalawat serta salam kita hanturkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai penutup para nabi.
Sehubungan dengan semakin dekatnya masa pelaksanaan reuni nasional II, memohon kesedian semua kawan untuk  mengikuti konferensi YM yang insya Allah akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal   : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=237&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>Kepada: Keluarga Besar Alumni &amp; Abituren Bangil</h3>
<p> </p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum wr wb</p>
<p>Segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala kebutuhan hidup ciptaan-Nya. Shalawat serta salam kita hanturkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai penutup para nabi.</p>
<p>Sehubungan dengan semakin dekatnya masa pelaksanaan reuni nasional II, memohon kesedian semua kawan untuk  mengikuti konferensi YM yang insya Allah akan dilaksanakan pada:</p>
<p>Hari/tanggal   : Jum&#8217;at, 19 juni 2009</p>
<p>Waktu                 : 15.00 s/d 17.00 WIB</p>
<p>Acara                  : Konferensi Alumni Bangil (silahturahmi, koordinasi dan konsolidasi)</p>
<p>Tema                   : &#8221; Membincangkan pemberdayaan dan peran alumni&#8221;.</p>
<p>Tempat               : Yahoo messenger (YM)</p>
<p>Atas perhatian dan kesediaanya kami ucapkan banyak terima kasih, jazakumullah khairal jaza&#8217;.</p>
<p>Wassalamu &#8216;alaikum wr wb</p>
<p> </p>
<p>lebih jelasnya klik :<a href="http://2.bp.blogspot.com/_tuSTuwJbGVI/SjbrPidHS3I/AAAAAAAAAFE/4q4wmBpUpdk/s1600-h/conference.jpg">http://2.bp.blogspot.com/_tuSTuwJbGVI/SjbrPidHS3I/AAAAAAAAAFE/4q4wmBpUpdk/s1600-h/conference.jpg</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/237/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/237/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/237/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=237&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/06/16/undangan-konferensi-ym-alumni-abituren-bangil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jama&#8217;ah Tabligh</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/06/15/jamaah-tabligh/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/06/15/jamaah-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 17:58:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[jama'ah tabligh]]></category>
		<category><![CDATA[JT]]></category>
		<category><![CDATA[Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi]]></category>
		<category><![CDATA[muhammad ilyas]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah jama'ah tabligh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=234</guid>
		<description><![CDATA[Jama&#8217;ah Tabligh
Berdakwah dengan cara damai
Oleh: Su&#8217;ud Hasanudin
 
Muqodimah.
India adalah sebuah wilayah yang cukup luas pada masa sebelum berpacahnya menjadi beberapa Negara; India, Pakistan, Bangladesh, Kashmir yang mesih menjadi sengketa.  Di negeri ini banyak bermunculan gerakan dan sekte keagamaan dengan macam dan ragamnya, mulai dari gerakan pencerahan keagamaan hingga singkritisasi perpaduan dari beberapa agama. Syiah islmailiyah, Deoband, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=234&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h1 style="text-align:center;">Jama&#8217;ah Tabligh</h1>
<h4 style="text-align:center;">Berdakwah dengan cara damai</h4>
<p style="text-align:center;"><strong>Oleh: Su&#8217;ud Hasanudin</strong></p>
<p> </p>
<p><strong>Muqodimah</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">India adalah sebuah wilayah yang cukup luas pada masa sebelum berpacahnya menjadi beberapa Negara; India, Pakistan, Bangladesh, Kashmir yang mesih menjadi sengketa.  Di negeri ini banyak bermunculan gerakan dan sekte keagamaan dengan macam dan ragamnya, mulai dari gerakan pencerahan keagamaan hingga singkritisasi perpaduan dari beberapa agama. Syiah islmailiyah, Deoband, Nadwatul ulama, Aligart movement, Berelvi, Tabligh, Ahmadiyah, Sikh, dan masih banyak lagi.<span id="more-234"></span></p>
<p style="text-align:justify;">India masih dikenal sebagai Negara yang berpenduduk mayoritas hindu, namun didalam Negara India terdapat sejumlah masyarakat muslim yang jauh lebih besar dari masyarakat Islam di Indonesia yang disebut sebagai Negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Demikian juga India tidaklah sepanjang masa dikuasai oleh masyarakat hindu, bahkan sebelum masukanya inggris ke dataran India masyarakat muslim pernah memimpin negara tersebut dalam bentang waktu yang cukup lama. Setidaknya dalam beberapa kitab hadits nama India terabadikan didalamnya, seperti dalam shohih al Bukhory<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn1">[1]</a> nama al hind disebut sebagai sebuah tempat yang pernah didatangkan dari wilayah tersebut sebatang kayu untuk dijadikan bahan atap masjid an Nabawi pada masa kholifah Usman bin Afan. Bahkan dalam sunan an Nasai<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn2">[2]</a> terdapat satu bab khusus mengenai Ghozwa tul Hind (pengiriman pasukan di India).</p>
<p style="text-align:justify;">Bangsa India telah memiliki kekayaan budaya dan alam dan sudah dikenal oleh masyarakat dunia sejak lama, bahkan lembah mohinyo daro, dalam sejarah dilihat sebagai salah satu peradapan tertua di dunia. Dan dari kekayaan alam itulah bangs eropa tertarik untuk datang ke wilayah ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat Islam berkembang di wilayah ini pada abad ke-8, setelah masuknya Muhammad bin Qosim, ke wilayah ini sebagai utusan dari pemerintahan Islam di Damaskus pada saat itu <a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn3">[3]</a>. Pemerintahan Islam berdiri untuk pertama kalinya di dataran India pada kisaran tahun 712 M, berkedudukan di wilayah sind.<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Datangnya Ingris ke dataran India paling tidak telah merubah wajah dataran India, salah satu diantaranya adalah terpecahnya wilayah dataran tersebut menjadi beberapa Negara; India, Pakistan, Bangladesh, yang dahulu adalah satu wilayah kesatuan dengan sebutan India.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Munculnya multi movement di India</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah runtuhnya kekuasaan kerajaan monghul, umat Islam di India membentuk beberapa frond perjuangan, baik yang berbasis gerakan keagaaman, politik, maupun pendidikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Gerakan yang dipinpin oleh Shah Waliyullah ad Dahalwi adalah salah satunya sebuah gerakan pembaharuan yang membawa masyarakat Islam India kembali menyadari akan pentingnya karakteristik keIslaman. Laskar perjuangan (Jihat Movement) yang dipimpin oleh Syeh Ahmad (1785) adalah salah satu gerakan perjuangan melawan penjajahan Ingris dan menginginkan kembalinya pemerintahan kekhalifahan sebagaimana yang pernah terjadi pada generasi sahabat <a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn5">[5]</a>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sir Syed dengan ali garh Movement adalah sebuah gerakan pembaharuan dalam bidang pendidikan di dataran India yang di dirikan pada tahun 1857, dengan landasan ingin memperbaiki dengan mengangkat martabat bangsa muslim India.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat gerakan Sir Syed Ahmad Khan yang cenderung menyimpang <a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn6">[6]</a> para ulama India kemudian mendirikan Dar ul Ulum Deoband pada tahun 1867. </p>
<p style="text-align:justify;">Setelah beberapa kali terjadi konfik dan perseteruan antara gerakan Sir Syed dan Dar ul Ulum, ada beberapa pihak yang mencoba untuk menengahi masalah tersebut, kemudian didirikanlah Nadwat ul Ulama Lacknow. Gerakan ini berkeinginan untuk menyatukan dua fikiran yang dinilai bertolak belakang; yakni extreme modern development yang cenderung ke barat-baratan dan traditional approaches, prinsip utama Nadwat ul Ulama yang didirikan oleh Syed Muhammad Ali Cawnpuri adalah modern tanpa menghilangkan tradisi. </p>
<p style="text-align:justify;">Sementara dibidang politik, Muslim Leage diririkan tahun 1906 untuk memperjuangkan dan mengembalikan citra baik masyarakat muslim India. Pada umumnya orang-orang yang duduk di Muslim luage adalah buah dari gerakan Sir Syed dengan Aligarh College nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan dalam masa-masa menjelang pemisahan Pakistan dari India Jama’ah Tabligh didirikan.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sejarah berdiri jama’ah tabligh.</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jama’ah Tabligh secara susunan bahasa diambil dari bahasa Arab: جماعة التبليغ , yang berarti &#8220;kelompok penyampai dan penyebar&#8221;. Jama&#8217;ah Tabligh didirikan pada akhir 1920-an oleh Maulana Muhammad Ilyas Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada sejarah yang terpotong dalam melihat jama’ah tabligh, seringkali jama’ah tabligh diidentikan dengan Pakistan. Bukan hanya sebab memandang dari ciri khas meraka berpakaian, rewind yang tidak jauh dari pusat kota Lahor merupakan diantara tempat yang memiliki kedudukan khusus bagi para peminat jama’ah tabligh. Seringkali perhelatan besar diselenggarakan di tampat itu, bahkan ijtima (international conference) tahunan selalu dilaksanakan di kota tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Lahore sebenarnya bukanlah kota kelahiran asal jama’ah tersebut, melainkan jama’ah tersebut sebenarnya dilahirkan di Kandhalawi di Mewat, sebuah provinsi di India.</p>
<p style="text-align:justify;">Muhammad Ilyas sendiri dilahirkan pada tahun 1303 H dengan nama asli Akhtar Ilyas. Ia meninggal pada tanggal 11 Rajab 1363 H.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Muhammad Ilyas melihat mayoritas orang Meiwat<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn7">[7]</a> (suku-suku yang tinggal di dekat Delhi, India) jauh dari ajaran Islam, berbaur dengan orang-orang Majusi para penyembah berhala Hindu, bahkan memakai nama-nama orang Hindu, serta tidak ada lagi keislaman yang tersisa kecuali hanya nama dan keturunan, kemudian kebodohan yang kian merata, tergeraklah hati Muhammad Ilyas. Pergilah ia ke Syaikhnya dan Syaikh tarekatnya, seperti Rasyid Ahmad Al-Kanhuhi dan Asyraf Ali At-Tahanawi untuk membicarakan permasalahan ini. Dan ia pun akhirnya mendirikan gerakan tabligh di India, atas perintah dan arahan dari para syaikhnya tersebut. Merupakan suatu hal yang ma’ruf di kalangan tablighiyyin (para pengikut jamah tabligh) bahwasanya Muhammad Ilyas mendapatkan tugas dakwah tabligh ini setelah kepergiannya ke makam Rasulullah</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan utama dari gerakan Tabligh ini adalah membangkitkan jiwa spiritual dalam diri dan kehidupan setiap muslim. Jama’ah Tabligh merupakan pergerakan non-politik. Jama’ah Tabligh juga merupakan gerakan Islam yang tidak memandang asal-usul mahdzab atau aliran pengikutnya, Ada dua hal yang tidak boleh diperbincang selama Tabligh, yaitu soal politik dan khilafiah.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkenaan dengan nama, mungkin banyak kalangan dalam jama’ah tabligh sendiri terkadang enggan menyebut nama gerakan tersebut dengan nama apapun. Tidak diketahui secara pasti siapakah yang memberi nama jama’ah tersebut dengan sebutan jama’ah Tabligh, namun yang pasti dari <em>jaulah</em> (perjalanan dakwah yang mereka tempuh) mengisyaratkan bahwasanya diambilnya nama tabligh karena keterikatan meraka dengan selalu mengadakan bepergian untuk menyampaikan Islam</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ajaran darsar Jama’ah Tabligh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jama’ah Tabligh mempunyai suatu asas dan landasan yang sangat dipegang teguh. Asas dan landasan ini mereka sebut dengan <em>al-ushulus sittah</em> (enam landasan pokok) atau <em>ash-shifatus sittah</em> (sifat yang enam), dengan rincian sebagaimana berikut;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat Pertama</em>: Merealisasikan Kalimat Thayyibah Laa Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka menafsirkan makna Laa Ilaha Illallah dengan: “mengeluarkan keyakinan yang rusak tentang sesuatu dari hati kita dan memasukkan keyakinan yang benar tentang dzat Allah, bahwasanya Dia-lah Sang Pencipta, Maha Pemberi Rizki, Maha Mendatangkan Mudharat dan Manfaat, Maha Memuliakan dan Menghinakan, Maha Menghidupkan dan Mematikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat ke dua</em>: Shalat khusyu&#8217; dan khudu&#8217;. Artinya: Shalat dengan konsentrasi batin dan rendah diri dengan mengikuti cara yang dicontohkan Rasulullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan memiliki maksud membawa sifat-sifat ketaatan kepada Allah dalam shalat kedalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat ketiga</em>: Keilmuan yang ditopang dengan dzikir. Ilmu yang berarti semua petunjuk yang datang dari Allah melalui Baginda Rasulullah. Dan dzikir yang berarti mengingat Allah sebagaimana keagung-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang dimaksud Ilmu ma&#8217;adz dzikr (ilmu yang di topang dengan dzikir) adalah melaksanakan perintah Allah dalam setiap saat dan keadaan dengan menghadirkan ke-Agungan Allah mengikuti cara Rasulullah.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat Keempat</em>: Menghormati Setiap Muslim (Ikramul Muslimin), artinya Memuliakan sesama muslim. Maksudnya: Menunaikan kewajiban pada sesama muslim tanpa menuntut hak dari padanya.<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn8">[8]</a></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat Kelima</em>: Memperbaiki Niat (Membersihkan niat dalam beramal, semata-mata karena Allah). Tidak diragukan lagi bahwasanya memperbaiki niat termasuk pokok agama dan keikhlasan adalah porosnya.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sifat Keenam</em>: Dakwah dan Khuruj di jalan Allah subhanahu wata&#8217;ala. Cara merealisasikannya adalah dengan menempuh khuruj (keluar untuk berdakwah) bersama <em>Jama’ah Tabligh</em>, empat bulan untuk seumur hidup, 40 hari pada tiap tahun, tiga hari setiap bulan, atau dua kali berkeliling pada tiap minggu di tempat ia tinggal. Dalam perjalanan khuruj mereka selalu meluangkan untuk menjenguk orang sakit, mengunjungi para sesepuh dan bersilaturahmi, membaca satu juz Al Qur’an setiap hari, memelihara dzikir-dzikir pagi dan sore, membantu para jama’ah lainya yang sedang lewat dalam rangka khuruj. Dan sebelum melakukan khuruj.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka selalu diberi hadiah-hadiah berupa konsep berdakwah yang disampaikan oleh salah seorang anggota jama’ah yang berpengalaman dalam hal khuruj atau yang disebut dengan tasykil.<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn9">[9]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Dilihat secara sepintas, tidak ada indikasi dalam ajaran jama’ah tabligh yang menyimpang dari konsep dasar Islam. Dari ke enam sifat yang dipilih oleh jama’ah tabligh semuanya memiliki dasar dalam agama Islam baik dalam al Quran maupun as Sunnah. Bahkan ke eman sifat tersebut cenderung merupakan sifat yang disepakati oleh semua umat Islam tanpa menuai perbedaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Siapapun orangnya, selama dia masih mengaku sebagai muslim pasti mengakui pentingnya dua kalimat syahadat dan merealisasikan dalam bentuk tindak-tanduk nyata, demikian juga dengan shalat. Shalat bukan hanya sekedar kewajiban yang harus ditunaikan, namun shalat adalah salah satu ritual pensucian diri sehingga diharapkan orang-orang yang shalat memiliki jiwa yang fitri dengan mengakui adanya kebenaran dan berusaha melaksanakanya dan mengakui adanya kejelekan dengan berusaha menjahuinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya dalam konsep yang ke enam jama’ah tablig menuai kritik penggunaan istilah khuruj. Khuruj dalam istilah yang digunakan oleh para pendahulu adalah keluar untuk menjemput musuh. Namun dalam hal ini Jamah Tabligh menggunakan istilah khuruj dalam rangka keluar berdakwah tanpa membawa senjata atau kesiapan bertempur.</p>
<p style="text-align:justify;">Sangat jelas antara keluar menjemput musuh dan keluar menemui sesama muslim<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn10">[10]</a> untuk berdakwah adalah dua hal yang berbeda, dari tingkat kesulitan dan resiko.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi bagi saya, istilah khuruj dalam jama’ah tabligh adalah sebuah hasil ijtihat Maulana ilyas yang didahului oleh perenungan yang cukup panjang, dimana umat Islam setelah runtuhnya kekhalifahan ustmaniyah terpencar dalam wilayah-wilayah yang cukup banyak penamaanya. Dan hampir istilah khuruj tidak beredar dalam praktek disebabkan tidak adanya kekhalifahan, terlebih lagi pemerintahann Islam Mungol telah lenyap dari dataran India. sebab dalam (khuruj) harus melalui keputusan khalifah (ta&#8217;yin).</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat kondisi yang sedemikian, maka patut untuk dilakukan ijtihat mengubah konsep khuruj dalam rangkan menghadapi musuh, kepada khuruj dalam rangka mengembalikan dan membangkitkan rasa keislaman dari pribadi-pribadi yang telah memudar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian kalangan menggagap bahwa konsep khuruj adalah bid’ah (atau sesuatu yang diada-adakan) yang sebelumnya tidak ada. Namun dalam ceramah yang pernah penulis dengar konsep khuruj yang mereka kenal khuruj fi sabilillah adalah sebuah usaha penyelamatan meredupnya semangat keislaman dari para pribadi muslim.<a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftn11">[11]</a> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pendidikan dalam jama’ah tabligh</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Jama’ah tabligh bukan hanya mengandalkan kegiatan khuruj saja sebagai wahana pendidikan umat, namun jama’ah tabligh juga memiliki madrasah (lembaga pendidikan) untuk menyiapkan kader-kader yang siap berbakti menyebarkan agama Islam. </p>
<p style="text-align:justify;">Madaris (lembaga-lembaga pendidikan) yang dimiliki oleh jama’ah tabligh di Pakistan pada umumnya masih mengikuti system pendidikan yang dimiliki oleh madaris Deoband, dengan mengandalkan masjid sebagai tempat beribadah sekaligus tempat pendidikan. Biasanya dalam satu kelompok memiliki pembimbing khusus, dan dalam periode tertentu mengalami pergantian.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada hal yang menarik dalam setiap madaris yang mereka miliki khususnya dalam beberapa masjid besar mereka seperti; Rewind dan Zakaria Masjid di Rawal Pindi, adalah penguasaan beberapa bahasa asing selain urdu sebagai bahasa popular mereka, seperti inggris dan cina.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa pertemuan besar kemampuan mereka berbahasa biasa terlihat dengan kegiatan mereka dalam menterjemah secara langsung dari bahasa urdu ke dalam bahasa-bahasa yang dibutuhkan oleh kalangan yang datang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam bidang ini jama’ah tabligh dinilai oleh beberapa kalangan tidak memiliki pendalaman yang memadahi, salah satu gejala yang biasa kami deteksi adalah minimnya buka yang dicetak baik mengenai jama’ah tabligh sendiri atau buku-buku dalam bidang keislaman yang mereka kuasai.</p>
<p style="text-align:justify;">Kitab yang sering dijadikan acuan oleh mereka adalah fadhoil us Shohabah, fadhoil ul Amal, yang cenderung menuai kritik dari beberapa pakar ahli dalam bidangnya. Seperti Fadhoil ul A’mal adalah tergolong kitab yang ditulis dalam bidang hadits, walaupun tidak secara utuh. Namun dalam kitab tersebut terdapat banyak hadits palsu dan cenderung mengada-ada yang tidak mendapatkan penjelasan dan perhatian yang memadahi. Hingga dari banyak kalangan mereka menelan dan mempercayai mentah-mentah apa yang ada dalam kitab tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu kesalahan para jama’ah tabligh tatkala ditanya tentang hadits- hadits palsu yang ada dalam kitab tersebut, meraka menjawab bahwa diperbolehkan menggunakan hadits dhoif dalam fadhoil ul A’mal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan para pakar hadits bersepakat bahwa hadits maudhu (palsu) tidak bisa digunakan dasar dalam bidang apapun. Sedangkan diperbolehkanya menggunakan hadits dhoif dalam fadhoil A’mal adalah dalam koridor dan persyaratan tertentu. Seakan dalam hal ini jama’ah tabligh tidak membedakan antara hadits dhoif dan hadits maudhu’.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jama’ah Tabligh dan Politik</strong></p>
<p style="text-align:justify;">            Jama’ah Tabligh adalah jama’ah paling netral dalam masalah polotik, bahkan mereka cenderung untuk tidak turun tangan dalam masalah politik praktis.</p>
<p style="text-align:justify;">            Jama’ah tabligh adalah jama’ah yang senantiasa menganjurkan kepada pengikutnya untuk tidak bicara politik dalam perjalanan yang mereka lakukan, sebab masalah politik adalah masalah yang selalu mendatangkan pro dan kontra.</p>
<p style="text-align:justify;">            Dan dalam bernegara jama’ah tabligh tergolong tidak melawan penguasa, sekalipun dalam posisi menuai kritik dari banyak kalangan. Oleh sebab itu jama’ah tabligh bisa hidup dimana saja, seperti di Pakistan yang setiap saat berubah. Malaysia yang cenderung monarki, bahkan di Negara-negara minoritas seperti dataran eropa dan amerika.</p>
<p style="text-align:justify;">            Jama’ah tabligh juga tergolong yang tidak menusingkan wilayah territorial Negara, walaupun jama’ah tabligh ada di India dan di Pakistan, jama’ah tabligh tidak pernah bermimpi untuk membuat satu dua komunitas tersebut bersatu dalam satu kawasan untuk membentuk masyarakat memiliki pengaruh tawar-menawar terhadap penguasa untuk kepentingan politik tertentu.</p>
<p style="text-align:justify;">            Namun pada Negara-negara tertentu jama’ah tabligh tidak bisa melancarkan kegiatan secara maksimal sepeti di Negara Saudi. Jama’ah tabligh di Saudi cenderung dianggap jama’ah yang menyimpang dari beberapa cara pandang, diantaranya dalam masalah aqidah sufistik yang mereka miliki, atau kebanyakan cirita-cerita khurofat yang mereka kembangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">wallahu a&#8217;lam bis showab.</p>
<p> </p>
<hr size="1" /> </p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref1">[1]</a> Lihat Kitab us Shalat, Abwab ul Masajid, bab bibayan il Masjid. Dalam riwayat tersebut dijelaskan bahwa masjid an Nabawi pada masa khalifah Abu Bakar tidak mengalamai perubahan, kemudian mengalami perbaikan pada masa khalifah Umar bin al Khotob, dan mengalami perbaikan dalam dan luar pada masa khalifah Ustman bin Afan. Dalam perombakan masjid an Nabawi Kholifah Ustman mendatangan batang kayu dari India untuk dijadikan bagian dari atap masjid.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref2">[2]</a> Lihat Kitab ul Jihat, Bab ul Ghozw ul Hind. Dua diantara hadits dalam bab tersebut dinyatakan oleh al Bani sebagai hadits lemah, dan satu yang terakhir memiliki sanat yang cukup dapat dipercaya.</p>
<p><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref3">[3]</a> Pakistan studies, Prof. Sh. Muhammad Rafique, hal : 35</p>
<p><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref4">[4]</a> Ibid, hal : 37.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref5">[5]</a>  Yang dimaksud dengan sahabat adalah orang-orang yang bertemu dengan Rasulullah dan ber-Islam pada zamanya dan meninggal dalam keadaan Islam, demikianlah definisi yang diberikan oleh ulama hadits. Dan yang kami maksud sahabat disini adalah generasi ke dua setelah Rasul, diantara mereka adalah Abu Bakr, Umar, Ustman, dan Ali.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref6">[6]</a>  Sir Syed Ahmad Khan adalah seorang yang lebih cenderung Scientivic, dan dialah yang pernah mendirikan scientivic society sebagai cikal bakal aligarth university. diantara propaganda yang selalu ia lontarkan adalah penguasaan bahasa inggris, selain keinginan mengadopsi dan menterjemahkan pengetahuan dalam bahasa inggris ke bahasa urdu. Beberapa kalangan memandang bahwa Sir Syed Ahmad Khan telah mewariskan hal-hal yang menyimpang dari agama kepada umat Islam di India, diantaranya adalah gerakan mengingkar us Sunnah, selain dari pada itu Sir Syed juga berhasil menerbitkan seorang murid yang mengklaim dirinya sebagai nabi, bernama Mirza Ghulam Ahmad dengan sekte Ahmadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref7">[7]</a>  Dari tepat tersebutlah inspirasi pendirian jama’ah tabligh. Dan dengan semangat meiwat lah jama’ah tabligh terus bergerak, oleh karena itu tidak jarang jama’ah tabligh memandang siapapun yang ia jumpai dari seorang muslim dianggapnya sebagaimana muslim meiwat yang telah tereduksi identitas keislamanya. Dan dari sudut pandang yang demikian menyebabkan jama’ah tabligh mendapatkan respon yang kurang baik beberapa kalangan dari umat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref8">[8]</a>  Banyak ayat al Qur’an yang menganjurkan untuk berbuat baik sesama muslim hingga pada saat ada yang saling berseteru sekalipun bagi pihak ke tiga berkewajiban untuk mendamaikannya. Demikian juga hadits, sangat banyak menganjurkan untuk berbuat baik sesama muslim, bahkan kepada orang non muslim sekalipum yang tidak dalam posisi memeranggi umat Islam. Demikian jama’ah tabligh mengamalkan ajaran al Qu’ran dan sunnah dengan tanpa memicu perdebatan, sebab semua orang akan sepakat bahwa ikram ul muslimin adalah kebaikan yang diakui oleh sesama pihak. Sikap jama’ah tabligh yang paling menonjol dalam masalah ini adalah ikrom mereka kepada tamu yang sedangan berkunjung ke tempat mereka. Anda akan dilayani bak seorang raja pada saat bertamu kepada mereka.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref9">[9]</a> Tasykil adalah satu proses pembentukan pembekalan jama’ah yang berniat untuk mengadakan perjalanan dakwah tertentu, biasanya pembekalan tersebut dilakukan oleh seorang yang telah lebih dahulu berpengalaman dalam melakukan perjalanan dakwah.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref10">[10]</a> Ini bukan berarti bahwa fokus gerakan jama’ah tabligh khusus ditujukan kepada sesama muslim, namun jama’ah tabligh juga membidik “dengan khurujnya” kepada pemeluk agama lain. Namun secara umum gerakan tabligh lebih sering ditujukan kepada sesama muslim untuk membangkitkan jadi diri keislaman mereka yang sempat terpendam atau juga ternoda. Oleh sebab itu tidak jarang diantara anggota jama’ah tabligh adalah mantan orang bergelimang dosa.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://fospi.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/pasteword.htm?ver=3241-1141#_ftnref11">[11]</a>  Pada zaman sekarang dimana nilai-nilai keislaman mulai meluntur perlu rasanya upaya mengembalikan nilai-nilai keislaman pada pribadi-pribadi. Dari upaya itulah jamaah tabligh telah dapat mengembalikan pribadi-pribadi muslim, oleh sebab itu tak sedikit orang-orang yang dahulunya para pendosa berhasil disadarkan; para selebriti, pejabat, para preman dan lain sebagainya banyak yang kemudian aktif di Jamaah tersebut karena merasa mendapatkan jatidirinya kembali yang sempat memudar.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/234/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/234/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/234/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=234&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/06/15/jamaah-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUDAH TAHU AKU!!!</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/02/10/sudah-tahu-aku/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/02/10/sudah-tahu-aku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 18:02:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[SUDAH TAHU AKU!!!
“Hanya mengingatkan”

Tahukah anda&#8230;?, bahwa Koran Tempo mayoritas pembacanya (bahkan 99 %) hanya terdiri dari orang-orang awam yang suka ngobrol, ngerumpi, ngegosip dari waktu ke waktu.
Tahukah anda&#8230;?, bahwa Koran Jawa Pos biasa dinikmati semua kalangan, mulai remaja sampai orang lanjut usia, dari tukang parkir sampai direktur.
Tahukah anda,bahwa Koran Republika peminatnya hanya terdiri dari orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=229&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;">SUDAH TAHU AKU!!!</h2>
<p style="text-align:center;">“Hanya mengingatkan”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Tahukah anda&#8230;?, bahwa Koran Tempo mayoritas pembacanya (bahkan 99 %) hanya terdiri dari orang-orang awam yang suka ngobrol, ngerumpi, ngegosip dari waktu ke waktu.<br />
Tahukah anda&#8230;?, bahwa Koran Jawa Pos biasa dinikmati semua kalangan, mulai remaja sampai orang lanjut usia, dari tukang parkir sampai direktur.<br />
Tahukah anda,bahwa Koran Republika peminatnya hanya terdiri dari orang-orang berpendidikan (gak promosi neh&#8230; red).<span id="more-229"></span></p>
<p>Tahukah anda&#8230;?, ada suatu tulisan yang selalu dinikmati, dicari bahkan rela ditunggu berbulan-bulan untuk mendapatkannya. Ada juga tulisan yang dibaca sebentar lalu ditelantarkan. Dan ada yang bernasib baik, dibaca sekali sampai habis lalu ditinggalkan karena tak bergairah lagi.</p>
<p>Jika suatu tulisan yang selalu ditunggu dan dicari orang-orang karena mereka yakin akan mendapatkan sesuatu yang baru, bermanfaat dan memberikan inspirasi tersendiri, walaupun telah membacanya, akan dibaca lagi. Dan selalu memberi nuansa cerah, seperti sebagian orang yang suka mendengarkan musik, walaupun ia telah mendengarkan sampai habis akan diputar ulang lagu itu.</p>
<p>Seolah menemukan sesuatu yang baru didalamnya.  Sedangkan tulisan yang “ dibaca sebentar lalu ditelantarkan” tidak akan dicari  lagi kecuali ada perubahan besar/gebrakan dalam tulisan berikutnya. Dan tulisan yang “ dibaca sekali sampai habis lalu ditinggalkan” para pembaca tidak akan menyibukkan diri untuk mencarinya melainkan ‘STOK’nya mudah didapat.</p>
<p>Secara ringkas tulisan yang baik mempermudah persoalan yang rumit, bukannya memperumit persoalan yang mudah atau sangat sederhana, dan isinya merangsang pembaca untuk berpikir serta menghayati, dengan bahasa yang ringan tapi berbobot plus tidak mengada-ngada.</p>
<p>Dari semua hal di atas hanyalah sebuah celotehan yang sangat mudah untuk dibantah, pantas  anda disebut seorang intelektual jika tidak langsung percaya  akan wacana tadi dan mempersiapkan bantahan-bantahan terlebih dahulu sebagai percikan semangat tak mau kalah, demi eksistensi dan harga diri yang harus dibela sampai kapanpun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=229&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/02/10/sudah-tahu-aku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CARA BERDIRI I&#8217;TIDAL</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2009/01/27/cara-berdiri-itidal-3/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2009/01/27/cara-berdiri-itidal-3/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 11:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[angkat tangan turun sujud]]></category>
		<category><![CDATA[cara berdiri i'tidal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=220</guid>
		<description><![CDATA[CARA BERDIRI I&#8217;TIDAL
Bag 03 (Habis)
YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENGANGKAT TANGAN DAN BERTAKBIR KETIKA TURUN SUJUD.
Sudah saya sertakan riwayat bahwa Nabi saw mengangkat tangannya ketika takbir turun sujud. Riwayat itu adalah dari jalan Umar r.a (lihat riwayat ke &#8211; 8 )
Lalu:
A.	Ada yang meragukan tentang keshahihan hadits riwayat Thabrani tersebut.
B.	Saudara A.T berpendapat bahwa riwayat Thabrani itu berlawanan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=220&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">CARA BERDIRI I&#8217;TIDAL</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">Bag 03 (Habis)</span></h2>
<p>YANG BERHUBUNGAN DENGAN MENGANGKAT TANGAN DAN BERTAKBIR KETIKA TURUN SUJUD.</p>
<p style="text-align:justify;">Sudah saya sertakan riwayat bahwa Nabi saw mengangkat tangannya ketika takbir turun sujud. Riwayat itu adalah dari jalan Umar r.a (lihat riwayat ke &#8211; 8 )<br />
Lalu:<br />
A.	Ada yang meragukan tentang keshahihan hadits riwayat Thabrani tersebut.<br />
B.	Saudara A.T berpendapat bahwa riwayat Thabrani itu berlawanan dengan riwayat no.9  dari Ibnu Umar r.a, ia berkata bahwa Nabi saw &#8220;tidak mengangkat tangan waktu sujud&#8221;. Maka yang dipakai adalah riwaat no.9 karena ia lebih kuat (ditarjih).<span id="more-220"></span></p>
<p>DARI SAYA:<br />
1.	Tentang keraguan keshahihan riwayat Thabrani. Riwayat Thabrai itu begini: (HADITS KE-16)</p>
<h2 style="text-align:right;">عَن ابن عمر أنّ النبي صلى الله عليه وسلّم كان يرفع يدَيْه عند التَّكْبِيْرِ للرُّكُوْعِ وعند التّكبير حين يَهوِي ساجِدًا.</h2>
<p style="text-align:justify;">Riwayat ini terdapat dalam kitab maj-ma&#8217;uzzawaaid, juz II hal 102. setelah meriwayatkan hadits itu Al-Haitsami berkata: (RIWAYAT KE-17)</p>
<h2 style="text-align:right;">رَوَاهُ الطَّبْرَانيِ في الأَوْسَطِ وهوَ في الصَّحِيحِ خَلاَ التَّكْبِيرِ لِلسَُجُوْدِ وَاسْنَادُهُ صَحِيْحٌ.</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Hadits itu diriwayatkan Thabrani dalam kitabnya: Al-Aushatd dan hadits itu ada dalam Shahih (Bukhari), selain (hal) takbir untuk sujud dan isnadnya shahih.</p>
<p>Sesudah mengetahui ini, kalau saudara yang meragukan itu masih juga ragu-ragu, tolong tunjukkan kelemahan sanadnya. Siapa rowi yang tercela.<br />
2.	Tentang berlawanan dengan riwayat no.9 di atas. Dalam diriwayat no.9 itu dikatakan: ( HADITS KE &#8211; 18 )</p>
<h2 style="text-align:right;">وَلاَيَفْعَلُ ذلكَ حِيْنَ يَسْجُدُ.</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Nabi saw tidak berbuat demikian (angkat tangan) ketika sujud.</p>
<p>Sedang hadits no.16 menyatakan &#8220;Nabi saw mengangkat tangan&#8221;.<br />
Kedua riwayat itu dari Ibnu Umar r.a, nampaknya berlawanan. Karena itu perlu didudukkan begini:<br />
riwayat dari Ibnu Umar r.a itu ( no.18 ) bermacam-macam susunannya seperti di bawah ini:<br />
( HADITS KE &#8211; 19 )</p>
<h2 style="text-align:right;">ولايفعل ذلك في السجود. رواه البخاري</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Nabi saw tidak berbuat demikian (angkat tangan) dalam sujud. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.</p>
<p>(HADITS KE-20)</p>
<h2 style="text-align:right;">ولايفعل ذلك حين يَسْجُدُ. البخاري</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Nabi saw tidak berbuat demikian waktu sujud. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari.</p>
<p>(HADITS KE-21)</p>
<h2 style="text-align:right;">ولايَرْفَعُهُما بين السَّجْدَتَيْنِ. مسلم</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Nabi saw tidak mengangkat kedua tangannya di antara dua sujud. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.</p>
<p>(HADITS KE-22)</p>
<h2 style="text-align:right;">ولايفعل حِيْنَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ من السُّجُوْدِ. مسلم</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Nabi saw tidak mengerjakan itu ketika mengangkat kepalanya dari sujud. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.</p>
<p>Padalah ceritanya satu, kalau kita perhatikan 4 macam susunan itu adalah yang no.19 itu sebagai pokok, yaitu tidak mengangkat tangan dalam sujud. &#8220;tidak mengangkat tangan antara dua sujud&#8221; no.21 dan &#8220;tidak ketika mangangkat kepala dari sujud&#8221; no.22 termasuk &#8220;dalam sujud&#8221; no.19 itu.</p>
<p>Maka &#8220;حين يسجد&#8221; yang ada dalam keterangan no.9,8 dan 20 artinya adalah &#8220;waktu sujud&#8221;, yakni dalam sujud -bukan hendak turun sujud-. Makna ini sesuai dengan &#8220;في السجود&#8221; no.19.</p>
<p>Dalam qamus Al-Mu&#8217;jamul washit disebut:</p>
<h2 style="text-align:right;">الحِينُ وَقْتٌ من الدَّهْرِ مُبْهَمٌ طَالَ أو قَصُرَ.</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;al-hiin&#8221; itu satu waktu dari masa yang tidak terang, baik panjang atau pendek.</p>
<p>Dalam lisanul arab disebut:<br />
1.	waqtun: waktu.<br />
2.	muddatun: masa.</p>
<p>Selain itu, kata-kata &#8220;hiin&#8221; itu dapat diartikan &#8220;sesudah&#8221;, seperti hadits:</p>
<h2 style="text-align:right;">مَن قَالَ حِيْنَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ: اللهم&#8230;. الخ إلاَّ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعةُ يومَ القِيَامةِ. الترمذي وغيره</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: barang siapa mengucap sesudah ia mendengar adzan &#8220;Allahumma sampai akhir&#8221; pasti turun syafa&#8217;at atasnya pada hari qiamat. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan yang lain.</p>
<p>Ini do&#8217;a adzan, diucapkan sesudah adzan, tidak ketika adzan. Karena kita diperintah menjawab adzan. Kata al-Mubaarkafury (Tuhfatul-Ahwadzy 1:622) bahwa do&#8217;a itu diucapkan di waktu selesai adzan.</p>
<p>Maka arti &#8220;hiina yasjudu&#8221; itu ialah: sesudah sujud, yaitu sesudah sujud pertama, berarti di dalam sujud, bukan akan sujud.</p>
<p>Dengan begini, maka riwayat Ibnu Umar r.a dari Thabrani itu tidak berlawanan dengan riwayat Bukhari dan Muslim tersebut. Masing-masing dipakai pada tempatnya.</p>
<p>Riwayat Thabrani yang ada &#8220;angkat tangan&#8221; dipakai untuk &#8220;turun sujud&#8221; (sebelum sujud), sedang riwayat Bukhari dan Muslim yang &#8220;tidak angkat tangan&#8221; dipakai dalam sujud.</p>
<p>1.	Ada pendapat bahwa tidak ada keterangan &#8220;berdekap itu rukun&#8221;.<br />
JAWAB: Memang tidak ada keterangan yang mengatakan &#8220;berdekap&#8221; itu rukun atau syarat.</p>
<p>Tetapi yang nyata bahwa &#8220;berdekap&#8221; itu diperintah sebagaimana telah disebutkan di atas.</p>
<p>Tiap perintah wajib dikerjakan &#8220;kecuali kalau ada keterangan lain yang mengubahnya&#8221;.</p>
<p>2.	Ada yang berpendirian bahwa sedekap itu &#8220;bid&#8217;ah&#8221;.<br />
JAWAB: Sesudah jelas bahwa &#8220;berdekap&#8221; itu diperintah, maka &#8220;berdekap&#8221; itu bukan &#8220;bid&#8217;ah&#8221;.</p>
<p>3.	Syaikh M. Nashiruddin Al-Bany dalam kitabnya &#8220;Shifat Shalat Nabi saw&#8221; hal.145 berpendapat bahwa &#8220;berdekap&#8221; itu bid&#8217;ah.<br />
JAWAB: Memang ada perkataan Syaikh Al-Bany tersebut, tetapi beliau tidak membawakan hadits atau riwayat, hanya beliau berkata:<br />
a.	Karena tidak ada dalam hadits (tentang berdekap itu).<br />
b.	Ulama&#8217; salaf tidak mengerjakannya.<br />
c.	Para Imam hadits tidak menyebutnya.<br />
d.	Pendapat Imam Ahmad boleh &#8220;berdekap&#8221; itu tidak dapat diterima karena itu ijtihadnya.</p>
<p>Jawaban menurut tertib abjad di atas:<br />
a.	Hadits yang memerintahkan berdekap ada dari Sahl bin Sa&#8217;d, ia berkata:</p>
<h2 style="text-align:right;">كانَ النَّاسُ يُؤْمَرُ أن يَضَعَ الرَّجُلُ يَدَهُ اليُمْنٰى على ذِرَاعِهِ في الصَّلاَةِ. البخاري</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Adalah orang-orang diperintah (oleh Nabi saw) supaya meletakkan tangan kanannya atas lengan kirinya dalam shalat. SR. Bukhari.</p>
<p>Dan ada beberapa riwayat lagi sebagaimana telah disebut. Mungkin waktu membaca riwayat tersebut dan sebagainya tidak terfikir soal &#8220;berdekap&#8221;, karena lalai dengan kebiasaan yang sudah bertahun-tahun lamanya.</p>
<p>b.	Bukan ulama&#8217; salaf &#8220;tidak mengerjakannya&#8221;, tetapi tidak ada riwayat yang tegas menerangkan mereka mengerjakannya. Kita percaya mereka mengetahui perintah Nabi saw itu dan kita percaya pula bahwa mereka mesti mengerjakannya, walaupun riwayatnya tidak sampai kepada kita.<br />
c.	Para Imam hadits tidak menyebut riwayat salaf itu, tidak berarti &#8220;tidak dilakukan&#8221;, dapat dicukupkan dengan &#8220;perintah&#8221; berdekap sebagaimana tersebut dalam riwayat Bukhari di atas.<br />
d.	Pendapat Imam Ahmad, sebagaimana Syaik Al-Bany terangkan: &#8220;boleh digantungkan tangan&#8221; dan &#8220;boleh berdekap&#8221;. Kalau begini, memang tidak diterima, tetapi soal &#8220;berdekap&#8221; mesti diterima karena telah sesuai dengan perintah Nabi saw dalam hadits Bukhari di atas.</p>
<p>Riwayat Imam Ahmad ini menunjukkan bahwa di zaman Imam Ahmad (wafat tahun 241H). sudah ada masalah &#8220;berdekap&#8221; itu.</p>
<p>Tentang pendapat Syaik Al-Bany bahwa &#8220;berdekap&#8221; itu bid&#8217;ah, dijawab oleh Syaikh Bin Baaz, di antaranya:</p>
<ul class="unIndentedList" style="text-align:justify;">
<li> Menentukan bahwa meletakkan tangan kanan atas tangan kiri waktu berdiri sesudah ruku&#8217; itu bid&#8217;ah yang sesat adalah satu kesalahan yang nyata, tidak ada seorang pun dari ahli ilmu sepanjang pengetahuanku mendahului dia (tentang mengatakan bid&#8217;ah itu) dan pendapat itu menyalahi hadits-hadits shahih yang terdahulu.</li>
<li> Aku (Bin Baaz) tidak ragu-ragu tentang ilmunya (Al-Bany), keutamaanya, keluasan pengetahuanya dan perhatiannya kepada sunnah. Mudah-mudahan Allah menambah ilmunya dan taufiqnya, tetapi sesungguhanya ia (Al-Bany) telah salah dalam masalah ini, satu kesalahan yang terang.</li>
<li> Lalu Syaikh Bin Baaz menunjukkan hadits dan riwayat adanya &#8220;berdekap&#8221;.</li>
<li> Lalu Syaik Bin Baaz mendo&#8217;akan mudah-mudahan sesudah membaca hadits dan riwayat yang ia kemukakan, akan ternyata kebenaran bagi Al-Bany, lalu ia ruju&#8217; kepada yang benar itu.</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">4.	Hukum &#8220;berdekap&#8221; dalam shalat sesudah bangun dari ruku&#8217; itu adalah wajib (lihat no.1).<br />
5.	Ada yang perpendapat bahwa &#8220;menggantungkan tangan&#8221; adalah sebagai pokok dari perilaku manusia, karena itu setelah bangun dari ruku&#8217; tangan harus digantungkan.<br />
JAWAB: kita anggap saja pendapat itu benar, tetapi setelah ada hadits Bukhari yang memerintah &#8220;berdekap&#8221; dalam shalat, maka yang dikatakan &#8220;pokok&#8221; itu sudah tidak terpakai untuk shalat.</p>
<p>Malah &#8220;berdekap&#8221; itulah yang menjadi pokok dalam shalat dalam berdiri, yang ringkasnya di semua ketika berdiri dalam shalat harus &#8220;berdekap&#8221;.</p>
<p>6.	Tentang qaidah ushul yang disertakan dalam mendudukkan keterangan soal i&#8217;tidal itu cukuplah kalau diperhatikan keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan di atas.</p>
<p>Saya sudahi sampai sekian dulu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:center;">&lt;&lt;&lt;&#8212;&gt;&gt;&gt;</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">
<p>TAMBAHAN:<br />
Disamping dalil umum wajibnya meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di dada ketika berdiri dalam shalat, adanya sedekap juga dapat disimpulkan dari riwayat di bawah ini:</p>
<h2 style="text-align:right;">عنْ وَائِلِ بن حُجْرٍ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلّم حِيْنَ كَبَّرَ رَفَعَ يَدَيْهِ خَذَاءَ أُذُنَيْهِ ثُمَّ حِيْنَ رَكَعَ ثُمَّ حَيْنَ قَالَ سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَه رَفَعَ يَدَيْهِ وَرَأَيْتُهُ مُمْسِكاً بِيَمِيْنِهِ عَلى شِمَالِهِ في الصَّلاَةِ. أحمد</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Dari Wail bin Hujr, ia berkata: saya pernah melihat Nabi saw ketika bertakbir beliau mengangkat kedua tangannya hingga berbenturan dengan kedua telinganya, kemudian juga (mengangkat tangan) ketika ruku&#8217;, kemudian ketika mengucap &#8220;samia&#8217;LLAHU liman hamidah&#8221; (juga mengangkat kedua tangannya), dan pada waktu itu saya melihatnya dalam keadaan memegang dengan tangan kanannya atas tangan kirinya dalam shalat&#8230;.. HR. Ahmad.</p>
<p>Ucapan Wail bin Hujr dalam hadits tersebut &#8220;ra&#8217;aituhu mumsikan bi yaminihi &#8216;ala syimaalihi&#8221; merupakan petunjuk yang sangat jelas, bahwa setelah bangkit dari ruku&#8217; (ketika berdiri I&#8217;tidal) tangan kanan berada di atas tangan kiri dan tentu saja letaknya di dada, karena ada riwayat lain yang menerangkan demikian, sebagaimana berikut ini:</p>
<h2 style="text-align:right;">عنْ وَائِلِ بنِ حُجْرٍ قال: صَلَّيْتُ مع النَّبيِّ صلى الله عليه وسلّم فَوَضَعَ يَدَهُ اليُمْنٰى على يَدِهِ اليُسْرٰى على صَدْرِهِ. ابن خُزَيْمَة</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Dari Wail bin Hujr, ia berkata: saya pernah shalat bersama Nabi saw, ia meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya di dadanya. HR. Ibnu Khuzaimah.</p>
<p>Kalau riwayat di atas masih dianggap belum cukup, maka berikut ini adalah kesaksian lain dari Wail bin Hujr ketika ia shalat bersama nabi saw:</p>
<h2 style="text-align:right;">صَلَّيْتُ خَلْفَ رسولِ اللهِ صلى الله عليه وسلّم فَكَبَّرَ حِيْنَ دَخَلَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ وحَيْنَ أرَادَ أنْ يَرْكَعَ رَفَعَ يَدَيْهِ وَحِيْنَ رَفَعَ رَأْسَهُ مَنَ الرُّكُوْعِ رَفَعِ يَدَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ&#8230;.. أحمد</h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: saya pernah shalat di belakang Nabi saw, maka ia bertakbir ketika masuk (memulai shalat) dan mengangkat kedua tangannya, dan ketika akan ruku&#8217; ia angkat kedua tangannya dan ketika mengangkat kepalanya dari ruku&#8217; ia juga mengangkat kedua tangannya dan ia meletakkan kedua telapak tangannya. HR Ahmad.</p>
<p>Riwayat yang terakhir inipun cukup terang menjelaskan bahwa ketika bengkit dari ruku&#8217; beliau mengangkat kedua tanganya dan kemudian meletakkan kedua telapak tangannya.</p>
<p>Meskipun pada riwayat ini tidak dijelaskan di mana kedua telapak tangannya diletakkan, tetapi riwayat lain (sebagaimana yang tersebut di atas) menerangkan bahwa yang dimaksud adalah di dada. Adapun waktunya setelah bangkit dari ruku&#8217; yaitu ketika berdiri I&#8217;tidal.</p>
<p>Mudah-mudahan dengan beberapa riwayat tersebut di atas cukup menyakinkan kita terhadap kebenaran sedekap pada waktu berdiri I&#8217;tidal.</p>
<p>Untuk lebih jelasnya lihat Musnad Imam Ahmad bin Hanbal julid IV halaman 318.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/220/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/220/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/220/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=220&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2009/01/27/cara-berdiri-itidal-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRATEGI MEMENANGKAN DAKWAH DI ERA REFORMASI</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2008/11/09/strategi-memenangkan-dakwah-di-era-reformasi/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2008/11/09/strategi-memenangkan-dakwah-di-era-reformasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 13:10:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah Pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[metode da'wah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=212</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Hifni Muzammil

Ditandai dengan turunnya soeharto dari singgasana kediktatorannya, perlahan-lahan pintu kebebasan mulai terbuka. Masyarakat yang dulu terkungkung, mulai berani bersuara, berteriak menuntut hak-hak mereka yang ditindas. Kelompok masyarakat yang selama ini termarginalkan hak politiknya, berangsur-angsur mengejewantahkan diri dalam bentuk ormas/orpol. Kelompok minoritas termasuk minoritas nilai(atau yang dalam bahasa kita sebut menyimpang) berusaha memanfaatkan peluang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=212&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3 style="text-align:center;">Oleh: Hifni Muzammil</h3>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:justify;">Ditandai dengan turunnya soeharto dari singgasana kediktatorannya, perlahan-lahan pintu kebebasan mulai terbuka. Masyarakat yang dulu terkungkung, mulai berani bersuara, berteriak menuntut hak-hak mereka yang ditindas. Kelompok masyarakat yang selama ini termarginalkan hak politiknya, berangsur-angsur mengejewantahkan diri dalam bentuk ormas/orpol. Kelompok minoritas termasuk minoritas nilai(atau yang dalam bahasa kita sebut menyimpang) berusaha memanfaatkan peluang ini demi memperluas akses penerimaan masyarakat. Para pengusung paham sepilis memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan &#8221;produk&#8221; yang mereka suplai dari &#8216;&#8217;sang distributor&#8221; di Barat (Orientalis).  Para seniman dan jurnalis tanpa malu-malu mengkampanyekan hal-hal yang bersifat absurd di   masyarakat, seraya mengangkat bendera kebebasan berekspresi. Para Kapitalispun memanfaatkan era ini demi memperluas akses keberbagai sudut potensial pasar.<span id="more-212"></span></p>
<p>Dan yang tak boleh kita nafi&#8217;kan juga, dakwah yang selama ini terbelenggu, sekarang menemukan momentumnya. Para Aktivis Islam yang ketika zaman Soeharto seolah &#8221;tiarap&#8221;, sekarang dengan leluasa berdakwah. Kezholiman para penguasa ketika itu,  membuat ketidaknyamanan bagi para du&#8217;at. Secara sadar kita sebagai du&#8217;at meyakini bahwa akar kerusakan yang menimpa ummat Islam adalah kezholiman yang lahir dari kursi para penguasa dictator di Dunia Islam. Kebebasan yang tercabut menyebabkan potensi besar ummat islam kehilangan ruang gerak, dan karenanya tidak dapat mengekpresikan diri secara penuh.</p>
<p>Realita diatas adalah dua buah fenomena yang saling kontraduktif. Yang pertama menceritakan kebebasan &#8221;ahlul bathil&#8221; melakukan kemungkaran-kemungkaran mereka, maka uraian terakhir adalah sebuah realita &#8221;ahlul haq&#8221; yang juga bebas beramar ma&#8217;ruf nahi munkar. Itulah salah satu karakteristik demokrasi. Semua orang bebas. Kitapun bebas berdakwah, tapi kebebasan itu ada harganya. Karena para pelaku kemungkaran juga bebas melakukan kemungkaran. Secara eksplisit Anis Matta, Lc<span style="color:#3366ff;">[1]</span> dalam tulisannya di majalah SAKSI berkesimpulan bahwa &#8221;Yang berlaku dalam sistem demokrasi bukan hukum benar salah, tapi hukum legalitas. Sesuatu itu harus legal walaupun salah. Dan sesuatu yang benar tapi tidak legal adalah salah. Begitulah aturan main demokrasi&#8221;.<span style="color:#3366ff;">[2]</span></p>
<p>Oleh sebab itu, yang harus kita lakukan adalah bagaimana menintegrasikan kebenaran dengan legalitas. Bagaimana membuat sesuatu yang salah dalam pandangan agama menjadi tidak legal dalam pandangan hukum positif. Secara terbalik, itu pulalah yang dilakukan para pelaku kejahatan.</p>
<h3>Titik Temu Sistem Demokrasi</h3>
<p style="text-align:justify;">
Perbedaan mendasar antara demokrasi sekuler dengan konsep Politik Islam terletak pada pandangan tentang siapa pemegang kedaulatan. Konsep demokrasi sekuler memberikannya kepada rakyat. Suara rakyat adalah suara tuhan, yang kemudian diimplimentasikan dalam bentuk nota kesepakatan yang kita kenal dengan istilah konstitusi. Sementara dalam Islam kedaulatan itu bersifat given (sesuatu yang sudah ada) yang berasal dari Allah SWT.<br />
Titik perbedaan demokrasi dengan Politik Islam begitu mendasar, tapi titik temu keduanya juga mendasar. Yaitu pada konsep partisipasi <span style="color:#3366ff;">[3]</span>, yang dengan konsep itu masyarakat memiliki posisi yang kuat atas Negara. Dimana masyarakat memiliki kebebasan untuk berpartisipasi dan menyuarakan hak-hak mereka tanpa tekanan. Titik temu inilah yang mendasari sikap sebagian &#8216;Ulama <span style="color:#3366ff;">[4]</span> untuk berijtihad menerima sebagian konsep demokrasi. Bahwa seperti kata Hasan Al-Banna <span style="color:#3366ff;">[5]</span>, demokrasi adalah salah satu sistem yang terdekat dengan Islam. Penjajahan Eropa atas Dunia Islam, munculnya para diktator/penguasa tiran dan pemerintahan militer represif, telah mematikan potensi umat secara keseluruhan. Dan Negara-negara Barat Penjajah secara sengaja membentuk dan mempertahankan para penguasa tiran tersebut. Yang dengan begitu SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam) di Negara tersebut (khususnya Negara-negara berpenduduk muslim) dengan mudah dikeruk. Maka jadilah Umat Islam kelaparan di &#8221;lumbung padi&#8221; atau sebagai umat yang berada di bawah garis kemiskinan.</p>
<h3>Tahapan Operasional Dakwah</h3>
<p style="text-align:justify;">
Dalam mengoprasikan strategi ini, setidaknya Anis  kembali mengusulkan tiga tahapan <span style="color:#3366ff;">[6]</span>:</p>
<p>1.	Menangkanlah wacana public agar opini publik berpihak kepada kita.<br />
2.	Formulasikan wacana itu kedalam draf hukum untuk dimenangkan dalam wacana legislasi melalui lembaga legislative.Kemenangan disini menjadi                                legitimasi Negara dalam mengeksekusi pelanggar.<br />
3.	Pastikan bahwa para eksekutif pemerintah (polisi, pengadilan) melaksanakan dan menerapkan hukum tersebut.</p>
<p>Sebagai contoh, permasalahan pornografi di negeri ini. Itulah jalannya.                               Susunlah struktur gagasan yang kuat untuk meyakinkan public betapa merugikannya pornografi bagi kehidupan kita. Jika kita menang di sini, Buatlah sebuah rancangan undang -undang untuk membasmi segala bentuk pornografi. Jika kita menang di sini, kontrollah secara ketat apakah pemerintah melaksanakannya secara baik atau tidak. Kalau tidak kita tuntut pemerintah.</p>
<p>Demikianlah dakwah harus bekerja di era demokrasi. Ada kebebasan yang kita nikmati bersama. Tapi, juga tersedia &#8221;cara tersendiri&#8221; untuk mematikan kemungkaran dan memenangkan dakwah.</p>
<p><em><strong>Wallahu A&#8217;alam bish showab&#8230;</strong></em></p>
<p><span style="color:#3366ff;">[1]</span> Anggota Majelis Hikmah PP Muhammadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">[2]</span> Kolom Anis Matta di Majalah SAKSI.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">[3]</span> DR.Taufiq Muhammad Asy-Syawi, Asy-Syuro A&#8217;ala Maratib Ad-Dimoqrathiah</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">[4]</span> Diantara &#8216;Ulama yang membolehkan terlibat dalam Parlemen tercantum dalam buku Syar&#8217;iyah Al-Intikhobat karangan DR.Abdul Karim Zaidan, Syeikh Abdul Majid Az-Zindani, Syeikh Muhammad Yusuf Harbah, Edisi Terjemahan: Pemilu dan Parpol dalam Perspektif Syariah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#0000ff;">[5]</span> Hasan Al-Banna, Majmu&#8217;atul Rasail Edisi Terjemahan: Risalah Pergerakan 1, h.275</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#3366ff;">[6]</span> Anis Matta, op.cit., h.34</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/212/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/212/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/212/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=212&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2008/11/09/strategi-memenangkan-dakwah-di-era-reformasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persis Tolak Intervensi Asing</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2008/11/04/persis-tolak-intervensi-asing/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2008/11/04/persis-tolak-intervensi-asing/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 16:28:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Senin, 03 November 2008 , 19:52:00


SOREANG, (PRLM).- Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menyerahkan sepenuhnya proses eksekusi pelaku bom Bali I Amrozy cs kepada mekanisme pengadilan yang adil.

&#8220;Tentang eksekusi ini, tidak ada satu pun sikap politik kami. Persis menjunjung tinggi pengadilan yang fair,&#8221; kata ketua bidang Jamiah PP Persis, Atif Latiful Hayat di hotel Antik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=210&subd=fospi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="tanggalartikel">Senin, 03 November 2008 , 19:52:00</div>
<div class="tanggalartikel"></div>
<div id="contentartikel">
<div>SOREANG, (PRLM).- Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menyerahkan sepenuhnya proses eksekusi pelaku bom Bali I Amrozy cs kepada mekanisme pengadilan yang adil.</div>
<div></div>
<div>&#8220;Tentang eksekusi ini, tidak ada satu pun sikap politik kami. Persis menjunjung tinggi pengadilan yang fair,&#8221; kata ketua bidang Jamiah PP Persis, Atif Latiful Hayat di hotel Antik, Senin (3/11), usai menutup Musyawarah Nasional (Munas) IV PP Persis.</div>
<div></div>
<div>Namun Atif berharap, semoga jalannya eksekusi tersebut tidak mendapatkan intervensi dari pihak manapun, khususnya pihak asing. (CA-175/A-147) ***</div>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/210/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/210/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/210/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&blog=1606095&post=210&subd=fospi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2008/11/04/persis-tolak-intervensi-asing/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>