<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FOSPI - Pakistan</title>
	<atom:link href="http://fospi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fospi.wordpress.com</link>
	<description>Forum Silaturahmi Persatuan Islam ( PERSIS)  Pakistan</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jan 2012 11:27:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fospi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FOSPI - Pakistan</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fospi.wordpress.com/osd.xml" title="FOSPI - Pakistan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fospi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>CIRI KENABIAN DAN PALSUNYA PENGAKU NABI*</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/ciri-kenabian-dan-palsunya-pengaku-nabi/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/ciri-kenabian-dan-palsunya-pengaku-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 11:02:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[ciri2 nabi palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Kepalsuan nabi]]></category>
		<category><![CDATA[nabi palsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[CIRI KENABIAN DAN PALSUNYA PENGAKU NABI* Pajagalan.blogspot.com 14 November 2007 &#160; Pada tahun ke-6 Hijriah para sahabat menyertai Rasûlullâh Saw., berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah. Namun belum sampai di tengah perjalanan mereka dihadang kaum Quraisy yang melarang mereka memasuki ke kota Makkah. Terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Diantara isinya adalah; pertama, gencatan senjata, tidak akan saling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=349&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CIRI KENABIAN DAN PALSUNYA PENGAKU NABI*</p>
<p>Pajagalan.blogspot.com 14 November 2007</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun ke-6 Hijriah para sahabat menyertai Rasûlullâh Saw., berangkat ke Makkah untuk melaksanakan umrah. Namun belum sampai di tengah perjalanan mereka dihadang kaum Quraisy yang melarang mereka memasuki ke kota Makkah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-349"></span><br />
Terjadilah perjanjian Hudaibiyah. Diantara isinya adalah; pertama, gencatan senjata, tidak akan saling menyerang untuk jangka waktu 10 tahun. Kedua, untuk sementara orang-orang Islam tidak boleh memasuki kota Makkah. Ketiga, orang-orang Makkah (Quraisy) yang (hijrah setelah perjanjian ini) ke Madinah harus dikembalikan tapi orang-orang Madinah yang (hijrah) ke Makkah tidak boleh dikembalikan ke Madinah dan ini dianggap salah satu yang merugikan umat Islam, namun semuanya diterima dan disetujui oleh Rasûlullâh Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">
Secara tidak langsung isi perjanjian itu merupakan kekalahan total bagi orang-orang Makkah (Quraisy). Pasca Perjanjian Hudaibiyah, umat Islam bertambah bebas berda&#8217;wah melebarkan sayapnya kesebelah utara sampai ke Syria dan Mesir lalu kesebelah selatan bahkan kesebelah timur dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Pasca Perjanjian Hudaibiyah, orang-orang Quraisy melakukan perjalanan niaga seperti yang diungkapkan Alqurân, “Li`îlâ fîquraisyin, îlâfihim rihlatasy syitâ`i wash shaif.” Karena kebiasaan orang-orang Quraisy, (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan panas. (Qs. Alquraisy [106]:1-2). Mereka berniaga kesebelah utara (Syam) dan bertepatan pada saat itu pemimpin Romawi, Kaisar Heraklius sedang melaksanakan nadzar. Dan saat itu bertepatan pula surat da&#8217;wah Rasûlullâh Saw., menyebar ke beberapa negara termasuk ke negara Romawi. Saat sampai di Syam, kaisar Heraklius telah menerima surat da&#8217;wah Rasûlullâh Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">
Ketika dia mendengar kabar bahwa ada orang Makkah sedang berada di Syam, dia memerintahkan tentaranya untuk memanggil orang-orang Quraisy. Pada saat itu Abu Sufyan dan para pedagang lainnya menghadap atas perintah kaisar. Heraklius bertanya, “Siapakah diantara kalian yang paling dekat nasabnya dengan laki-laki yang mengaku Nabi ini?”. Tidak ada yang menjawab kecuali Abu Sufyan. “Sayalah yang paling dekat nasabnya diantara mereka!” Kaisar memerintahkan untuk mendekatkan Abu Sufyan kepadanya dan menempatkan yang lain di belakangnya. Sehingga dengan cara seperti itu tidak ada kesempatan bagi Abu Sufyan dan kaumnya untuk melakukan konspirasi kebohongan. “Sungguh aku akan bertanya kepada orang ini, jika dia berdusta kepadaku dustakanlah oleh kalian.” Waktu itu dalam benaknya Abu Sufyan berkata, “Sungguh demi Allah seandainya tidak akan menimbulkan rasa malu dikemudian hari orang-orang akan mendustakan aku, aku akan berdusta tentang Muhammad.”</p>
<p>Setelah itu barulah terjadi tanya jawab antara Heraklius dan Abu Sufyan:</p>
<p>Heraklius : “Bagaimana nasab orang yang mengaku Nabi itu pada kalian?”</p>
<p>Abu Sufyan menjawab :“Dia bukan orang lain, dia seketurunan dengan kami.”</p>
<p>Heraklius : “Apakah ada orang lain yang pernah mengaku Nabi sebelum dia?”</p>
<p>Abu Sufyan: “Tidak ada! Baru dia yang mengaku Nabi.”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Adakah diantara leluhurnya yang pernah menjadi raja, pernah menjadi pemimpin?”</p>
<p>Abu Sufyan: “Tidak ada!”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Siapa pengikutnya, apakah orang-orang mulia atau orang yang lemah?”</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sufyan: “Yang disayangkan pengikutnya adalah orang-orang lemah.” Tapi justru kaisar Romawi memiliki pandangan berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Justru itulah para pengikut Rasûlullâh. Umumnya bukan orang-orang yang kuat tetapi para pengikutnya itu orang-orang yang lemah!”</p>
<p>Heraklius melanjutkan, “Para pengikutnya itu bertambah atau berkurang?”</p>
<p>Abu Sufyan: “Bertambah.”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Apakah ada diantara pengikut Muhammad yang keluar karena benci kepada agamanya bukan karena sentimen kepada orangnya?”</p>
<p>Abu Sufyan: “Tidak pernah ada!”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Pernahkah kalian menuduh Muhammad itu berdusta sebelum dia menyatakan dirinya Nabi?”</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sufyan: “Jangankan menuduh dusta bahkan kami pernah memberikan gelar terhormat Al-Amien, orang jujur, terpercaya!”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Apakah dia suka ingkar janji?” “Tidak! Seingatku dia tidak pernah ingkar janji!”</p>
<p>Heraklius : “Apakah kalian pernah berperang dengan dia?”</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sufyan: “Benar! Sudah beberapa kali sampai sekarang kami berperang dengannya, bahkan setiap kali dia memimpin perang maka aku pula yang memimpin perang dari pihak Quraisy.”</p>
<p style="text-align:justify;">Heraklius : “Bagaimana peperangannya?” “Biasa saja, sewaktu-waktu dia yang unggul, dan sewaktu-waktu kami yang menang.”</p>
<p>Heraklius : “Apa yang dia perintahkan kepada pengikutnya?”</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Sufyan: “Dia memerintahkan untuk jujur, menyambungkan silaturahim, shalat, dan menahan diri dari perkara-perkara yang syubhat.”</p>
<p style="text-align:justify;">
Setelah sekian lama mengajukan beberapa pertanyaan, kaisar Romawi itu menyatakan : “Inilah pemimpin umat zaman sekarang sudah muncul!”</p>
<p style="text-align:justify;">
Dari pernyataan Heraklius tersebut dapat kita pahami bahwa pengakuan dan pernyataan sebagai Nabi dari seseorang bukan hanya diakui oleh dirinya sendiri tetapi diakui juga oleh orang lain yang mengetahui masalah kenabian. Kaisar Romawi bukanlah orang Islam, dia seorang pendeta (uskup) namun secara jujur dia mengakui bahwa Muhammad Rasûlullâh adalah pemimpin umat yang telah diungkapkan di dalam injil dan taurat.</p>
<p style="text-align:justify;">
Ciri-ciri Nabi bukanlah melarang tetapi yang pertama adalah memerintah; memerintah shalat bukan melarang shalat! Dan satu saat akan timbul keanehan ada orang yang mengaku dirinya Nabi tetapi menunjukkan kebohongan dengan larangan; melarang shalat, shaum dan melarang yang lain-lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Sudah merupakan sunnatullâh dan sunnatulanbiyâ` yang berkesinambungan bahwa kesemuanya adalah, Innad dîna indallâhil Islâm. Secara syariat tauhidiyah akan sama dikalangan para Rasûlullâh hanya kaifiat syar&#8217;iyah yang berbeda. Dari segi shalatnya sama; di dalam Taurat dan Injil ada perintah shalat, demikian dalam Alqurân. Tetapi justru pada akhir-akhir ini ada Nabi yang melarang shalat. Inilah yang menunjukkan kepalsuan dari orang yang mengaku dirinya Nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">
Abu Sufyan menjawab semua pertanyaan itu jauh sebelum dia masuk Islam, bahkan saat itu dia merupakan musuh besar Islam. Dia baru memeluk Islam setelah Fathu Makkah. Tetapi secara jujur dia menjawab pertanyaan-pertanyaan itu apa adanya. Karena demikianlah kenyataannya Rasûlullâh Muhammad Saw.</p>
<p style="text-align:justify;">
Maka dalam hal ini wajar apabila ada yang mengatakan Heraklius itu masuk Islam tetapi pendapat yang lebih kuat menyatakan, dia tidak masuk Islam karena pada akhirnya dia merasa berat untuk meninggalkan kerajaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Pada suatu hari ada dua orang sahabat berbincang-bincang. Salah seorang sahabat itu bertanya, “Aku mendengar sahabatmu tadi malam menerima wahyu?” “Benar!” “Apa yang dia terima?” Lalu dibacakan surat Alkautsar. Kemudian dia menjelaskan bahwa dia pun tadi malam menerima wahyu yang hampir sama lalu dia membacakan “seperti” halnya surat Al-Kautsar. Lalu dia bertanya, “Apakah kamu percaya kepada yang aku terima?” Sahabat itu dengan tegas menjawab. “Aku percaya bahwa engkau adalah pendusta!”</p>
<p>Pada zaman Rasûlullâh pun telah ada kejadian-kejadian seperti ini, bahkan dikemudian hari tidak mustahil akan lebih banyak lagi, jadi tidak perlu aneh, yang aneh dan sangat disayangkan adalah kenapa orang-orang yang telah maju cara berpikirnya tetapi masih mengikuti pola berpikir yang mundur kebelakang.</p>
<p>Ada seorang sahabat yang setiap kali bertemu dengan Rasûlullâh Saw., beliau berpaling dan memalingkan wajah darinya. Sahabat ini akhirnya secara terus terang bertanya kepada Rasûlullâh. “Ya Rasûlullâh ada apa gerangan, apakah engkau benci aku, apakah tobatku ini tidak diterima Allâh, karena aku merasa setiap bertemu dengan engkau, engkau selalu berpaling dan memalingkan muka.” Rasûlullâh dengan tegas menyatakan, “Aku bukan benci engkau tetapi apabila melihat wajah engkau terlintas dan terbayang dalam pikiranku wajah pamanku yang engkau bunuh.” Sahabat inilah yang bernama Wahsyi yang telah membunuh paman Rasûlullâh, Hamzah.</p>
<p style="text-align:justify;">
Akhirnya Wahsyi bertekad, “Satu saat aku harus membunuh orang yang sangat membenci Islam. Kalau dulu aku membunuh orang yang sangat dicintai oleh Rasûlullâh, satu saat aku harus bisa membunuh salah seorang yang sangat dibenci oleh Rasûlullâh.” Dan dikemudian hari Wahsyi berhasil membunuh orang yang pertama mengaku Nabi yaitu, Musailamah Al-Kadzab.</p>
<p style="text-align:justify;">
Apa yang dilakukan Wahsyi tidak mendapatkan hukum qisos tetapi justru mendapatkan kehormatan dalam arti bila ada orang Islam sanggup membunuh orang yang mengaku Nabi setelah Nabi Muhammad maka itu bukanlah satu kesalahan tetapi satu kehormatan. Seandainya tidak membunuh jiwanya yang dibunuh itu adalah keyakinannya.</p>
<p style="text-align:justify;">
Mudah-mudahan kisah sejarah di atas menggambarkan benarnya Rasûlullâh dan bohongnya orang-orang yang mengaku Rasûlullâh. [Assaha]</p>
<p>Ringkasan Khutbah Jum&#8217;at</p>
<p>Masjid Persatuan Islam Pajagalan Bandung</p>
<p>Khatib: KH. Ikin Shodikin (Ketua Dewan Penasihat PP Persis)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>* sedikit perbaikan oleh admin.</p>
<p>SUMBER: e-book persisoffline oleh pustaka al-hidayah.</p>
<p>jika mau download e-booknya monggo disini <a title="e-book persis offline" href="http://www.4shared.com/file/9pDOVqze/PERSISOFFLINE2.html">link</a></p>
<p><a title="e-book persisoffline, Pustaka Al-Hidayah" href="http://www.4shared.com/file/9pDOVqze/PERSISOFFLINE2.html"><br />
</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/349/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/349/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=349&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/ciri-kenabian-dan-palsunya-pengaku-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERSIS DAN AHMADIYAH</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/persis-dan-ahmadiyah/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/persis-dan-ahmadiyah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 09:43:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiayah]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah vs persis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[11 Maret 2008 H. Yusuf Badri, M.Ag Tahun 1930-an, Tuan Hassan melakukan perdebatan dengan tokoh Ahmadiyah Indonesia ketika itu, Abubakar Ayyub. Sejak awal memang Persis menetang Ahmadiyah, sebab ajarannya menyeleweng dari ajaran Islam. Penyelewengannya yang terutama adalah pengakuannya terhadap Murza Gulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad Saw, dan mengaku adanya kitab suci setelah Al-Quran, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=347&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;font-size:x-small;"><strong>11 Maret 2008</strong></span></div>
<p style="text-align:justify;">H.  Yusuf Badri, M.Ag</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1930-an,  Tuan Hassan melakukan perdebatan dengan tokoh Ahmadiyah Indonesia ketika itu, Abubakar Ayyub.  Sejak awal memang Persis menetang Ahmadiyah, sebab ajarannya menyeleweng dari  ajaran Islam. Penyelewengannya yang terutama adalah pengakuannya terhadap Murza  Gulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad Saw, dan mengaku adanya kitab  suci setelah Al-Quran, yaitu <strong>Tadzkirah</strong> yang diturunkan kepada  Murza Gulam Ahmad. Inilah penyelewengan yang sangat fatal. Bila mengaku ada nabi  lagi setelah Nabi Muhammad Saw dan ada kitab suci setelah Al-Quran, kelompok  itu jelas keluar dari Islam, tidak termasuk golongan  muslim.<span id="more-347"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam buku  “<em>Riwayat Hidup A. Hassan</em>”, H. Tamar Djaja menceritakan debat A. Hassan  dengan tokoh Ahmadiyah itu. Dalam perdebatan itu, A. Hassan mengemukakan sebuah  “hadis” yang dikutif dari kitab Murza, yang berbunyi: “<em>Di hari  Rasulullah Saw meninggal, bumi berteriak, katanya: “Ya Allah, apakah badanku ini  akan Engkau kosongkan daripada diinjak oleh kaki-kaki nabi sampai hari kiamat?”  Maka Allah berfirman kepada bumi itu: “Aku akan jadikan di atas badanmu manusia  yang hatinya seperti nabi-nabi</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Abubakar Ayyub  lalu menanyakan tentang riwayat hadis ini, dan A. Hassan menjawabnya <em>tidak  tahu</em>, sambil berkata: “<em>Apakah tuan suka hadis ini? Bila tuan suka  silahkan pakai, bila tidak silahkan tolak</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Abubakar Ayyub  menolak “hadis” yang disampaikan oleh A. Hasan itu, karena tidak  jelas siapa periwinya, dari mana diambilnya, dan di kitab apa tertulisnya.  Pengikut Ahmadiyah yang hadir ketika itu bersorak, merasa bangga dengan tokohnya  yang akan menang berdebat dengan waktu singkat, sebab A. Hassan tidak bisa  menerangkan riwayat hadis yang dibacakannya. Mereka bersorak, dan Ayyub pun  merasa dirinya menang. Namun kemudian A. Hassan mengatakan bahwa hadis itu  terdapat di kitab Mirza, <em>Tuhfah Baghdad</em>, halaman 11. saat itupun  pengkit Ahmadiyah diam seribu bahasa.</p>
<p style="text-align:justify;">Giliran  A. Hassan yang menyuruh Abubakar Ayyub agar bertanya kepada nabinya  (Mirza) tentang riwayat hadis itu dan dari mana diambilnya, serta tanyakan pula,  bagaimana bumi bisa bicara kepada manusia, sebab hadis itu bukan hadis nabi,  mengingat bumi berteriak setelah Rasulullah wafat. Jadi, tegas A. Hassan, tentu  ada orang lain yang mendengar omongan bumi, dan jawaban Allah itu pun orang lain  yang mendengar. Siapa dia? Tanyakan kepada “nabi” Mirza.</p>
<p style="text-align:justify;">Abubakar Ayub  ketika itu sebetulnya sudah kalah total, tetapi ia masih berkelit dengan  mengatakan bahwa hadis itu, bisa jadi terdapat dalam kitab “<em>Kanzul  Ummi</em>,” masih kitabnya Ahmadiyah, namun ia bahkan melemahkan dirinya dengan  mengaku tidak membawa kitab tersebut, jadi tidak bisa  dilihat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya A.  Hassan menegaskan bahwa dengan adanya “hadis” itu sudah cukup  menunjukkan kepalsuan Mirza. Lagi pula, kata A. Hassan, hadis yang  dibawakan oleh Mirza itu dengan jelas menyebutkan bahwa nabi  (setelah Nabi Muhammad) tidak ada lagi. Yang ada hanya orang-orang yang hatinya  seperti nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">“<em>Kalau  perkataan yang begini terang, tuan mau putar-putar lagi, saya minta diadakan  juri. Saya heran, apa sebab Ahmadiyah takut diadakan juri. Juri tidak akan makan  orang</em>!” tegas A. Hassan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari perdebatan  ini jelas bahwa sebenarnya Abubakar Ayyub tidak memilki hujjah  (dalil) yang kuat untuk membela Mirza Gulam Ahmad sebagai seorang nabi. Meski  demikian ia tidak tunduk dan menjadi pengikuti Islam yang baik. Ia tetap menjadi  pengikut Ahmadiyah. Memang Abubakar Ayyub dikenal sebagai orang yang pandai  memutarbalikkan fakta demi untuk mempertahankan keyakinannya kepada  Ahmadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal itu terlihat  ketika A. Hassan tak menyebut rawi hadis dan kitab yang memuatnya,  keluarlah ejekan dan cemoohan. Namun kektika A. Hassan menyebutkan bahwa hadis  itu tertera di kitab <em>Tuhfah Baghdad</em> terbitan Punjab Press  Sialkot, Muharram 1311 H, Abubakar Ayyub dan pengikut Mirza lainnya pucat pasi,  tetapi mereka tidak berubah keyakinan, tetap menjadi pengikuti  Mirza.</p>
<h1 style="text-align:justify;">Sedikit tentang  Ahmadiyah</h1>
<p style="text-align:justify;">Ahmadiyah  didirikan oleh Mirza Gulam Ahmad tahun 1989 di Qodyani, India. Mirza lahir di Qodyani,  13 Pebruari 1835 dan meninggal 26 Mei 1908 di Lahore. Di kalangan Jemaat  Ahmadiyah, Mirza Gulam Ahmad diyakini sebagai Imam Mahdi, Al-Masih  Al-Mau’ud, nabi dan rasul.</p>
<p style="text-align:justify;">Sepeninggal Mirza  (1908), kepemimpinan Ahmadiyah dilanjutkan oleh Hadzrat Hafid H. Hakim Nuruddin  selaku khalifah I hingga tahun 1914. selanjutnya secara berturut-turut dipilih  khalifah II, Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (1914-1965), khalifah III, Hadzrat  Hafid Nasir Ahmad (1965-1982), dan khlaifah IV, Hadzrat Mirza Taher Ahmad (1982-  hingga sekarang). Ahmadiyyah meyakini, jabatan khalifah harus ada hingga hari  kiamat, dan kedudukan kekhalifahan Ahmadiyah berpusat di London,  Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Ahmadiyah masuk ke  Indonesia tahun 1922, dibawa oleh  seorang mubaligh Ahmadiyah yang bernama Khawajah Kamaluddin. Dia berhasil  menarik beberapa orang dari Perguruan Sumatra Thawalib, di antaranya Ahmad  Nuruddin. Selanjutnya, Ahmad Nuruddin dan teman-teman mendapat kesempatan  melanjutkan studi di Lahore dan Qadian, dan atas permohonan Ahmad Nuruddin dan  kawan-kawan, seorang mubaligh Ahmadiyah, Maulana Rahmat Ali diutus ke Indonesia  tahun 1925.</p>
<p style="text-align:justify;">Awalnya, jemaat  Ahmadiyah di Indonesia  bernama Anjungan Ahmadiyah Qadian Departemen Indonesia, kemudian diganti menjadi  Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI). Dalam perkembangannya, Ahmadiyah terbagi  dua aliran, yaitu JAI yang berdiri tahun 1925, dan Gerakan  Ahmadiyah Lahore Indonesia (GAI) yang berdiri tahun 1929. JAI  terdaftar sebagai Badan Hukum di Dfepartemen Kehakiman RI, 13 Maret  1953 dan dimuat dalam Tambahan Berita Negara RI, 31  Maret 1953.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari sejak awal  kemunculannya, Ahmadiyah ditentang oleh kaum muslimin Indonesia yang mayoritas beraliran  Sunni, sebab ajarannya dinilai menyimpang dari ajaran Islam. Penyelewengannya  yang esensial adalah, penganut Ahmaddiyah mengaku ada nabi dan  rasul setelah Nabi Muhammad Saw, yaitu Mirza Gulam Ahmad; memiliki kitab suci  sendiri, yaitu “Tazkirah” yang kesuciannya diakui sama dengan Al-Quran; serta  mengaku ada tanah suci selan Makkah dan Medinah, yaitu Qadyani, dan  Rabwah.</p>
<p style="text-align:justify;">Penyelewengan  lainnya adalah wahyu tetap turun sampai hari kiamat; surga mereka di Qadian  (India) dan Rabwah (Pakistan) yang dikenal dengan nama <em>Bahesti Maqbarah </em>(pekuburan ahli surga), karenanya “kavling surga” di dua tempat itu dijual  kepada masyarakat dengan harga yang sangat mahal; wanita Ahmadiyah diharamkan  menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah, tetapi laki-laki Ahmadiyah boleh  menikah dengan wanita bukan Ahmadiyah; tidak boleh bermakmum kepada yang bukan  Ahmadiyah; dan mempunyai sistem penanggalan sendiri, dengan nama bulan: 1.  Suluh, 2. Tabligh, 3. Aman, 4. Syahadah, 5. Hijrah, 6. Ikhsan, 7. Wafa, 8.  Zuhur, 9. Tabuk, 10. Ikha, 11. Nubuwah, 12. Fatah. Nama tahunnya adalah Hijri  Syamsyi (HS).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam kitab  Tadzkirah, Mirza Gulam Ahmad menerangkan bahwa ia menerima wahyu dari Tuhan,  salah satunya adalah bahwa Tuhan telah memberi barkah kepadanya. Namun wahyu  yang diterimanya itu dicampur dengan potongan ayat-ayat Al-Quran, seperti yang  tercantum dalam Tadzkirah: 43; Haqiqatul Wahyi: 70, dan Al-Istifta: 79:  “<em>Wahai Ahmad, Allah telah memberi barkah kepadamu. Dan bukan kamu yang  melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar (Tuhan) Yang Maha  Pemurah, yang telah mengajarkan Al-Quran</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Kalimat pertama:  “<em>Wahai Ahmad, Allah telah memberi barkah kepadamu</em>,” adalah wahyu dari  Allah kepada Mirza Gulam Ahmad, sedangkan kalimat kedua, “<em>Dan bukan kamu  yang melempar ketika kamu melempar dan seterusnya </em>…” adalah terjemahaan  firman Allah yang tertera dalam Al-Quran surat Al-Anfal ayat 17. Namun bagian  awal dan akhir ayat tersebut tidak ditulis dengan lengkap. Ratusan ayat Al-Quran  lainnya dibajak oleh Mirza Gulam Ahmad yang diakuinya sebagai wahyu yang  diturunkan Allah kepadanya setelah dicampuri dengan ucapan dia kemudian dihimpun  dalam “kitab suci” Tadzkirah.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itulah  maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa tahun 1980 bahwa Ahmadiyah  adalah jamaah di luar Islam, sesat dan menyesatkan. Fatwa ini ditindaklanjuti  dengan hasil Rapat Kerja Nasional MUI, 4-7 Maret 1984 yang merekomendasikan agar  pihak yang berwenang meninjau kembali Surat Keputusan Departemen Kehakiman RI  No. 13, tanggal 13 Maret 1953, tambahan Berita Negara No. 26, tanggal 31 Maret  53 tentang status badan hukum Ahmadiyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jauh sebelumnya,  Konferensi organisasi-organisasi Islam sedunia yang diadakan di Makkah  Al-Mukarramah, Rabiul Awwal 1394/1973 antara lain merekomendasikan bahwa  Ahmadiyah adalah suatu sekte yang sangat menghancurkan, menjadikan Islam sebagai  semboyan untuk menutupi maksud jahatnya. Golongan Ahmadiyah adalah kafir dan  keluar dari Islam, sebab Ahmadayah memikiki kepercayaan  bahwa pemimpinnya mengaku nabi, teks Al-Quran diubah-ubah, dan jihad itu  tidak ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu  organisasi Islam sedunia meminta agar pemerintah-pemerintah Islam melarang  setiap kegiatan pengikut Mirza Gulam Ahmad, dan menganggap mereka sebagai  golongan minoritas non-muslim, serta melarang mereka untuk jabatan yang sensitif  di dalam negara.</p>
<h1 style="text-align:justify;">Penolakan Kaum  Muslimin</h1>
<p style="text-align:justify;">Masyarakat muslim  Indonesia umumnya menolak kehadiran  dan perkembangan Ahmadiyah di daerahnya. Kasus penolakan ini bisa dilihat,  misalnya, di Sumatra Timur tahun 1935, Medan (1964), Cianjur (1968), Kuningan  (1969), Nusa Tenggara Barat (1976), Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan,  Kalimantan Barat, Surabaya/Jawa Timur, Parung/Bogor (1981), Riau (1990),  Palembang, Sumatra Barat, Jakarta, termasuk Timor Timur ketika masih bergabung  dengan NKRI. Sikap penolakan itu terus berlanjut dengan intensitas yang berbeda,  tergantung pada tingkat ekslusivitas dan agrivitas kegiatan Ahmadiyah  setempat.</p>
<p style="text-align:justify;">Upaya penolakan  terhadap Jemaat Ahmadiyah diwujudkan dalam berbagai bentuk aksi, seperti  mengirim surat pernyataan keberatan dan keresahan  akan kehadiran Ahmadiyah kepada Pemerintah Daerah dan Pusat serta  mempublikasikannya dalam berbagai media massa. Bahkan dengan berdemo, seperti di  Parung, Bogor,  masyarakat muslim menentang perkembangan Ahmadiyah dengan mnyegel  tempat kegiatan mereka. Persis mempunyai cara sendiri dalam menolak  Ahmadiyah, yaitu dengan cara berdebat.</p>
<div style="text-align:justify;"><span style="font-family:&quot;font-size:x-small;"><strong> </strong></span></div>
<p>SUMBER: e-book persisoffline oleh pustaka al-hidayah.</p>
<p>jika mau download e-booknya monggo disini <a title="e-book persis offline" href="http://www.4shared.com/file/9pDOVqze/PERSISOFFLINE2.html">Link</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=347&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/persis-dan-ahmadiyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kedudukan Hadits Shalat Sunnah Sebelum Ashar.</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/kedudukan-hadits-shalat-sunnah-sebelum-ashar/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/kedudukan-hadits-shalat-sunnah-sebelum-ashar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Feb 2011 09:26:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[qabliyah ashar]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat sunnah sebelum ashar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=344</guid>
		<description><![CDATA[Yang dimaksud dengan shalat sunat rawatib adalah shalat qobliyah atau ba&#8217;diyah shalat yang lima waktu, dan seluruhnya berjumlah sepuluh atau dua belas rakaat berdasarkan hadits Muttafaq &#8216;alaih. عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ حَفِظْتُ عَنْ رَسُولِ اللهِ ص رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلِ [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=344&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Yang dimaksud dengan shalat sunat rawatib adalah shalat qobliyah atau ba&#8217;diyah shalat yang lima waktu, dan seluruhnya berjumlah sepuluh atau dua belas rakaat berdasarkan hadits Muttafaq &#8216;alaih.<span id="more-344"></span></p>
<h2 style="text-align:right;">عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ حَفِظْتُ عَنْ رَسُولِ اللهِ ص رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلِ الغَدَاةِ كَانَتَ سَاعَةً لَا أدْخَلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِيهَا. – متفق عليه</h2>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dari Abdullah bin Umar ia mengatakan, Aku hafal dari Rasulullah Saw., dua rakaat qobla dzuhur, 2 rakaat ba&#8217;da maghrib, 2 rakaat ba&#8217;da isya, 2 rakaat ba&#8217;da dzuhur, dan 2 rakaat qobla shubuh, itulah waktu yang aku tidak pernah bertamu kepada Nabi.&#8221; (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<h2 style="text-align:right;">عَنْ أُمِّ حَبِيْبَةَ بِنْتِ أَبِي سُفْيَانَ عَنِ النَّبِيِّ ص. قَالَ مَنْ صَلَََّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَي عَشْرَةَ سَجْدَةً سِوَى الْمَكْتًوبَةُ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّة. – رواه الجماعة الا البخاري<br />
وَلَفْظُ التِّرْمِذِيُ. مَنْ صَلَّى فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ.</h2>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dari Umi Habibah binti Abi Sufyan dari Nabi Saw. beliau bersabda, &#8220;Siapa yang shalat satu hari satu malam 12 rakaat selain shalat fardlu, maka akan dibangun untuknya sebuah rumah di syurga.&#8221; (HR. Jama&#8217;ah, kecuali Bukhari).</p>
<p style="text-align:justify;">
Sedangkan lafadz Imam Tirmidzi &#8220;Siapa yang shalat sehari semalam 12 rakaat akan dibangun untuknya sebuah rumah di syurga, yaitu 4 rakaat sebelum dzuhur, 2 rakaat sesudahnya, 2 rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah isya dan 2 rakaat sebelum shubuh.&#8221;</p>
<p>Adapun mengenai shalat sunat 4 rakaat sebelum ashar keterangannya adalah sebagai berikut,</p>
<h2 style="text-align:right;">عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيِّ ص. قَالَ رَحِمَ اللهُ امْرَأً صَلَى قَبْلَ الْعَصْرِ اَرْبَعًا.</h2>
<p style="text-align:justify;">Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi Saw., beliau bersabda, &#8220;Allah akan memberi rahmat kepada orang yang shalat sebelum ashar 4 rakaat.&#8221; (HR.Ahmad, Abu Dawud dan Tirmidzi).</p>
<p style="text-align:justify;">
Hadist ini tidak shahih, karena pada sanadnya ada rawi yang bernama Muhammad bin Mihran. Meskipun oleh Ibnu Hibban dimasukkan di dalam &#8220;as-tsiqat&#8221;, tetap ia pun dinyatakan yukhtiu (suka salah dalam periwayatan). (Tadzibul Kamal, XIV: 333).</p>
<p>Dengan demikian shalat sunat 4 rakaat sebelum ashar sebelum ashar tidak dapat diamalkan.</p>
<p>SUMBER: e-book persisoffline oleh pustaka al-hidayah.</p>
<p>jika mau download e-booknya monggo disini <a title="e-book persisoffline" href="http://www.4shared.com/file/9pDOVqze/PERSISOFFLINE2.html">link</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/344/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/344/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=344&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2011/02/10/kedudukan-hadits-shalat-sunnah-sebelum-ashar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>M.Natsir (Menyuarakan Nurani Umat)</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2011/02/07/m-natsir-menyuarakan-nurani-umat/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2011/02/07/m-natsir-menyuarakan-nurani-umat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Feb 2011 16:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[M.Naatsir]]></category>
		<category><![CDATA[Moh. Natsir]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Natsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[Bumi Minangkabau, tepatnya Kampung Jambatan Baukia Alahan Panjang, negeri dingin di balik Gunung Talang Solok menjadi saksi kelahiran Pembawa Hati Nurani Ummat, tokoh yang kemudian mendunia, pemikir dan pemimpin politik. Mohamad Natsir, pada 17 Juli 1908. Putra Sutan Sari Pado dan Khadijah yang kemudian menjadi tokoh nasional bahkan aset internasional dari berbagai segi: agama, politik, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=340&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bumi Minangkabau, tepatnya Kampung Jambatan Baukia Alahan Panjang, negeri dingin di balik Gunung Talang Solok menjadi saksi kelahiran Pembawa Hati Nurani Ummat, tokoh yang kemudian mendunia, pemikir dan pemimpin politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohamad Natsir, pada 17 Juli 1908. Putra Sutan Sari Pado dan Khadijah yang kemudian menjadi tokoh nasional bahkan aset internasional dari berbagai segi: agama, politik, sosial budaya, ilmu pengetahuan, keteladanan, pemikiran, bahkan menjadi mata air kajian ilmiah dalam berbagai seminar, simposium, untuk skripsi, thesis serta disertasi para doktor berbagai disiplin ilmu .<span id="more-340"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Masa kanak-kanak beliau lalui di tengah pergolakan pemikiran para tokoh besar pembaharu dari Ranah Minang. Belajar di pendidikan dasar Sekolah Belanda, Bapak Mohamad Natsir kecil dengan tekun mengikuti gebrakan para tokoh besar di negerinya. Dari usia delapan tahun (1916) sampai 15 tahun (1923) Bapak Mohamad Natsir remaja menggali kekayaan para ulama itu di HIS Adabiyah Padang dan Madrasah Diniyah Solok.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak Mohamad Natsir aktif dalam Jong Islamiten Bond Padang sewaktu melanjutkan pendidikan ke MULO Padang tahun 1923. Masih dalam jalur pendidikan Belanda, beliau melanjutkan pendidikan ke AMS (A2) di Bandung. Kesempatan tersebut membawa beliau berkenalan dengan ustaz A. Hassan, tokoh PERSIS (Persatuan Islam) garis keras, yang membimbing beliau melakukan studi tentang Islam. Dengan ustaz ini beliau mengelola majalah &#8220;Pembela Islam&#8221; sampai tahun 1932.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak Mohamad Natsir secara formal mengikuti pendidikan barat di sekolah-sekolah Belanda. Beliau selesaikan pendidikan Al Gemene Middel School di Bandung dalam kajian Kesusastraan Barat Klasik. Sebenarnya beliau punya kesempatan memperoleh besiswa untuk melanjutkan sekolahnya ke Leiden pada pendidikan yang lebih tinggi. Namun beliau memilih mendalami kajian keagamaan melalui ustaz A. Hassan yang dikenal dengan ulama yang berpaham radikal dan jadi sesepuh organisasi sosial keagamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliaupun menolak tawaran bekerja sebagai pegawai negeri pemerintah Hindia Belanda dan lebih tertarik menekuni dunia pendidikan. Obsesi itu membuat ia mendirikan Yayasan Pendidikan Islam di Bandung sekaligus menjabat Direktur dari tahun 1932-1942. Keluasan wawasannya mencuat kepermukaan setelah dapat menguasai beberapa bahasa asing sebagai alat untuk menggali buku-buku tokoh kelas dunia. Bapak Mohamad Natsir mulai berkecimpung dalam dunia politik setelah beliau menjadi anggota PII (Partai Islam Indonesia) pada awal tahun 40 an, memimpin organisasi yang terkenal radikal untuk bumi pancasila.</p>
<p style="text-align:justify;">Majelis Al Islam A&#8217;la Indunisiya (MIAI) semakin berkiprah setelah kepemimpinannya. Bahkan dalam masa penjajahan Jepang ( 1942-1945) sesepuh dari berbagai kalangan ini masih sempat jadi kepala bagian di Pemerintahan Daerah Bandung sekaligus merangkap sekretaris Sekolah Tinggi Islam (STI) Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu, saat Pemerintah Jepang berkuasa di negeri Ini, terbentuklah Masyumi (Majelis Syura Muslimin Indonesia) di bawah kepemimpinannya. Kiprah politiknya semakin menanjak semenjak beliau tampil jadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada tahun 1945-1946 dan menjabat anggota DPR Sementara di tahun 1948 menjabat sebagai Menteri Penerangan.<br />
Karier politiknya sampai ke puncak ketika ia dilantik menjadi Menteri Penerangan Republik Indonesia. Peranan beliau amat menentukan dalam penyelamatan untuk tetap mempertahankan bentuk Republik sesuai dengan amana Proklamasi 1945, pada tahun 1950-an. Mosi Integrasinya adalah manuver politik yang mengantarkan dia menjadi Perdana Menteri pada usia 42 tahun. Kariernya sebagai politikus mengalami pasang surut setelah bergesekan dengan dinding kekuasaan Demokrasi Terpimpin, yang menjadikan angin segar bagi Komunis pada saat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah gelombang politik yang semakin menggelora, Moh. Natsir berada di &#8220;tengah-tengah arus&#8221; oposan yang digalang oleh para Panglima militer di berbagai daerah dengan wujud PRRI ( Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia). Dengan hadirnya beliau di barisan oposisi ini, konflik semakin merebak hingga agresi fisik dan bentrokan senjata tidak bisa dihindari. Dengan &#8220;dalih&#8221; tuduhan subversif, Bapak Mohamad Natsir terpaksa meringkuk di belakang terali besi selama 7 tahun, tanpa proses peradilan di Batu Malang Jawa Timur. Status sebagai tahanan politik berakhir tahun 1966 di Rumah Tahanan Militer (RTM), Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Bapak Mohamad Natsir menghirup udara kebebasan setelah Presiden Soekarno jatuh dari kursi kepresidenannya. Sebagai seorang panutan umat, ia selalu tampil untuk menyuarakan nurani umat, kendatipun kadang-kadang dengan mempergunakan nama samaran. Dengan menggunakan nama samaran Moechlis di majalah &#8220;Pembela Islam&#8221; awal tahun 1930?an. Ia tampil meneriakkan berbagai masalah umat yang berkaitan dengan hubungan inter dan antara umat beragam, politik, kebudayaan, ekonomi dan berbagai dilema yang tersentuh oleh realitas yang kadang-kadang sempat menyentuh hal-hal sensitif sehingga ia harus berhadapan dengan pemegang kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak tahun 1967, di samping sebagai Ketua Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) sampai akhir hayatnya, kepiawaiannya sebagai seorang pemikir dan aktivis dakwah tidak hanya bergema di negeri tercinta ini akan tetapi menjulang tinggi dalam harokah (pergerakan) Islam International. Aktif sebagai anggota Muslim League Makkah (1969-1993), berkiprah di Majlis A&#8217;la Al Alamy li Masjid di Makkah kemudian menjabat wakil presiden World Moeslim Congress (Muktamar Alam Islami) Karachi di Pakistan (1967-1993). Juga ikut membidani The International Islam Charitable Foundation, Kuwait dan Oxford Center For Islamic Studies di Inggris.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum melambaikan tangan selamat tinggal pada 6 Februari 1993 di Jakarta, tokoh kawakan ini masih sempat meninggalkan jejak perjuangan berupa khazanah intlektual dan buku-buku yang bernuansa dakwah seperti Fiqhud Dakwah, Islam dan Akal Merdeka, Fungsi Dakwah Perjuangan, Tugas Ulama, Kapita Selecta dan masih banyak lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Mohamad Natsir memang punya peran khusus yang tidak bisa dilupakan oleh sejarah bangsa dan negara ini.</p>
<p style="text-align:justify;">SUMBER: e-book persisoffline oleh pustaka al-hidayah.</p>
<p style="text-align:justify;">jika mau download e-booknya monggo disini <a title="e-book persisoffline, pustaka al-hidayah" href="http://www.4shared.com/file/9pDOVqze/PERSISOFFLINE2.html">Link</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/340/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/340/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=340&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2011/02/07/m-natsir-menyuarakan-nurani-umat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ad Difaa&#8217; &#8216; anis Sunnah  Sebuah Pembelaan terhadap  Sunnah Nabi Shalallahu alaihi wasallam</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/12/16/ad-difaa-anis-sunnah-sebuah-pembelaan-terhadap-sunnah-nabi-shalallahu-alaihi-wasallam/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/12/16/ad-difaa-anis-sunnah-sebuah-pembelaan-terhadap-sunnah-nabi-shalallahu-alaihi-wasallam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Dec 2010 07:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hadith]]></category>
		<category><![CDATA[Abdullah Cakralwi]]></category>
		<category><![CDATA[Ingkar Sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[pelecehan hadits]]></category>
		<category><![CDATA[pembelaan sunnah]]></category>
		<category><![CDATA[Qurraniyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=336</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Azmi M. Haqqy Definisi Sunnah: Secara bahasa Sunnah itu bermakna sebuah jalan yang baik dan terpuji, adapun secara Istilah yang biasa digunakan oleh ahli Hadits adalah: sesuatu yang bersumber dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, baik itu dari perkataan beliau, perbuatan, pembenaran (legalitas hukum), sifat fisik maupun Akhlaq (budi pekerti), maupun segala gerak dan diam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=336&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">Oleh: Azmi M. Haqqy</p>
<p><strong>Definisi Sunnah:</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Secara bahasa Sunnah itu bermakna sebuah jalan yang baik dan terpuji, adapun secara Istilah yang biasa digunakan oleh ahli Hadits adalah: sesuatu yang bersumber dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, baik itu dari perkataan beliau, perbuatan, pembenaran (legalitas hukum), sifat fisik maupun Akhlaq (budi pekerti), maupun segala gerak dan diam beliau, baik dalam keadaan terjaga maupun terlelap.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun definisi para ahli fiqih tentang Sunnah adalah: Sesuatu yang telah ditetapkan oleh Nabi shalallahu alaihi wasallam, tetapi ianya bukan wajib ataupun fardhu, diberi pahala pelakunya, dan tidak berdosa jika di tinggalkan. (Dalam hal ini Sunnah bermakna sebagai sebuah hukum, yaitu hukumnya Sunnah, bukan wajib).<span id="more-336"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dari dua makna di atas, maka definisi Sunnah bagi para ulama Hadits lebih mencakup dan menyeluruh, karena memposisikan Rasul shalallahu alaihi wasallam sebagai pembawa petunjuk, dan penyampai risalah dari Tuhannya. Maha suci Allah ketika berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ : النحل-44</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Dan Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Al Qur&#8217;an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka<a href="#_ftn1">[1]</a>, dan supaya mereka memikirkan&#8221;. (An Nahl: 44)</p>
<p><strong>Sunnah merupakan wahyu Allah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepada Rasul-Nya Al Qur&#8217;an, dan mewahyukan pula penjelasannya, yaitu berupa Hadits (Sunnah). Dan keduanya (Al Qur&#8217;an dan Sunnah) merupakan pedoman beragama bagi umat Muslim serta penjelasan syari&#8217;at Allah yang dibutuhkan manusia sepanjang hayatnya, yang memberi petunjuk kepada manusia demi kebahagiaan hidup di dunia maupun akhirat</p>
<p style="text-align:justify;">Al Qur&#8217;an telah menjelaskan bahwa Rasul Shalallahu alaihi wasallam tidak berbicara suatu perkara apapun melainkan apa yang telah diwahyukan kepada beliau. Firman Allah:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَمَا يَنْطِقُ عَنْ الْهَوَى، إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى : النجم 3-4</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalaih wahyu yang telah diwahyukan kepadanya&#8221;. (An Najm: 3-4)</p>
<p>Dan firman Allah di ayat yang lain:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ : الأنعام-50</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Katakanlah: &#8220;Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib, dan tiadk (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang Malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.&#8221; Katakanlah: &#8220;Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?&#8221; Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?. (Al An&#8217;aam: 50)</p>
<p style="text-align:justify;">Dari kedua ayat di atas telah jelas bahwa bahwa Sunnah juga merupakan wahyu dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun perbedaan antara wahyu Qur&#8217;an dan Sunnah adalah: Bahwa Wahyu dengan  Al Qur&#8217;an adalah secara lafadz dan makna, sedangkan wahyu Sunnah, maknanya dari Allah, dan lafadznya dari Nabi shalallahu alaihi wasallam.</p>
<p><strong>Wajibnya berpegang teguh dan mengamalkan Sunnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Sebagaimana telah dimaklumi, bahwa Sunnah merupakan sumber kedua di dalam pensyari&#8217;atan, adapun menjadikan Sunnah sebagai hujjah, maka dia pada peringkat yang setaraf dengan Qur&#8217;an. Sangat banyak sekali ayat-ayat dan hadits-hadits yang memerintahkan untuk mengikuti dan berpegang teguh dengan Sunnah serta larangan untuk menyelisihinya.</p>
<p>Seperti Firman Allah:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمْ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ :آل عمران-31</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: Katakanlah: &#8220;Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.&#8221; Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali &#8216;Imran: 31)</p>
<p style="text-align:justify;">Pada ayat ini Allah menjelaskan bahwa mengikuti Rasul adalah sebagai salah satu tanda mencintai-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada ayat lain juga terdapat perintah untuk mentaati Rasul dan ancaman bagi orang yang bermaksiat kepadanya dengan tidak patuh kepada perintahnya. Firman Allah:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا : النساء-59</strong><strong> </strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul-(Nya), dan ulil amri di antara kamu, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur&#8217;an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.&#8221; (An Nisaa&#8217;: 59)</p>
<p>Allah juga berfirman:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا : النساء-65</strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman, hingga mereka menjadikan kamu hakim dalm perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.&#8221; (An Nisaa&#8217; 65)</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><strong>Korelasi antara Sunnah dan Qur&#8217;an</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah mengkaji teks-teks Qur&#8217;an dan Sunnah, didapati kuatnya hubungan antara keduanya, maka sangat tidak mungkin menjadikan Qur&#8217;an sebagai satu-satunya sumber pensyari&#8217;atan tanpa meng-ikutkan Sunnah, karena hubungan antara keduanya adalah saling melengkapi..</p>
<p style="text-align:justify;">Para Ulama menjelaskan tugas-tugas yang diemban Sunnah atas Qur&#8217;an, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Bahwa Sunnah adalah sebagai bayan atau penjelas Al Qur&#8217;an. Seperti penjelasan tentang tata cara Ibadah semisal Sholat, Zakat, Puasa, dan Haji. Yang mana Qur&#8217;an hanya memerintahkan kaum Muslimin untuk melakukan ibadah-ibadah tersebut secara global, tanpa penjelasan yang rinci akan tata cara pelaksanaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Sunnah mengkhususkan lafadz-lafadz yang umum dari teks Qur&#8217;an. Seperti perintah untuk memotong tangan pencuri, Qur&#8217;an datang dengan lafadz yang umum, kemudian Sunnah menjelaskan bahwa pencuri yang di potong tangannya adalah jika dia telah mencapai batas seperempat dinar<a href="#_ftn2">[2]</a> atau lebih, dan pencuri tersebut melakukannya bukan karena terpaksa, seperti karena tertimpa kelaparan. Maka tidak semua pencuri dipotong tangannya.. Imam Syafi&#8217;i berkata: Kalau kita hanya berdalil dengan Qur&#8217;an saja tanpa sunnah, maka setiap pencuri akan dipotong tangannya walaupun dia hanya mencuri barang yang tidak berharga (seperi ball point, atau buku tulis yang tidak memiliki harga mahal, <em>pen</em>).</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Sunnah membatasi lafadz Qur&#8217;an yang nisbi, seperti kasus pencurian di atas, Qur&#8217;an hanya memerintah untuk memotong tangan pencuri. Maka datang Sunnah menjelaskan bahwa tangan pencuri yang dipotong adalah tangan kanan dari jari-jari sampai pergelangan tangan, tidak memotong satu Tangan tanpa batasan.</p>
<p style="text-align:justify;">4.       Sunnah menjelaskan makna kalimat asing di dalam Qur&#8217;an, seperti lafadz &#8220;dzalim&#8221; yang terdapat dalah surah al An&#8217;am ayat 82, Sunnah menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan dzalim pada ayat tersebut adalah melakukan kemusyrikan (menjadikan tuhan lain selain daripada Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Sunnah secara independen membuat hukum baru yang terpisah dan tidak terdapat di dalam Al Qur&#8217;an, seperti larangan untuk memadu antara seorang wanita dengan bibinya, Qur&#8217;an hanya melarang memadu antara seorang wanita dengan saudari (kandung) perempuannya, dan Sunnah datang dengan membawa hukum baru yang terdapat di dalam Al Qur&#8217;an.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><strong>Munculnya fitnah gerakan Ingkar Sunnah</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hal ini terjadi pada akhir abad ke-2 Hijriyah, muncul di dalam tubuh umat Islam segolongan kaum yang menyerukan untuk menafikan Sunnah (sebagai sumber kedua bagi syai&#8217;at Islam) secara menyeluruh, dan memandang tidak perlunya berpegang teguh pada Sunnah. Yang demikian adalah hasil dari Syubhat-syubhat yang dihembuskan oleh sebagian sekte sempalan semacam Syi&#8217;ah, Khawarij dan mu&#8217;tazilah.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai upaya untuk meredam gerakan ini, muncul segolongan ulama (dimotori oleh imam Syafi&#8217;i rahimahullah, <em>pen</em>) yang berusaha untuk membatalkan hujah-hujjah mereka. Dan, segala puji bagi Allah, akhirnya Imam Syafi&#8217;i  mampu menjawab semua keraguan yang tidak berdasar yang telah dihembuskan oleh sebagian golongan sesat ini, serta menyerukan kembali akan pentingnya ber-<em>hujjah</em> kepada sunnah dan wajibnya mengamalkan Hadits Ahad.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun dalil-dalil yang sering digunakan oleh kaum ingkar Sunnah pada masa lalu dan kini, adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">1.  Mereka berkata: Bahwasanya Al Qu&#8217;an telah menjelaskan segala perkara yang dibutuhkan oleh umat Islam secara detail, sehingga tidak perlu lagi menjadikan Sunnah sebagai sumber syari&#8217;at yang kedua.</p>
<p style="text-align:justify;">2.  Bahwasanya Sunnah (Hadits) diriwayatkan melalui jalan orang-orang yang memungkinkan untuk berbuat dusta dan lemah ingatannya. Oleh karena itu sunnah merupakan sumber hukum yang nisbi, yang tidak dapat dijadikan sumber pensyariatan yang absolut seperti halnya Al Qur&#8217;an.<a href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Fitnah ingkar Sunnah pada masa lalu tidaklah tersebar ke seluruh negri kaum Muslimin, akan tetapi hanya dihembuskan perorangan saja. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh DR. Musthofa A&#8217;zhami, Bahwa setelah abad ke-2 hijriyah kita tidak menemukan di dalam kitab-kitab Tarikh dan Aqidah bukti-bukti nyata tentang eksistensi sekte dan gerakan ingkar Sunnah, hal ini berlangsung 10 abad lamanya.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><strong>Munculnya Gerakan Ingkar Sunnah pada zaman Modern</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada abad ke-13 Hijriyah, muncul kembali segolongan kaum yang menamakan dirinya Qur&#8217;aniyyun<a href="#_ftn5">[5]</a>. Adapun tempat pertama kali gerakan ini mengakar adalah di Mesir, yang kemudian tumbuh dan berkembang dengan pesat di India.</p>
<p style="text-align:justify;">Seruan berpegang teguh kepada Al Qur&#8217;an tanpa menghiraukan Sunnah ini mulai meng-<em>invasi</em> India sejak akhir abad 19 Masehi, sebagai dampak dari berkembangnya faham Naturalisme yang disebarkan oleh para anggota gerakan Sir Sayyid Ahmad Khan.</p>
<p style="text-align:justify;">Gerakan (Sekte) Qur&#8217;aniyyun ini pertama kalinya di gagas oleh Muhibulhaqq Azhim-Abad di Bihar, India timur, dan Abdullah Cakralwi di Lahore.<a href="#_ftn6">[6]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun sebab-sebab yang memunculkan kembali gerakan Ingkar Sunnah ini adalah:</p>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Fitnah Ingkar Sunnah merupakan dampak dari benih-benih faham Naturalisme<a href="#_ftn7">[7]</a> yang disebarkan oleh gerakan Sir Sayyid Ahmad Khan</li>
</ul>
<ul>
<li style="text-align:justify;">Penjajahan Kolonial Inggris di anak benua India yang menggunakan segala cara untuk memecah-belah kaum Muslimin, di antaranya dengan cara-cara sebagai berikut:</li>
</ul>
<p style="text-align:justify;">1.      Memotivasi kaum Muslimin untuk tidak mempedulikan Ilmu-ilmu Syari&#8217;at.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Merangkul sebagian tokoh kaum Muslimin semisal Sir Sayyid Ahmad Khan, untuk menyebarkan faham-faham dan pemikiran yang dapat mendangkalkan Aqidah kaum Muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Berupaya untuk membantu aliran sempalan Islam (semisal aliran Ahmadiyah-nya Mirza Ghulam Ahmad, dan gerakan Ingkar Sunnah-nya Abdullah Cakaralwi) sebagai upaya pembodohan dan pendangkalan Aqidah kaum Muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Politik Pecah-Belah, dengan memasukkan sebagian ajaran yang tidak Islami ke dalam ajaran Islam, sebagai upaya memecah belah barisan kaum Muslimin.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p><strong>Para penyeru ingkar Sunnah pada masa lalu</strong></p>
<p style="text-align:justify;">DR. Abdul Maujud Muhammad Abdul Lathif berkata: Pengingkaran terhadap ke-<em>hujjah</em>-an Sunnah dengan berpegang pada Al Qur&#8217;an saja merupakan suatu gerakan yang di pelopori oleh Khawarij, Zindiq, dan Syi&#8217;ah Rafidhah pada masa lalu. Yang di ikuti pada masa kini oleh sebagian golongan yang menamakan dirinya Qur&#8217;aniyyun di anak benua India, dan juga Mesir.<a href="#_ftn8">[8]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun para penyeru ingkar Sunnah di anak benua India yang sangat masyhur diantaranya:</p>
<p>1.      Abdullah Cakralwi</p>
<p>2.      Ahmaddin Amratsary</p>
<p>3.      Aslam Churajpuri</p>
<p>4.      Ghulam Ahmad Pervaiz</p>
<p>Dan pada saat ini, di India terdapat 4 <em>firqah</em> dari golongan Qur&#8217;aniyyun:</p>
<p>1.      <em>Firqah</em> Ummah Muslim Ahl adz Dzikr wa al Qur&#8217;an</p>
<p>2.      <em>Firqah</em> Ummah Muslimah</p>
<p>3.      <em>Firqah</em> Thulu&#8217; al Islam</p>
<p>4.      <em>Firqah</em> Tahrik Insaniyat</p>
<p>Adapun para penyeru ingkar Sunnah di Mesir:</p>
<p>1.      dr. Muhammad Taufiq Shiddiqy</p>
<p>2.      Mahmud Abu Rayah</p>
<p>3.      dr. Abu Syady Ahmad Zaky</p>
<p>4.      DR. Ismail Adham</p>
<p>5.      Mahmud Abu Zaid ad Damanhury</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Contoh Syubhat sekte Qur&#8217;aniyyun terhadap Sunnah, dan bantahannya:</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Syubhat Pertama</span>:</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka berkata: Al Qur&#8217;an  tidak membutuhkan As Sunnah (Hadits) karena dia telah menjelaskan semua perkara Syari&#8217;at secara detail.</p>
<p>Dalil-dalil mereka: Firman Allah Azza wa Jalla:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ : النحل-89</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu, dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.&#8221; (An Nahl: 89)</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ : الأنعام-38</strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab<a href="#_ftn9">[9]</a>, kemudiajn kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.&#8221; (Al An&#8217;aam: 38)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Bantahan atas Syubhat ini</span>:</p>
<p style="text-align:justify;">Keduanya (Al Qur&#8217;an dan Sunnah) tidak berbeda, bahwa Al Qur&#8217;an telah mencakup dasar-dasar dan asas-asas Syari&#8217;at secara menyeluruh, dan Al Qur&#8217;an hanya memberikan penjelasan Syari&#8217;at secara global. Adapun apa yang mereka serukan bahwa Al Qur&#8217;an telah menjelaskan segala permasalahan secara mendetail, sangatlah tidak sesuai dengan realitas Qur&#8217;an itu sendiri. Dan kedua ayat di atas, sangatlah  tidak tepat untuk mereka jadikan dalil pengingkaran mereka terhadap Sunnah.</p>
<p style="text-align:justify;">Adapun maksud dari ayat pertama adalah bahwasanya Al Qur&#8217;an telah mencakup dasar-dasar Agama (Ushuluddin) dan kaidah-kaidah hukum secara umum, yaitu bahwa Al Qur&#8217;an telah menyebutkan perkara secara global, dan meninggalkan penjelasannya kepada Rasul Shalallahu alaihi wasallam (berupa Sunnah atau Hadits). Seperti penjelasan tentang jumlah raka&#8217;at di dalam Sholat, rukun dan syaratnya, nishab Zakat, rincian manasik ibadah Haji, dan sebagainya. Al Qur&#8217;an hanya memberikan perintah syari&#8217;at secara global, dan tugas Rasulullah-lah yang menjelaskan rinciannya.<a href="#_ftn10">[10]</a></p>
<p style="text-align:justify;">Adapun ayat yang kedua, para musuh Sunnah memahami bahwa yang di maksud dengan lafadz <strong>الْكِتَاب</strong> yaitu Qur&#8217;an, akan tetapi makna ayat secara keseluruhan, menjelaskan bahwa lafadz  <strong>الْكِتَاب</strong> dalam ayat tersebut artinya adalah <em>Lauhul Mahfuzh</em> yang telah mencatat semua perkara yang telah di takdirkan oleh Allah Jalla wa &#8216;Alaa. Adapun ayat ke 38 dari surah al An&#8217;am tersebut lafadz lengkapnya adalah sebagai berikut:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ : الأنعام-38</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi, dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam Al Kitab<a href="#_ftn11">[11]</a>, kemudiajn kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.&#8221; (Al An&#8217;aam: 38)</p>
<p style="text-align:justify;">Dan sebagai bantahan lain terhadap mereka (kaum ingkar Sunnah), yaitu jika mereka benar-benar beriman kepada Al Qur&#8217;an, maka sesungguhnya Al Qur&#8217;an telah menjelaskan dengan gamblang, bahwa Sunnah Nabawiyah juga merupakan wahyu dari Allah melalui lisan Nabinya, sebagaimana yang telah dijelaskan terdahulu.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan hendaklah mereka yang menamakan dirnya sebagai Qur&#8217;aniyyun (pembela / pencinta Qur&#8217;an) mengintrospeksi diri kembali, bagaimana pemahaman mereka tentang Al Qur&#8217;an? Sedangkan Qur&#8217;an menyuruh untuk taat kepada Rasul dan mengancam para penentangnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemudian kita Tanya kembali kepada mereka, bagaimana mereka dapat memahami dan melaksanakan ayat yang memerintah untuk menegakkan Sholat dan membayar Zakat? Yang mana Qur&#8217;an hanya memberikan perintah global tanpa menjelaskan detailnya, maka Hadits-lah yang menjelaskan rukun-syaratnya, waktu dan tata cara pelaksanaan dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai kesimpulan, bahwa sangatlah tidak mungkin untuk mencukupkan diri dengan Al Qur&#8217;an tanpa berpegang teguh kepada Sunnah juga. Karena keduanya memiliki sumber yang sama, yaitu wahyu Allah. Maka, baik itu Al Qur&#8217;an maupun Sunnah keduanya memiliki sumber yang <em>Rabbany</em>.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Syubhat Kedua</span>:</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka berkata: Kalau Sunnah merupakan <em>Hujjah</em>, maka Allah azza wa jalla akan menjamin penjagaannya. Akan tetapi Allah hanya menjamin penjagaan Qur&#8217;an saja. Mereka berdalil dengan ayat:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ : الحجر-9</strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Adz Dzikr (Al Qur&#8217;an), dan sesungguhnya kami benar memeliharanya&#8221;. (Al Hijr: 9)</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Bantahan terhadap Syubhat ini</span>:</p>
<p style="text-align:justify;">Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta&#8217;ala telah menjamin penjagaan atau pemeliharaan apa-apa yang <em>Shahih</em> dari Hadits-hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Adapun dalil dari Qur&#8217;an yang menegaskan penjagaan Sunnah adalah firman Allah:</p>
<h2 style="text-align:right;"><strong>وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ : النحل-44</strong><strong></strong></h2>
<p style="text-align:justify;">Artinya: &#8220;&#8221;Dan Kami turunkan kepadamu (wahai Muhammad) Al Qur&#8217;an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka<a href="#_ftn12">[12]</a>, dan supaya mereka memikirkan&#8221;. (An Nahl: 44)</p>
<p style="text-align:justify;">Lafadz &#8221; <strong> الذِّكْر</strong>&#8221; di dalam Al Qur&#8217;an tidaklah bermakna Qur&#8217;an saja, bahkan juga bermakna Sunnah. Maka, penjagaan Sunnah menjadi suatu keniscayaan yang telah Allah janjikan.</p>
<p style="text-align:justify;">DR. Abdullah Mahdi Abdul Qadir berkata: &#8220;Mungkin kami bisa menerima, bahwa makna lafadz  &#8221; <strong> الذِّكْر</strong>&#8221; adalah Al Qur&#8217;an. Akan tetapi ayat-ayat (yang telah disebutkan di atas, <em>pen</em>) menunjukkan penjagaan Allah subhanahu wa ta&#8217;ala kepada Sunnah. Sebab, penjagaan <em>al-Mubayyan</em> (sesuatu yang dijelaskan / Al Qur&#8217;an) menuntut kepada penjagaan <em>al-Mubayyin</em> (sesuatu yang menjelaskan, dalam hal ini adalah Sunnah, <em>pen</em>). dan selama Sunnah itu merupakan sebagai <em>Bayan</em> (penjelas) bagi Qur&#8217;an. Maka, penjagaan Allah terhadap Qur&#8217;an berarti sebuah penjagaan terhadap Sunnah. Karena jika tidak demikian, maka berarti Allah meninggalkan Al Qur&#8217;an tanpa adanya sebuah penjelasan. Maka, hal ini berarti bahwa Al Qur&#8217;an-pun tidak terjaga.<a href="#_ftn13">[13]</a> Wallahu A&#8217;lam.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Setelah pembahasan yang dirasa cukup mengenai mafhum Sunnah, dan penjelasan bahwa Sunnah juga merupakan Wahyu, serta wajibnya berpegang teguh kepadanya. Juga penjelasan korelasi antara Sunnah dan Qur&#8217;an (yaitu saling menyempurnakan, <em>pen</em>). Kemudian pembahasan sejarah ringkas kaum Ingkar Sunnah dan beberapa Syubhat yang mereka hembuskan dari masa ke masa, serta bantahannya. Maka penulis memohon maaf apabila ada kesalahan atau kekurang teliti-an penulis dalam membahasakan Al Qur&#8217;an maupun Sunnah. Yang benar datangnya dari Allah semata, sedangkan salah dan khilaf adalah dari setan dan diri penulis sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya masih sangat banyak syubhat-syubhat kaum ingkar Sunnah, akan tetapi penulis rasa, dua syubhat yang telah dikemukakan terdahulu telah cukup memberikan peringatan akan bahaya gerakan ingkar Sunnah. Dan semoga tulisan ini dapat menjadi awal yang baik dalam memahami urgensi berpegang teguh kepada Qur&#8217;an dan Sunnah, yang mana keduanya merupakan sumber hukum yang utama di dalam syari&#8217;at Islam.</p>
<p><strong>[] <em>Wallahu A&#8217;lam Bish Showab</em>&#8230;</strong></p>
<div>
<hr size="1" />
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref1">[1]</a> Yaitu: perintah-perintah, larangan-larangan, dan aturan-aturan lain yang terdapat dalam Al Qur&#8217;an.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref2">[2]</a> Dinar adalah mata uang emas pada zaman dahulu, dia bernilai lebih tinggi dari dirham, karena dirham merupakan mata uang perak.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref3">[3]</a> Lihat: Al Qur&#8217;aniyyun wa Syubutatuhum hawla as Sunnah, Prof. Khadim Husain Bakhs, Maktabah Ash Shiddiq, India</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref4">[4]</a> Lihat: Dirosat fi al Hadits an Nabawy, DR. Musthofa A&#8217;zhami, hal: 26</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref5">[5]</a> Mereka menamakan diri Qur&#8217;aniyyun (golongan yang mencintai Qur&#8217;an), padahal al Qur&#8217;an sendiri tidak mencintai mereka, dan secara nyata menentang sikap dan pendirian mereka yang sama sekali jauh dari pemahaman Qur&#8217;an yang murni. Seperti cinta gila-nya Majnun terhadap Laila yang sama sekali tidak mencintainya.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref6">[6]</a> Lihat: Al Qur&#8217;aniyyun wa Syubutatuhum hawla as Sunnah, hal 19-20)</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref7">[7]</a> Naturalisme adalah suatu faham yang menyatakan bahwa alam semesta ini terjadi secara begitu saja (natural), tanpa adanya campur tangan Tuhan. (Faham ini sunguh berbahaya, dan dapat menyebabkan kaum Muslimin menjadi Atheis – yang tidak percaya kepada Tuhan).</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref8">[8]</a> As Sunnah Nabawiyah baina Du&#8217;at al Fitnah wa Ad&#8217;iyaa al Ilm, DR. Abdul Maujud Muhammad Abdul Lathif, Matba&#8217;ah ath Thoyyibah – Mesir, Hal: 88-89.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref9">[9]</a> Sebagian <em>Mufassir</em> meenafsirkan Al Kitab itu dengan <em>Lauh Mahfuzh</em> dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam <em>Lauh Mahfuzh</em>. Dan ada pula yang menafsirkan dengan Al Qur&#8217;an, dengan arti: dalam Al Qur&#8217;an itu telah ada poko-pokok agama, norma-norma hukum, hikmah-hikmah dan petunjuk untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref10">[10]</a> As Sunnah wa Makaanatuha fi at Tasyri&#8217; al Islamy, DR. Musthofa as Siba&#8217;iy, penerbit Dar ul Waraq, hal: 178.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref11">[11]</a> Sebagian <em>Mufassir</em> meenafsirkan Al Kitab itu dengan <em>Lauh Mahfuzh</em> dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam <em>Lauh Mahfuzh</em>. Dan ada pula yang menafsirkan dengan Al Qur&#8217;an, dengan arti: dalam Al Qur&#8217;an itu telah ada poko-pokok agama, norma-norma hukum, hikmah-hikmah dan petunjuk untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref12">[12]</a> Yaitu: perintah-perintah, larangan-larangan, dan aturan-aturan lain yang terdapat dalam Al Qur&#8217;an.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align:justify;"><a href="#_ftnref13">[13]</a> Lihat: Daf&#8217;us Syubuhat &#8216;anis Sunnah an Nabawiyah, DR. Abdulllah al Mahdi Abdul Qadir, Penerbit Al Iman – Mesir. Hal: 64</p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/336/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/336/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=336&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/12/16/ad-difaa-anis-sunnah-sebuah-pembelaan-terhadap-sunnah-nabi-shalallahu-alaihi-wasallam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Mahasiswa Indonesia di Pakistan</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/09/26/cerita-mahasiswa-indonesia-di-pakistan/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/09/26/cerita-mahasiswa-indonesia-di-pakistan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 18:21:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cerita mahasiswa diluar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa di pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Wuryanti Puspitasari Terik matahari di Islamabad menyelinap melalui daun-daun pepohonan di sepanjang jalan-jalan beraspal menuju Kampus Islamic International University (IIU). IIU berada di Sektor H-10 Islamabad dan didirikan sekitar 1980-an dan memiliki luas berpuluh-puluh hektar. Bangunannya merupakan perpaduan antara tipe Inggris klasik dan nuansa Islam dengan detil pilar-pilar tinggi dan didominasi warna merah dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=329&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Oleh Wuryanti Puspitasari</strong></p>
<p style="text-align:justify;">
Terik matahari di Islamabad menyelinap melalui daun-daun pepohonan di sepanjang jalan-jalan beraspal menuju Kampus Islamic International University (IIU).</p>
<p style="text-align:justify;">IIU berada di Sektor H-10 Islamabad dan didirikan sekitar 1980-an dan memiliki luas berpuluh-puluh hektar.</p>
<p style="text-align:justify;">Bangunannya merupakan perpaduan antara tipe Inggris klasik dan nuansa Islam dengan detil pilar-pilar tinggi dan didominasi warna merah dan cokelat.</p>
<p style="text-align:justify;">Kampus ini dikelilingi oleh asrama-asrama mahasiswa dan mahasiswi meskipun lokasinya berjauhan satu sama lain.</p>
<p style="text-align:justify;">Tempat menempuh pendidikan berbasiskan Agama Islam tersebut memisahkan antara mahasiswa dan mahasiswi di setiap kegiatan belajar dan mengajar termasuk tempat tinggal.<span id="more-329"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kampus tersebut merupakan salah satu pusat pendidikan yang menjadi incaran sebagian besar mahasiswa asal Indonesia di Negara Pakistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagian dari mereka mengambil jurusan &#8220;Islamic Studies&#8221; dengan total waktu pendidikan empat hingga lima tahun untuk strata satu.</p>
<p style="text-align:justify;">Meskipun berkuliah di luar negeri tidak seluruh mahasiswa asal Indonesia berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketua Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia di Pakistan, Syaifullah (25) menjelaskan jika ada tiga kelompok mahasiswa di IIU.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mahasiswa di sini terdiri dari tiga kelompok yakni mereka yang mampu secara ekonomi, mereka yang mendapat beasiswa dan mereka yang tidak mampu dan tidak mendapatkan beasiswa namun sangat ingin menempuh pendidikan agama,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun demikian, upaya untuk bertahan hidup membuat cerita sendiri bagi mahasiswa Indonesia di Pakistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Demi tetap bisa menempuh pendidikan di Islamabad sebagian mahasiswa mencari uang sendiri untuk menambah uang saku mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu cara mudah mendapatkan uang tambahan adalah dengan memasak makanan khas Indonesia untuk dijual ke acara-acara yang kerap di selenggarakan pejabat atau staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Islamabad.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga menjualnya ke masyarakat lokal atau warga negara Indonesia yang tinggal di Pakistan. Semuanya mereka lakukan demi mengejar ilmu dan menyelesaikan studi mereka dengan baik agar bisa segera kembali ke Tanah Air.</p>
<p style="text-align:justify;">Menurut data Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia di Pakistan ada 43 mahasiswa yang ada di Kota Islamabad dan sebagian besar diantaranya kuliah di IIU.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jumlah tersebut belum termasuk dari mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan agama di madrasah yang sebagian besar berada di luar Islamabad, jumlahnya mencapai ratusan,&#8221; kata Syaifullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka yang tergabung dalam organisasi persatuan mahasiswa kerap melakukan berbagai kegiatan untuk mendukung studi utama di kampusnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Organisasi tersebut bertujuan sebagai wadah pemersatu mahasiswa-mahasiswa Indonesia di Pakistan, menjalin hubungan dengan organisasi mahasiswa internasional serta ajang berkumpul dan melakukan kegiatan-kegiatan positif.</p>
<p style="text-align:justify;">Kegiatan tersebut diantaranya bekerjasama dengan KBRI untuk mengadakan diskusi ilmiah, lomba karya tulis dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dengan organisasi tersebut mahasiswa Indonesia di Pakistan jadi lebih dekat satu sama lain dan semakin kompak,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan, saat yang satu kelaparan dan tidak memiliki uang maka mahasiswa Indonesia yang lain akan senantiasa membantu dan berbagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Isu Teroris</p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa alasan mengapa mahasiswa asal Indonesia memilih untuk menempuh pendidikan di Pakistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satunya adalah pendidikan bertaraf internasional dengan mengunakan tiga bahasa asing yakni Inggris, Arab dan Urdu atau bahasa lokal di Pakistan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kalau kita kuliah di Eropa biasanya hanya mahir Bahasa Inggris dan di Timur Tengah mahir bahasa Arab sementara di sini tiga bahasa minimal bisa kita kuasai,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, biaya kuliah juga tergolong cukup murah dan biaya hidup tidak terlalu mahal.</p>
<p style="text-align:justify;">Akan tetapi dibalik berbagai alasan yang positif ada juga berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa Indonesia di Pakistan.</p>
<p style="text-align:justify;">Para mahasiswa menyadari betul bahwa terkadang banyak isu yang beredar menyebutkan jika mahasiswa Indonesia alumni Pakistan dicurigai mendapat pendidikan yang berbau teroris.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Padahal kami disini sudah cukup disibukkan dengan aktivitas kampus dan organisasi,&#8221; katanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Meski demikian, Syaifullah dan teman-temannya yang tergabung di dalam organisasi mahasiswa Indonesia di Pakistan mengaku tidak gentar dengan isu yang beredar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yang terpenting kami disini belajar dengan baik meskipun ada kemungkinan saat lulus dan kembali ke Tanah Air nanti kami dicurigai pernah mendapatkan pendidikan yang berbau teroris,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, kerap terjadinya ledakan bom di Pakistan juga menjadi catatan tersendiri bagi para mahasiswa.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami yang awalnya takut akan ledakan bom kini malah menjadi terbiasa dan tidak kaget jika mendengar informasi telah terjadinya ledakan,&#8221; katanya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=329&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/09/26/cerita-mahasiswa-indonesia-di-pakistan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi-Puisi Daybakh</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/08/19/puisi-puisi-daybakh-2/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/08/19/puisi-puisi-daybakh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 00:02:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi-Puisi Daybakh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Irfan Azizi. Sedianya.. Sedianya kala sedia Kita bisa.. Masanya kala masa Kita punya.. Katanya kala kata Kita tua.. Adanya kala ada Kita kerja.. Nyatanya kala nyata Kita mana.. Jadi, Sedianya kala sedia Kita bisa!! [Blue Area, 13 Oktober 2009]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=320&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Irfan Azizi.</p>
<p><strong>Sedianya..</strong></p>
<p>Sedianya kala sedia<br />
Kita bisa..</p>
<p>Masanya kala masa<br />
Kita punya..<br />
Katanya kala kata<br />
Kita tua..<br />
Adanya kala ada<br />
Kita kerja..<br />
Nyatanya kala nyata<br />
Kita mana..</p>
<p>Jadi,<br />
Sedianya kala sedia<br />
Kita bisa!!</p>
<p>[Blue Area, 13 Oktober 2009]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/320/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/320/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=320&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/08/19/puisi-puisi-daybakh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi-Puisi Daybakh</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/puisi-puisi-daybakh/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/puisi-puisi-daybakh/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 23:59:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi-Puisi Daybakh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Irfan Azizi. Saat Cinta Menyeruduk Norma Tahukah kau? Para koruptorpun punya cinta Dan karena cinta itulah Mereka korupsi Keluarga mereka Adalah telaga cintanya Istri dan anak serta menantu Adalah cinta yang menggelayutinya Maka korupsipun Adalah aktivitas cintanya Untuk mengairi telaganya Namun bila cinta membunuh cinta lainnya Masihkah pantas disebut cinta? [Islamabad, 9 Desember 2009] [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=318&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Irfan Azizi.</p>
<p><strong>Saat Cinta Menyeruduk Norma</strong></p>
<p>Tahukah kau?<br />
Para koruptorpun punya cinta<br />
Dan karena cinta itulah<br />
Mereka korupsi</p>
<p>Keluarga mereka<br />
Adalah telaga cintanya<br />
Istri dan anak serta menantu<br />
Adalah cinta yang menggelayutinya</p>
<p>Maka korupsipun<br />
Adalah aktivitas cintanya<br />
Untuk mengairi telaganya</p>
<p>Namun bila cinta membunuh cinta lainnya<br />
Masihkah pantas disebut cinta?</p>
<p>[Islamabad, 9 Desember 2009]<br />
<em>Untuk Ibu Pertiwi yang masih berseteru dengan para koruptor.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=318&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/puisi-puisi-daybakh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Alangkah Lucunya Negeri Indonesiaku</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/alangkah-lucunya-negeri-indonesiaku/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/alangkah-lucunya-negeri-indonesiaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 20:11:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[memasyarakatkan beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan di pakistan malaysia mesir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[بسم الله الرمن الرحيم Oleh: Karnan Baiduri A. Judul diatas memang terinspirasi dari sebuah film yang digarap oleh Deddy Mizwar, sebuah pesan moral terhadap bangsa ini atas problematika pendidikan dan matinya nilai akhlaq sebagian orang-orang berpendidikkan di bangsa ini. Kita sadar bahwa bangsa kita tidak jelek-jelek amat tapi masih jauh dari yang diharapkan, pernah terpikir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=316&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<li><strong>بسم الله الرمن الرحيم</strong></li>
<p>Oleh: Karnan Baiduri A.</p>
<p>Judul diatas memang terinspirasi dari sebuah film yang digarap oleh Deddy Mizwar, sebuah pesan moral terhadap bangsa ini atas problematika pendidikan dan matinya nilai akhlaq sebagian orang-orang berpendidikkan di bangsa ini. Kita sadar bahwa bangsa kita tidak jelek-jelek amat tapi masih jauh dari yang diharapkan, pernah terpikir enak juga mungkin menjadi warga negera Malaysia atau warga Pakistan, walaupun tidak punya duit insya Allah masih bisa sekolah tanpa harus sibuk memikirkan bagaimana harus membayar SPP, makan, beli buku dll. Selama 4 tahun tinggal di Pakistan, banyak hal-hal baru yang didapat, pada tahun pertama saya datang, ada kawan dari sulawesi yang saat itu lagi menuntuk ilmu di fakultas sastra inggris,<span id="more-316"></span> hampir setiap sore dia pergi memberi bimbingan privat kepada anak-anak kecil warga Malaysia, semua pelajaran dia sampaikan keculai pendidikan agama. Dari gaji yang dia dapat sudah cukup untuk keperluan dia sehari-hari, bahkan menurut penulis, dia bisa menyisihkan uang yang dia terima. Kemudian ada kawan lain pula yang diminta oleh warga Malaysia dari kalangan embassy untuk mengisi pengajian dan mengajar mengaji bagi anak-anak mereka, Alhamdulillah dari sana pula dia bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Secara tidak langsung warga Malaysia membantu sebagian mahasiwa asal indoneisa untuk mandiri, tidak lagi minta uang saku kepada orang tua yang ada di Indonesia. Tidak hanya itu kita sebagai kawan mereka tadi pun ikut merasakan nikmat yang mereka dapatkan. Jika mereka pulang mengajar, terkadang membawa bungkusan satu ekor ayam untuk dimasak sebagai makan malam. Ada pula kawan lain yang dari Jakarta, dia juga mengajar mengaji beberapa anak-anak embassy Malaysia, selama dia mengajar tidak pernah meminta uang saku kepada orang tua di indoneisa sampai saat ini. Karena kawan ini masih melanjutkan pendidikan di jenjang S2.</p>
<p>Penulispun pernah menjadi tenaga pengajar untuk anak-anak itu selama beberapa bulan, sebagai guru pengganti karena kawan saya sedang pulang kampung setelah 5 tahun tinggal di Pakistan, dan Alhamdulillah saya tidak menyangka dengan waktu mengajar yang hanya 2 jam selama 3 hari dalam seminggu. Saya menerima hampir 80 dollar, jumlah yang cukup besar bagi ukuran guru mengaji yang murid didiknya 4 orang. Dengan jumlah gaji yang segitu, hampir setiap mengajar saya selalu menggunakan taxi untuk pergi mengajar, dan saya masih bisa memenuhi kebutuhan saya sehari-hari dan masih bisa menyimpan sedikit sebagai tabungan.</p>
<p>Ini semua bukan cerita tentang kemakmuran yang diterima kawan-kawan asal Indonesia di Pakistan, tetapi saya ingin bercerita bagaimana orang-orang Malaysia memanfaatkan sumber daya manusia yang dimiliki didareah tersebut, kebetulan mahasiswa yang dari Malaysia yang belajar di IIU mereka semua orang-orang yang berada. Pernah kawan kita ini ditawari mengajar oleh orang Malaysia setelah mengajar beberapa waktu, kemudian dia lempar kepada kawan-kawanya dari Indonesia. System pendidikan yang ada di paksitan sedikit berbeda dengan kita, mereka disini jika mengajar anak-anak dan mendapati kesalahan tidak segan-segan menggunakan hukuman fisik kepada anak-anak tersebut, entah dipecut menggunakan rotan dll. Mungkin sebab itulah warga Malaysia lebih rela anak-anak mereka diajar oleh orang-orang yang serumpun, selain bahasa yang kita miliki dan adat istiadat yang tidak jauh berbeda.</p>
<p>Pada waktu yang sama ditahun pertama saya datang ke Pakistan, orang-orang kita dari Indonesia masih belum melakukan apa yang telah dikerjakan oleh orang-orang Malaysia, tidak pernah saya dengar mereka ngadakan pengajian rutin yang diisi oleh mahasiswa ataupun meminta anak-anak mereka diajar mengaji. Baru satu tahun belakangan ini orang-orang kita mencontoh apa yang dilakuan orang-orang Malaysia. Para ibu-ibu berkumpul bersama untuk mendengarkan pengajian, kemudian ada beberapa orang-orang KBRI meminta kita untuk mengajarkan iqra’ kepada anak-anak mereka.</p>
<p>Setelah 4 tahun ini penulis bisa memberikan penilaian bahwa rata-rata anak-anak Malaysia lebih sopan dari anak-anak Indonesia dikalangan warga kedutaan, walaupun tidak seluruhnya. Saya bisa melihat itu semua dari cara mereka berbicara dan bergaul.</p>
<p>Penilaian ini saya buat atas dasar apa yang saya lihat, bukan karena saya pernah hidup dari hasil mengajar anak-anak warga Malaysia. Pernah suatu ketika saya telibat pembicaraan mengenai pendidikan di Malaysia bersama orang tua anak didik saya, ternyata bapak ini mengerti banyak tentang pendidikan di negera kita, bahkan dia juga bisa sedikit berbicara bahasa jawa. Dia bercerita, di Malaysia orang yang tidak punya kesempatan untuk tidak sekolah sangatlah sedikit, bahkan bisa dikatakan tidak ada, kecuali mereka yang memang niat untuk meninggalkan kesempatan menuntut ilmu. Di Malaysia tutur bapak itu, kerajaan telah memberi beasiswa kepada warganya dan apabila mereka tidak mendapatkannya banyak NGO-non governmental organization  menyediakan beasiswa. Ada yang sifatnya secara cuma-cuma, ada yang bersifat bersyarat dia harus bekerja untuk NGO tersebut selama beberapa tahun dan ada pula yang bersifat pinjaman lunak, bisa mengembalikannya secara dia mendapatkan pekerjaan secara berangsur-angsur. bapak tadi pun bercerita bahwa ayahnya tidak sanggup membiayai dirinya untuk sekolah, kemudian dia berinisiatif untuk mencari pinjaman kepada NGO sampai dia lulus kuliah, dan sampai sekarangpun dia setelah menjadi orang sukses dengan gaji ribuan dollar, tiap bulan membayar cicilan pinjaman tadi kepada NGO yang telah membantu dia.</p>
<p>Lain ladang lain pula belalangnya, lain negara lain pula kondisinya. Kali ini saya ingin bercerita tentang Pakistan, pesantren yang dimiliki negara ini sangatlah banyak, lebih banyak dari negera kita, hampir semua pesantren itu memiliki satu keistimewaan  bagi orang-orang miskin, yaitu GRATIS. Yaaa… kata itu yang dimiliki hampir semua pesantren di Pakistan, gratis SPP, gratis uang gedung, gratis uang makan dan gratis-gratis yang lain. Tugas anda hanyalah belajar tidak perlu pusing atas tunggakan SPP, nanti sarapan dengan menu apa ? atau bagaimana cara membeli buku-buku pelajaran dll, bahkan anda tidak perlu pusing untuk membeli seragam sekolah (karena mereka tidak mewajibkan santrinya memakai seragam).</p>
<p>Dengan segala ke-gratisan itu, kita bisa mengacungkan jempol kepada warga Pakistan, khususnya kepada pengurus pesantren bagaimana mereka mengatur pesantren agar selalu berjalan tanpa harus memungut biaya sepeserpun dari para anak didiknya. Jika saya bandingkan Pakistan itu lebih miskin dari negara kita, harga bahan pokok disini lebih mahal dari Indonesia, tetapi yang saya salutkan adalah rasa kekeluargaan yang dimiliki oleh orang-orang disini. Pesantren disini tidak seperti di Indonesia yang sebagian besar telah terdaftar di depag yang memiliki santri minimal 100 orang/pesantren, dengan mengikuti kurikurum yang telah disediakan. Hal ini terjadi sebaliknya di Pakistan, mereka mempunyai kurikurum yang berbeda disetiap pesantren dan terkadang kita bisa melihat jumlah santri yang kurang dari 100.</p>
<p>Penulis mendapat cerita dari beberapa orang yang pernah masuk ke pesantren khusus penghafal Al-qur’an, jadi orang-orang yang memiliki pesantren biasanya adalah orang kaya di kampung tersebut.</p>
<p>Mereka ini yang mempunyai semangat tinggi untuk memperjuangkan Islam dan pendidikan di daerahnya karena telah saya ceritakan tadi, Pakistan adalah negera yang lebih miskin dari Indonesia, para orang tua disini yang tidak mampu menyekolahkan anaknya di sekolah-sekolah pemerintah atau swasta yang harus mengeluarkan biaya tiap bulan untuk SPP, orang tua tersebut menitipkan anak-anak mereka ke pesantren.</p>
<p>Kemudian saya bertanya kepada kawan saya tadi: “bagaimana cara mereka makan tiap hari?” sekaya apapun yang dimiliki seseorang pastilah tidak mungkin biaya operasional ditanggung sendiri dengan puluhan santri atau bahkan ribuan. Jadi disebagian pesantren setiap mendekati waktu makan siang dan malam, ada beberapa santri yang ditugaskan untuk berkeliling kampung mengetuk pintu-pintu rumah warga sekitar, ada yang memberi lauk, sayur mayur, ada pula yang memberi roti (makanan pokok warga Pakistan). Setelah terkumpul semua itu lauk dan sayur mayur dicampur menjadi satu untuk dimasak lagi ( jangan berpikir bahwa makanan mereka sama dengan kita, makanan orang disini hampir bisa dikatanan satu rasa yaitu: asin, sedikit pedas merica dan berminyak).</p>
<p>Kawan-kawan saya tadi tidak terbisanya dengan menu makanan para santri. Akhirnya mereka memasak sendiri dan tentunya orang Indonesia tidak terbiasa makan dengan roti.</p>
<p>Untuk pesantren yang lebih besar dan sudah mempunyai nama, terkadang mereka telah memiliki donator tetap. Para santrinya tidak perlu untuk bekeliling kampung mengetuk pintu-pintu rumah masyarakat, pesantren itu antara lain yang dimiliki oleh Deobandi, Tabligh, Maududi, Syiah, Ahlul Hadith dll.</p>
<p>Pesantren-pesantren tersebut memiliki fasilitas yang sangat memadai, bahkan beberapa diantaranya dibangun seperti sebuah kota kecil yang menyediakan berbagai fasilitas didalamnya, cotohnya: klinik, rumah makan, sekolah, swalayan dll.</p>
<p>Selanjutnya kita mencoba menguraikan sedikit berita dari Mesir tentang pendidikan, sudah 2 tahun belakangan ini pemerintahan mesir menyediakan kurang lebih 110 beasiswa untuk mahasiwa Indonesia yang ingin menimbah ilmu di Azhar university. Dengan perincian 90 untuk progam S1 dan 20 untuk progam S2.</p>
<p>Tetapi bagi kawan-kawan yang tidak mendapatkan beasiswa dari pemerintah mesir biasanya mereka berinisiatif mencari beasiswa sendiri ke NGO yang ada disana. Jika kita perhatikan beasiswa yang ditawarkan di mesir jumlahnya lebih besar dibandingkan negara kita, hal ini mungkin disebabkan oleh banyaknya jumlah orang kaya atau orang-orang mesir memiliki rasa bahwa pendidikan itu penting dan mungkin memang orang-orang mesir mempunyai tradisi berbagi antara sesama yang cukup tinggi.</p>
<p>Saat ramadhan tiba banyak kita temui maidaturrahman disetiap distrik kota cairo, ini adalah sebuah acara ifthar jama’i/buka bersama. Model acara ini seperti sebuah bazar yang memiliki stan-stan yang bisa dibongkar pasang, jumlah stan tidak dibatasi, semua orang bisa andil dalam acara ini, dan semua orang bisa datang untuk mengikuti acara ini kaya, miskin, tua, muda, pria, wanita, 1 jam sebelum adzan maghrib dikumandangkan para pemilik stan telah bersiap-siap menyambut para tamunya, menu yang disajikan beraneka macam tetapi anda jangan berharap mendapatkan menu lontong sayur disana karena orang mesir tidak mengenalnya, andapun bisa membawa pulang makanan dari sana, semua makanan tadi GRATIS anda tidak akan terkana sepeserpun biaya atas makanan yang telah anda makan. Inilah suatu tradisi yang sangat mulia, mereka memiliki rasa berbagi atas sesama, atas rizki yang telah mereka dapatkan disisihkan untuk orang-orang yang menunaikan ibadah shaum.</p>
<p>Terlepas dari apakah masyarakat mesir itu banyak yang kaya atau mereka mengerti perlunya pendidikan atau mereka mempunya rasa berbagi antar sesama. Terlepas pula dari orang-orang Pakistan yang memiliki banyak pesantren dan terlepas pula dari negara Malaysia yang mempunya NGO yang siap membantu anda sekolah. Kita bangsa Indonesia harus bisa memberi pendidikan kepada anak-anak bangsa agar mereka keluar dari kebodohan, kita bisa menyupayahkan dengan berbagai cara, kita adalah bangsa yang memiliki sumber daya alam yang begitu berlimpah, memiliki ratusan sekolah, pesantren bahkan ribuan, kita juga mempunyai orang-orang yang kaya, seandainya itu semua digabung menjadi satu untuk memajukan bangsa ini dengan memberi pendidikan yang layak kepada anak-anak bangsa. Kita akan menjadi bangsa pengekspor manusia sebagai tenaga pengajar yang handal bukan sebagai mengekspor manusia yang dijadikan pelayan.</p>
<p>Pernah suatu hari penulis berbincang-bincang dengan saudara Su’ud Hasanuddin, dia bercerita problematika pendidikan di Indonesia, kita sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya ikut andil dalam hal tersebut. Dia menawarkan sebuah gagasan yang cukup bagus, kita dikampung pastilah mempunyai kawan-kawan yang bisa dibilang orang-orang berada (tidak miskin, tidak juga terlalu kaya) seandainya ada 10 orang dalam satu kampung tadi sepakat untuk menyisihkan 10ribu rupiah setiap satu bulannya maka akan terkumpul uang sebesar 100 ribu rupiah, uang ini bisa kita gunakan untuk menyekolahkan 1 anak dikampung tersebut yang kurang mampu. Kalau bisa kita sekolahkan sampai ke tingkat sarjana. Nah apalagi bagi para da’i yang pastinya mempunyai para jama’ah di kampungnya, sudah selayaknya bisa mengajak para jama’ahnya untuk saling membantu antar sesama, ini adalah sebuah PR bagi kita semua agar rasa saling berbagi itu menjadi sebuah tradisi walaupun itu hanyalah sedikit.</p>
<p>semoga bermanfaat dalam mencerdaskan bangsa indoneisa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/316/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/316/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=316&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/08/18/alangkah-lucunya-negeri-indonesiaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramadhan di Pakistan, Gimana seh?</title>
		<link>http://fospi.wordpress.com/2010/08/13/ramadhan-di-pakistan-gimana-seh/</link>
		<comments>http://fospi.wordpress.com/2010/08/13/ramadhan-di-pakistan-gimana-seh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 19:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fospi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ramadhaniyyat]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan di negeri orang]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan di pakistan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fospi.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Karnan Baiduri A Alhamdulillah pada hari ketiga Ramadhan tahun ini 1431H/2010M terasa begitu nyaman di siang hari walaupun kita saat ini masih berada pada suasana musim panas, dikala waktu sore tiba udara lebih segar menyapa kami. Seolah-olah kita disini telah memasuki awal-awal musim dingin. Jika kita bandingkan dengan tahun lalu pada tanggal yang sama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=308&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Oleh: Karnan Baiduri A</p>
<p style="text-align:justify;">Alhamdulillah pada hari ketiga Ramadhan tahun ini 1431H/2010M terasa begitu nyaman di siang hari walaupun kita saat ini masih berada pada suasana musim panas, dikala waktu sore tiba udara lebih segar menyapa kami. Seolah-olah kita disini telah memasuki awal-awal musim dingin. Jika kita bandingkan dengan tahun lalu pada tanggal yang sama kita masih merasakan udara yang kurang bersahabat, untuk ukuran orang tropis suhu udara 42*C adalah musibah, karena kita di Indonesia tidak pernah merasakan hawa sepanas itu.<span id="more-308"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi yang berkembang di Pakistan sedikit berbeda dengan kita bangsa Melayu terutama orang Indonesia, suasana Islami lebih terasa di Pakistan.  Di bus, angkutan umum atau halte kita bisa melihat orang-orang sedang membaca Al-Qur’an. Masjid-masjid lebih ramai dari hari bisanya, padahal dihari biasapun mereka juga ramai datang ke masjid, inilah yang tidak kita dapatkan di negera kelahiran kita Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada saat waktu sahur tiba, kita bisa melihat suatu kesamaan, tatkala menjelang waktu sahur mereka mengumandangkan adzan agar para warga muslim mempersiapkan hidangan sahur, ketika waktu imsak telah tiba, sebagian masjid membunyikan sirine sebagi tanda waktu imsak telah tiba, 10 menit kemudian adzan subuh berkumandang. Ada sebuah tradisi unik di Pakistan tentang waktu mengumandangkan adzan, sehari sebelum ramadhan mereka mengumandangkan adzan pukul 04.20 pagi, selang keesokannya adzan dimulai pukul 04.00 pagi, hanya terpaut 1 hari perbedaan waktunya 20 menit, ada apakah dengan Pakistan? Tenyata disini sebagian masjid mereka mempunyai kebiasaan mengakhirkan adzan sampai hampir waktu terbit matahari. Kemudian adzan bagi mereka pada hari-hari biasa menandakan bahwa disana akan dilaksanakan shalat jama’ah, begitu juga pada waktu-waktu shalat yang lain. Bahkan dalam suatu kampung bisa terdengar adzan per15menit sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Di negara Indonesia yang kita cintai, ramadhan membawah berkah tersendiri bagi pedagang makanan dadakan, banyak kita jumpai dipinggir jalan berjubel aneka makanan yang mereka tawarkan mulai dari gorengan sampai minuman yang beraneka ragam jenisnya. Rumah kita pun tatkala ramadhan tiba, sudah bisa diperkirakan ada menu tambahan dari hari biasanya, entah itu kolak atau es buah yang selalu sedia sebelum buka menjelang. Hal ini sangat bertolak belakang dengan Pakistan, ramadhan bagi mereka bukan ajang mencari rizki tambahan atau adanya menu tambahan dirumah. Kita tidak akan mendapati makanan atau minuman yang beraneka ragam, yang tidak berbeda dengan kita adalah mereka dalam mempersiapkan ifthar/buka menggukanan qurma dan buah-buahan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada sisi lain, KBRI sebagai perwakilan negera kita di Pakistan, mengagendakan pada tahun ini 1431H buka puasa bersama dan shalat tarawih di majid KBRI setiap 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari jum’at dan sabtu, yang kemudian disusul dengan acara I’tikaf pada 10 hari akhir ramadhan. Ini merupakan ajang silaturahmi warga Indonesia yang berada di Islamabad dan sekitarnya, agar hubungan sosial kita semakin erat.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi mahasiswa acara ini selain menyambung tali silaturahmi antar sesama, acara ini pun sebagai obat kangen kita terhadap makanan khas Indonesia, karena setiap acara buka bersama selalu disajikan menu-menu khas Indonesia. Contohnya : sop ayam, ayam bakar, rendang, kolak, es kacang ijo dll, yang kesemua itu sangat sulit kita rasakan sehari-hari, karena kesibukan kampus dan sulitnya mencari beberapa bahan untuk menu tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Masjid kita di KBRI terasa berbeda tahun ini jika dibandingkan dengan 3 tahun lalu. Dulu acara buka bersama dan shalat tarawih berjama’ah dilakukan setiap hari sampai akhir ramadhan. Tetapi sekarang hanya 2 kali dalam seminggu.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada suatu keistimewaan ramadhan di Pakistan, jika kita tarawih di majid, kemudian kita perhatikan bacaan para imamnya, setiap hari pasti berbeda-beda surah yang mereka baca, dan surah yang telah dibaca tidak akan dibaca lagi pada keesokan harinya karena mereka punya tradisi untuk mengkhatamkan Al-Qur’an pada shalat tarawih, jadi minimal mereka akan membaca 1 juz disetiap malamnya. Dan pada sebagian masjid Agung disini pada akhir ramadhan mereka mengadakan malam shabina, yaitu pengkhataman Al-Qur’an secara penuh dimulai dari awal sampai akhir pada shalat tarawih pada malam ke 27-29 ramadhan. Yang penulis dengar (karena saya sendiri belum berani ikut acara itu) dimulai selepas shalat isya’ dan diakhiri menjelang waktu sahur, jadi pembaca bisa memperkirakan berapa lama meraka melaksanakan shalat tarawih, kalau dihitung 30juz dibagi 3hari = 10juz setiap malam, yang dibaca untuk 23 rakaat.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Semoga ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya, amiin.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Islamabad, 13-agustus-2010.</p>
<p style="text-align:justify;">00.53 di kuwait hostel.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fospi.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fospi.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fospi.wordpress.com&amp;blog=1606095&amp;post=308&amp;subd=fospi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fospi.wordpress.com/2010/08/13/ramadhan-di-pakistan-gimana-seh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5ad390cc0d27e23aa8190e0ace528edf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Fospi Pakistan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
