Bagaimana Tip
Menimba Ilmu dan Pengalaman di Pakistan
Muladi Mughni, Lc.*
I. Selayang Pandang Pakistan
A. Pandangan Umum:
Republik Islam Pakistan dengan nama asli : Islami Jamhuria e-Pakistan, dengan lagu kebangsaan : “Blessed be the Sacred”, adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Berbatasan dengan India, Iran, Afghanistan, China dan Laut Arab. Dengan lebih dari 160 juta penduduk dan luas Wilayah sebesar: 803.000 KM2, Pakistan menduduki peringkat keenam negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Ia juga menduduki peringkat ketiga dalam negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia (setelah Indonesia dan India) dengan perincian, Islam 97%, sisanya Hindu dan Kristen, serta juga salah satu anggota penting OKI. Bentuk negaranya adalah Republik yang dipimpin oleh Presiden dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan.
Adapun nama Ibukota Pakistan adalah Islamabad. Daerah hijau subur, luas dan damai. Islamabad sebuah kota yang luas, jalan yang berpagar pepohonan, rumah/gedung besar, gedung publik yang elegan. Kemacetan dan keramaian jarang sekali terjadi, lorong sempit dan rumah-rumah gubuk sangat sedikit. Trotoar merupakan tempat yang teduh dan nyaman berada dideretan belakang dari pohon-pohon flamboyan, jacaranda dan hibiscus. Bunga Ros, Melati dan Bougenvil terhampar di taman-taman dan pemandangan indah terdapat di kota ini.
Pola induk dari kota termodern ini dipersiapkan sejak tahun 1960 oleh Constantinos Doxiades seorang arsitek kebangsaan Yunani. Konstruksinya dimulai pada Oktober 1961. Juga terdapat tempat yang luas untuk berjalan, joging, gerak jalan di sekitar Islamabad di bukit Margalla. Bukit Margalla merupakan daerah padang rumput, disini kita dapat melakukan gerak jalan pendek dan panjang dengan pemandangan alam terbuka yang bagus sekali. Dan sekarang Pakistan tengah membangun proyek menghubungkan jalan kecil sepanjang kira-kira 120 km .
Sedang bahasa nasional Pakistan adalah Urdhu dan Inggris, dan Rupee (Rs) sebagai mata uangnya. Untuk saat ini nilai kurs terhadap Dolar: 1 USD $ = Rs. 60.00.- Negara yang sangat subur ini merupakan penghasil pertanian seperti gandum, beras, katun, tembakau, gula. Dan di samping itu, sumber alamnya juga cukup melimpah seperti : Sulfur, gip, chromit, minyak, gas, asbes. Maka tak heran jika kita banyak menjumpai pabrik-pabrik Industri di Pakistan seperti: Tekstil, karpet, kulit, semen dan kimia.
B. Sejarah Lahirnya Pakistan
Pakistan mendapat kemerdekaan dari Inggris pada 14 Agustus 1947. Nama Islam-i Jumhuriya-e Pakistan (Republik Islam Pakistan) memiliki arti dan peran penting dalam perkembangan sejarah Islam modern. Tampak jelas dalam kata-kata Muhammad Ali Jinnaah –seorang tokoh revolusioner- pendiri negara ini yang mengatakan, “kita tidak memperjuangkan berdirinya Pakistan semata-mata untuk mendapatkan sebidang tanah, tetapi kita menginginkan suatu wilayah di mana kita bisa menerapkan prinsip dan ajaran Islam”. Sejak perjuangan awal mendirikan negara Islam yang terpisah dari India, hingga terbentuk sebuah negara merdeka, Pakistan telah memberikan sumbangsih jasa bagi umat Islam masa kini.
Bagi masyarakat Pakistan, Islam bukan sesuatu yang asing. Sejak pemerintahan Sultan al Walid I (705-715), para pendakwah Islam sudah melakukan ekspedisi dan penyiaran Islam ke seluruh Pakistan (pen: dahulu India) yang saat itu mayoritas beragama Budha. Namun, pengislaman sesungguhnya baru terjadi pada era Sultan Mahmud al Gaznawi (971-1030), yang berpusat di Kota Gazni, Afganistan. Dan semakin cemerlang pada era Dinasti Mogul berkuasa di India (1526-1858). Undang-undang Negara juga berdasarkan Syariat yang dilaksanakan oleh pemerintah. Kesan Islam pada sub-benua Asia-Selatan sangat dalam dan dalam jangkauan yang cukup luas. Islam diperkenalkan bukan merupakan suatu agama baru saja, tetapi suatu peradaban baru, suatu cara baru dalam kehidupan dan set nilai yang baru. dan kesusasteraan dari tradisi Islam, suatu kebudayaan dan pemurnian yang halus, institusi sosial dan kesejahteraan, didirikan dengan aturan Islam di seluruh sub-benua. Sebuah bahasa baru diperkenalkan, Urdu berasal terutama dari Bahasa Arab.
Sebelum pisah menjadi Pakistan, umat Islam India merupakan minoritas amat lemah, di tengah mayoritas Hindu dan kekuasan politik serta militer Inggris. Islam dan Hindu ibarat dua arus sungai yang mengalir dan bersumber dari muara yang berbeda. Walaupun pemeluknya telah hidup berdampingan bersama selama berabad-abad, namun pandangan mereka tentang hidup dan kehidupan merupakan batas pemisah yang tidak bisa dijembatani. Maka muncullah gagasan membentuk negara sendiri bagi umat Islam. Gagasan yang diprakarsai Sir Sayid Ahmad Khan (l817-1898), kemudian berkembang luas menjadi cita-cita perjuangan, segera dirumuskan oleh Sir Muhammad Iqbal (1873-1938) melalui organisasi “Liga Muslim India”. Akhirnya direalisasikan oleh Muhammad Ali Jinnah, yang dibaiat menjadi Qaid-i Azam (Pemimpin Besar) sekaligus Presiden pertama Republik Islam Pakistan. Dalam salah satu pidatonya ia (Ali Jinnah) mengatakan, “dari sudut pandang apapun ummat Islam adalah satu bangsa, mereka berhak mendirikan Negara sendiri dan menerapkan cara apapun untuk melindungi dan meningkatkan kepentingan mereka dari dominasi India.”
Aral tak henti menghadang pertumbuhan negara yang tengah berjuang menerapkan syari’ah (hukum Islam), yang mengakomodasi demokrasi, HAM, toleransi, dan keadilan sosial tersebut. Mayoritas negara-negara anggota PBB rata-rata “gerah” menyaksikan kemajuan Pakistan di bidang penerapan syari’ah dan pengembangan sains modern. Puncak kekhawatiran itu, berubah menjadi ketakutan dan berujung kepada konspirasi untuk memecah belah. Tahun 1971 timbul perang saudara antara Pakistan Barat yang dipimpin Presiden Yahya Khan dan Pakistan Timur yang dipimpin Mujibur Rahman.
Dengan bantuan penuh India, serta kelompok konspirasi lainnya, Pakistan Timur berhasil melepaskan diri dari Republik Islam Pakistan. Berdirilah Republik Bangladesh. Republik Islam Pakistan kehilangan satu sayap terpenting, berupa penyusutan wilayah geografis. Setelah tragedi pisahnya Pakistan Barat-Pakistan Timur, Republik Islam Pakistan senantiasa dililit masalah. Selain ketegangan abadi dengan India, baik mengenai perbatasan maupun “kepemilikan” Khasmir, juga ketengangan internal yang selalu meruntuhkan kewibawaan pemerintahan.
Tahun 1974, Jenderal Yahya Khan dikudeta oleh Jenderal Zulfikar Ali Butho. Juli 1977, Jenderal Ziaul Haq mengambil alih kekuasaan. Ali Butho dihukum gantung (4 April 1979). Pemerintah Ziaul Haq memberi dukungan penuh kepada Mujahidin Afganistan, yang sedang berjuang melawan invasi militer Uni Soviet (1979-1989). Namun tahun 1988, Ziaul Haq tewas, ketika helikopter yang ditumpanginya bersama Dubes Amerika Serikat di Pakistan, meledak. Kekuasan berpindah. Hingga muncul Benazir Butho, putri mendiang Zulfikar Ali Butho, merebut takhta Perdana Menteri. Hanya bertahan dua tahun. Tahun 1990, Benazir lengser karena dituduh korupsi. Digantikan Nawaz Sharif, seorang pengikut panatik Ziaul Haq. Sejak itu, pemerintahan Pakistan tak pernah stabil.
Serangan AS ke Afganistan awal 2002, membawa pengaruh luar biasa terhadap Pakistan. Peran Pakistan membesarkan Milisi Thaliban, hingga mampu mendirikan pemerintahan Islam di Afganistan tahun 1996, berubah drastis setelah mendapat tekanan keras AS. Pakistan balik membantu AS menghancurkan Milisi Thaliban. Presiden Pervez Musharraf berperan besar dalam perubahan sikap itu. Seorang Presiden yang berhasil naik tahta dengan aksi kudeta militer tak berdarah ini, merupakan kata kunci bagi perkembangan politik dan ekonomi Pakistan kontemporer.
In the Line of Fire karya Peresiden Musharraf terbaru (2006), adalah buku yang cukup kontroversial untuk dekade akhir ini. Banyak hal yang ia paparkan dalam buku tersebut, mulai dari perbaikan ekonomi Pakistan, pemulihan demokratisasi, pengentasan kemiskinan, peningkatan taraf pendidikan, emansipasi wanita, sampai kepada perang terhadap terorisme. Dengan langkah-langkah reformasinya ini, seolah ia tengah bermain api, baik kepada kalangan yang memiliki dendam sejarah atasnya, atau kepada kalangan yang “emoh” terhadap ide demokrasi liberal. Kalangan oposisi pemerintah, sampai kalangan fundamentalis pun selalu memberikan catatan-catatan kritis terhadap perjalanan rezim Musyharaf ini. Nampaknya ideologi Negara Syariat yang sejak awal dirancang, tengah menhadapi ujian, khususnya di saat negara-negara Barat menemukan momentumnya dalam setting perang melawan terorisme. Maka tak heran jika sekarang mulai muncul kembali wacana, bahwa benarkah Pakistan lahir atas dasar kepentingan mendirikan Negara Islam, ataukah sebatas membela kepentingan pemeluk Islam dari ketertindasan bangsa India saja. Entah akan ke mana akhir dari firksi ini akan bermuara, yang jelas bola api itu masih terus bergulir sampai saat ini.
II. Mengenal Universitas di Pakistan
INTERNATIONAL ISLAMIC UNIVERSITY (IIU) ISLAMABAD
(UNIVERSITAS ANTAR BANGSA ) ISLAMABAD
A. Sejarah berdirinya
International Islamic University Islamabad (IIUI) didirikan di Islamabad pada 11 November 1980 M. bertepatan dengan 01 Muharram 1401 H. Dalam bahasa Pakistan biasa disebut, Baina el-Aqwâm Islami University atau Universitas Antar Bangsa. Universitas ini di bangun atas aspirasi dan hasrat negara-negara Muslim yang menginginkan terbentuknya sebuah Universitas Islam berskala Internasional sebagai simbol dari sebuah kebangkitan Islam universal. Di mana program pendidikannya lebih diprioritaskan pada Islamic Studies, dengan sistem pendidikan modern yang berpijak pada al-Quran dan as-Sunnah. Namun seiring dengan perkembangan zaman IIUI mulai melebarkan sayap dan membuka beberapa fakultas umum. Dalam sistem pendidikan dan pengajaran, IIUI menjadikan Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa pengantar dalam perkuliahan. Ketika didirikan pada zaman pemerintahan Jendral Zia-ul-Haq IIUI belum memiliki kampus sendiri karena keterbatasan dana, maka pemerintah Pakistan ketika itu memberikan tempat sementara untuk IIUI di pinggiran kota Islamabad menyatu dengan Masjid Faishal (sebuah bangunan hasil arsitektur Mr.Veda Dolokey dari Turki). Masjid ini menempati area seluas 189,705 meter persegi, dan dapat memuat 200 ribu orang. Sejak awal berdirinya hingga sekarang tak kurang 56 negara baik dari negara muslim dan nonmuslim pernah menimba ilmu. Sejak tahun 2001 IIUI telah resmi menempati kampus baru (new campus) di kota Islamabad juga, namun kampus lama masih digunakan oleh Islamic Research Institute (IRI) dan Academy dakwah juga Shariah Academy.
Tujuan didirikannya universitas ini adalah untuk mencetak individu dan masyarakat yang siap mengabdikan diri dalam melakukan pembaharuan dalam segala bidang dengan bingkai nilai dan spirit Islam yang tercermin dalam setiap pribadi pelajar ataupun staf pengajar dan juga sistem pendidikan yang diterapkan. Sehingga yang menonjol dari sistem pendidikan di IIU ini adalah, penggabungan antara sistem pendidikan kalsik (turats) dan modern.
IIUI memiliki struktur organisasi yang disebut dengan Majelis al- Umana (Board of Trustees), yang memegang otoritas kebijakan mengikat atas perjalanan IIUI. Di mana Presiden Pakistan langsung menjadi penasehat dari Majelis ini, sedangkan untuk kepengurusan hariannya adalah dipimpin oleh seorang Rektor dan Presiden serta wakil Presiden. Adapun Presiden IIUI sekarang adalah Prof. Dr. Anwar Hussain Siddique.
B. Keunggulan Kuliah di IIUI
Terdapat beberapa keunggulan bagi Anda yang memilih IIUI sebagai tempat belajar, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Kurikulum yang telah terakreditasi secara internasioanal.
2. Universitas yang menerapkan kolaborasi dengan universitas-universitas asing ternama, dan banyak diminati pelajar asing dari berbagai Negara.
3. Universitas pertama di Pakistan yang kurikulumnya mengajarkan bidang ilmu- ilmu Islam, sains dan manajemen,
4. Fakultas-fakultas yang bonafide dengan fasilitas kelas yang sangat nyaman dan full-AC.
5. Studi-studinya lebih ditekankan pada bidang penelitian (research).
6. Tata letak kampus yang sangat bagus dan fasilitas yang lengkap, khususnya dalam hal akses internet, di mana di setiap fakultas dan perpustakaan disediakan fasilitas internet secara cuma-cuma.
7. Bagi mahasiswa asing disediakan hostel atau asrama
C. Fakultas dan Program Jurusan
1. Fakultas Agama :
NO FAKULTAS PROGRAM JURUSAN BAHASA PENGANTAR GELAR MASA KULIAH
1 Syariah and Law Doktoral (S3) Syariah & Hukum Arab & English Ph.D 3-5 Tahun
Master (S2) Islamic Commercial Law A & E LL.M 2-3 Tahun
Bachelor (S1) Syariah & Hukum A & E LLB.Hons 4-5 Tahun
Bachelor (S1) Syariah & Hukum A & E LLB. 3-4 Tahun
2 Ushuluddin Doktoral (S3) Tafsir dan Ulumul Qur,an A Ph.D 3-5 Tahun
Doktoral (S3) Perbandingan Agama dan Aqidah A & E Ph.D 3-5 Tahun
Master (S2) Aqidah Filsafat A & E M.A 2-3 Tahun
Master (S2) Perbandingan Agama A & E M.A 2-3 Tahun
Master (S2) Hadist A M.A 2-3 Tahun
Master (S2) Tafsir A M.A 2-3 Tahun
Bachelor (S1) Aqidah Filsafat A & E B.A. Hons 4-5 Tahun
Bachelor (S1) Tafsir Hadist A B.A. Hons 4-5 Tahun
3 Bahasa Arab Doktoral (S3) Bahasa Arab (Linguistic) A Ph.D 3-5 Tahun
Doktoral (S3) Adab (Sastra Arab) A Ph.D 3-5 Tahun
Master (S2) Bahasa Arab A M.A 2-5 Tahun
Bachelor (S1) Bahasa Arab A B.A. Hons 4-5 Tahun
2. Fakultas Umum :
NO FAKULTAS PROGRAM JURUSAN BAHASA PENGANTAR GELAR MASA KULIAH
1 Ekonomi Doktoral (S3) Ekonomi E Ph.D 3-5 Tahun
Master (S2) Ekonomi E M.Sc.Ec 2-3 Tahun
Bachelor (S1) Ekonomi E B.Sc.Ec 3-4 Tahun
2 Management Science Master (S2) Bisnis Administrasi E MBA 2 Tahun
Master (S2) Pemasaran E MBA 2 Tahun
Bachelor (S1) Bisnis Administrasi E B.Sc 5 Tahun
Bachelor (S1) Pemasaran E B.Sc 5 Tahun
3 Applied Science Doktoral (S3) Computer Sience E Ph.D.Sc.Com 1-3 Tahun
Master (S2) Computer Science E M.Sc.Com 1-3 Tahun
Master (S2) Software Enginering E M.Sc.Com 1-3 Tahun
Diploma Computer Science E B.Sc.Com 1-3 Tahun
Bachelor Computer Science E B.Sc.Com 1-3 Tahun
4 Social Science Doktoral (S3) Politic and International relation E Ph.D 3-5 Tahun
Master (S2) Politic&International Rela E M.A 2-3 Tahun
Master (S2) Education E M.Ed 2-3 Tahun
5 Languages & Literature Master (S2) Bahasa Inggris E M.A 2-5 Tahun
Bachelor (S1) Bahasa Inggris E B.A Hons 4-5 Tahun
Bachelor (S1) Bahasa Persia E B.A Hons 4-5 Tahun
D. Biaya Perkuliahan
1. Biaya untuk kali pertama pendaftaran:
NO. o PEMBAYARAN S1 S2 S3 KETERANGAN
1. Pendaftaran 1000 1000 1000
2. Biaya Kuliah 3000 4500 6000
3. Asrama (hostel) 2000 1500 7000
4. Final Exam 800 1000 1500
5. Deposit Perpustakaan 2500 2500 2500 Dikembalikan
6. Hostel Security 3000 3000 3000 Dikembalikan
7. Book Bank Security 700 700 700 Dikembalikan
8. Uang Jaminan 700 700 700 Dikembalikan
9. Kegiatan Mahasiswa 400 400 400
10. Pemeliharaan Transfortasi 400 400 400
11. Pemeliharaan Perpustakaan 800 800 800
12. Transporstasi (Shuttle Bus) 300 300 300
Jumlah (Rupees) 16500 16800 24300
Jumlah (Dolar) 260 280 405
2. Biaya untuk semester selanjutnya :
NO. PEMBAYARAN S1 S2 S3 KETERANGAN
1. Biaya Perkuliahan 3750 6270 7770 Tidak dapat diwakilkan
2. Hostel (Kamar) 3750 5000 6250 Tidak dapat diwakilkan
Jumlah (Rupees) 7500 11270 14020
Keterangan :
1. Untuk fakultas umum seperti (Political Science, Computer Science, Ekonomi) pembayaran uang kuliah mereka biasanya disebut Self Finance, jumlahnya lebih mahal (sampai 2 kali lipat) dari fakultas ilmu-ilmu agama, karena fakultas tersebut tidak mendapat tunjangan dari OKI (Organisasi Konferensi Islam) sebagai pendiri universitas.
2. Kurs Rupee terhadap Rupiah tahun 2007: Rs 1.0- = berkisar Rp. 155,- . s/d Rp. 178,- sedang USD $ 1.0,- = Rs. 70.00,-
3. Biaya diatas bisa berubah setiap tahun ajaran baru, sesuai dengan kebijakan Universitas, dapat Anda cek di website: www.iiui.pk.com.
4. Untuk makan, Universitas menyediakan MESS (dapur umum) yang terletak di setiap hostel, dengan menu Pakistan namun cukup pas dengan selera Indonesia. Bagi yang berminat, membayar uang jaminan Rs. 1.500,-, dan untuk selanjutnya membayar perbulan sesuai dengan harga makanan yang dikonsumsi.
5. Untuk biaya kebutuhan hidup perbulan seperti: jajan, transportasi, beli buku tulis, dll, cukup dengan Rs. 4000,- atau (USD $ 70).
6. Di Pakistan mahasiswa tidak dapat belajar sambil bekerja, dikarenakan:
a. Padatnya jadwal perkuliahan, mulai pagi jam 08.30, terkadang sampai malam jam 19.30, sesuai dengan materi yang diambilnya.
b. Tidak diperkenankannya pelajar asing pemegang visa studi untuk bekerja.
c. Bagi yang memiliki keahlian mengajar al-Quran, biasanya Bapak-bapak dari KBRI membutuhkan ustadz private untuk mengajar al-Qur’an bagi anak-anaknya. Atau bagi yang ahli memasak, acara- acara besar terbilang sering dilaksanakan di sini, order memasak cukup banyak dan sangat membantu finansial Anda.
E. Syarat-syarat Pendaftaran
Untuk pendaftaran, calon mahasiswa harus mengirimkan berkas persyaratan berikut ini:
1. Pas Poto 1X2, 2X3, 4X6 sebanyak 20 lembar.
2. Foto copy Paspor Halaman depan dan halaman terakhir, @ 3 lembar.
3. Surat pengantar atau Rekomendasi dari Departemen Agama/ KBRI setempat jika calon berasal dari luar Pakistan.
4. Foto copy Ijazah dan nilai SD, SMP, SMU, S1 (Jika mendaftar progam S2) yang dilegalisir dan diterjemahkan lewat penerjemah tersumpah ke dalam bahasa Inggris, @ 5 lembar.
5. Menyertakan TOEFL dengan skor diatas 500 bagi calon mahasiswa S2, dan sertifikat kursus bhs.arab/inggris bagi S1.
6. Mengisi biodata sebagai berikut :
a. Nama
b. Tempat Tanggal Lahir
c. Riwayat sekolah (dari SD)
d. Alamat Rumah, plus nomor telepon/hand phone (jika ada)
e. Nama Bapak
f. Nama Ibu
g. Nama Saudara Kandung
h. Pekerjaan Orang Tua (Ibu dan Bapak)
i. Fakultas/Jurusan yang akan dipilih (Harus Pasti sebab tidak bisa diganti)
7. Tazkiyah dari salah satu anggota FOSPI-Pakistan.
Keterangan :
1. Persyaratan baru pada tahun 2007, bahwa seluruh Ijazah yang dimiliki calon mahasiswa harap dikirim potocopy nya untuk di-estate (legalisir) di HEC dan FBISE (Kementerian Pendidikan Pakistan) sebelum diajukan ke Universitas.
2. Seluruh berkas diatas dapat dikirimkan kepada salah seorang teman Anda yang lebih dahulu berada di Islamabad, untuk diproses pendaftarannya. Atau persyaratan tersebut dikirimkan ke alamat :
a. PPMI Pakistan, alamat: GPO Box 1320 Melody Islamabad Pakistan.
b. IKPM Cabang Pakistan, alamat: GPO Box 2189 Melody Islamabad Pakistan.
c. FOSPI Pakistan, alamat: Old Campus IIU Islamabad, Kuwait Hostel Block C. room-47, Beside FAISHAL MOSQUE ISLAMABAD-PAKISTAN 44000.
3. Persyaratan harus sudah Anda kirim awal Febuari, mengingat lamanya proses rekomendasi belajar dari Kementerian Pendidikan dan calling visa dari Kementerian Dalam Negeri (Interior) Pakistan.
4. Calon mahasiswa/i yang diterima, akan dikirimkan Surat Panggilan dari Universitas, dan surat Calling Visa (NOC) dari Kementerian Dalam Negeri (Interior) Pakistan. Kedua surat ini akan dikirimkan ke alamat rumah Anda.
5. Pengurusan Visa di Kedutaan Pakistan-Jakarta dapat dilakukan apabila surat panggilan dan calling visa di atas telah Anda terima.
6. Calling visa dari Interior Pakistan hanya berlaku 2 bulan, maka diharapkan Anda segera memproses pengambilan visa ke kedutaan Pakistan di Jakarta dengan alamat (Jl. Mega Kuningan Blok E, Kav-39 Jakarta Selatan), sebelum habis masa 2 bulan tersebut.
7. Bagi Anda yang telah diterima di IIUI, harus sudah tiba di Pakistan sebelum tanggal 05 September untuk daftar ulang, sebab tidak bisa diwakilkan. Apabila Anda terlambat tiba dikarenakan berbagai sebab, seperti terlambatnya panggilan NOC, namun Anda tetap datang ke Pakistan, maka Anda baru boleh masuk kuliah untuk semester yang berikutnya (semester Januari).
F. Sistem Perkuliahan
1. Bagi calon mahasiswa non-Pakistan yang ingin ke program S1, harus test bahasa (Arab dan Inggris) terlebih dahulu untuk menentukan tingkatan: elementary, intermediate, atau advanced. Hanya siswa yang lulus pada tahap advanced-lah yang boleh langsung mengambil mata kuliah S1. Dan mereka yang belum lulus akan ditempatkan di Sekolah Bahasa (Ma’had Lughah/Centre of Basic Studies).
2. Bagi calon mahasiswa yang ingin ke program S2 dan S3 dari luar IIUI tidak perlu mengikuti test masuk dan bahasa, melainkan cukup dengan mendapatkan materi tambahan (tamhidi). Dengan perincian: Usuluddin Sebanyak 12 Materi (dua semester), Syari’ah and Law 12 materi (dua semester), Ekonomi 20 materi (empat semester).
3. Diwajibkan menghafal al- Quran sebanyak 2 juz, khusus bagi mereka yang mengambil jurusan Islamic Studies. Dan bagi mereka yang kuliah pada jurusan umum seperti Social Science, Ekonomi, Shariah & Law, dll, akan ditentukan oleh fakultas masing-masing.
4. Ketentuan-ketentuan lain yang berhubungan dengan perkuliahan :
a. Kehadiran dikelas harus mencapai lebih dari 80% dari jumlah masuk kuliah, bagi mahasiswa yang daftar hadirnya kurang dari 80%, tidak diperbolehkan mengikuti ujian, dan dinyatakan FAIL (tidak lulus) dengan nilai 0.
b. Selain menyampaikan materi, Dosen terkadang meminta makalah (paper), khusus untuk S2 dan S3 minimal jumlah paper adalah 30 halaman (standar).
G. Dosen Pengajar
Pada umumnya tenaga Pengajar International Islamic University datang dari berbagai perguruan tinggi terkenal di dunia, merupakan lulusan program S2 dan S3 dari Universitas Islam Madinah, Universitas Imam bin Saud Riyadh, International Islamic University Islamabad Pakistan, Universitas Al-Azhar Mesir, Universitas Cairo-Mesir, Universitas Punjab Lahore, Universitas Michigan Law School Aan-Abbrorr USA, Universitas London UK, Harvard University dan beberapa perguruan tinggi lainnya.
Rata-rata dalam mengajar Dosen di sini mewajibkan kepada mahasiswa untuk membuat paper (assignment) untuk didiskusikan di dalam kelas. Presentasi paper ini cukup mempengaruhi nilai mahasiswa. Di samping metode kuliah umum juga masih tetap diterapkan.
H. Tahun Akademik
Awal tahun ajaran I : 1 September sampai 10 Januari.
Awal tahun ajaran II : 1 Februari sampai 10 Juni
Liburan semester : 26 Januari s/d 4 Februari dan 12 Juni s/d 31 Agustus.
A. Musim panas : 10 Mei s/d 31 Agustus
B. Musim dingin : 1 Oktober s/d 15 Februari
C. Musim semi : 5 April s/d 9 Mei
I. Ujian Semester
Untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, IIUI mengadakan dua kali ujian dalam satu semester, ujian pertengahan semester (Mid-Term) dengan nilai 30% dan ujian akhir semester (Final-Exam) dengan nilai 70%. Sebagian dosen biasanya memberikan tugas bahts (paper) yang harus diserahkan sebelum ujian akhir semester dimulai. Dalam pemberian hasil ujian akhir semester, IIUI memberikan sistem kredit basis dengan variabel penilaian sebagai berikut:
Nilai A = 80% dari (4.0)
Nilai B+ = 75%-79.5% (3.5)
Nilai B = 70%-74.5% (3.0)
Nilai C+ = 65%-69.5% (2.5)
Nilai C = 60%-64.5% (2.0)
Nilai D+ = 55%-59.5% (1.5)
Nilai D = 50%-54.5% (1.0)
Fail F = di bawah 50% (0.0)
J. Nilai GPA (Grade Point Average)
Adapun nilai rata-rata/GPA (Grade Point Average) atau di Indonesia dikenal dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK), dihitung pada tiap akhir semester sesuai dengan variable penilaian di atas, dengan perincian sebagai berikut:
Program S1:
a. Nilai IPK minimal bagi mahasiswa S1 adalah 1.5, bagi mahasiswa yang pada semester pertama memperoleh IPK di bawah 1.5 diberi kesempatan sampai semester ke-3, apabila ia tidak bisa meningkatkan IPK nya, maka ia dinyatakan DO (drop-out) dari Universitas.
b. Mahasiswa yang pada semester pertama memperoleh IPK dibawah 1.5 dia harus menaikan IPKnya minimal 1.7 pada semester kedua, kalau tidak ia di DO dari Universitas.
Program S2 :
a. Nilai IPK minimal bagi mahasiswa S2 adalah 2.5. Mahasiswa yang pada semester pertama memperoleh IPK di bawah 2.5 diberi kesempatan 2 semester untuk meningkatkan IPK nya, apabila tidak bisa, maka ia dinyatakan DO dari Universitas.
b. Mahasiswa S2 tidak dapat menulis thesis jika IPK nya di bawah 2.5.
K. Bahasa Pengantar
Adapun bahasa pengantar perkuliahan yang digunakan dalam pangajaran adalah Bahasa Arab dan Inggris. Bahasa Arab merupakan bahasa pengantar utama dalam materi syariah (Ilmu-ilmu Agama). Adapun bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa pengantar utama dalam materi ilmu umum seperti, hukum, ekonomi, politik, pendidikan, computer dan humaniora.
L. Kegiatan Ekstrakurikuler
Dalam membina skill dan mental para mahasiswa, IIUI mengadakan beberapa kegiatan ekstra kurikuler diantaranya sebagai berikut: Olah raga, Camping, Gunung Pameran seni dan budaya, Debat ilmiah, Konfrensi dan seminar, Study Tour.
M. Fasilitas Kampus
1. Perpustakaan
Perpustakaan merupakan pusat keilmuan bagi sebuah perguruan tinggi. Untuk itu IIUI terus berusaha untuk menambah koleksi buku-buku perpustakaan yang menunjang perkuliahan dan bacaan mahasiswa, baik dalam bahasa arab maupun bahasa Inggris. Perpustakaan telah mengoleksi lebih 217458 eksemplar buku yang terdapat dalam beragai jenis perpustakaan:
a. Pergustakaan Lembaga Kajian Islam ( terletak di Faisal Masjid; kampus lama).
b. Perpustakaan Pusat ( terletak di antarankampus Putra dan Putri).
c. Perpustakaan Fakultas ( terletak di setiap fakultas).
d. Perpustakaan Ekonomi Islam ( terletak di kampus baru di Block B)
e. Perpustakaan Iqbal Research ( terletak di Faisal masjid).
f. Perpustakaan Akademi Dakwah ( terletak di Faisal masjid).
g. Perpustakaan Kampus Putri ( terletak di kampus Putri)
2. Book Bank
Untuk memudahkan mahasiswa dalam mendapatkan bahan untuk setiap diktat, maka IIUI juga menyediakan book bank sebagai tempat peminjaman buku-buku mata kuliah selama satu semester dengan syarat menyerahkan kartu anggota perpustakaan.
3. Transportasi.
Untuk memudahkan transportasi mahasiswa dan mahasiswi, Islamic University menyediakan sarana transportasi berupa 50 bus yang digunakan sebagai sarana antar jemput mahasiswa dan mahasiswi, baik untuk kepentingan akademis maupun untuk kehidupan sehari-hari.
4. Medical Centre (Balai Pengobatan)
Dalam menangani, menjaga, dan meningkatkan kesehatan para mahasiswa/i, Universitas juga menyediakan balai pengobatan sebagai sarana pengobatan yang ditangani tenaga medis profesional, dengan fasilitas sangat baik dan gratis. Bekerjasama dengan Medical Centre Islamabad. Balai tersebut juga dilengkapi dengan sarana laboratorium kesehatan dan beberapa unit mobil ambulance yang selalu stand by selama 24 jam.
5. Telephone
Untuk memudahkan komunikasi mahasiswa dan mahasiswi Islamic University menyediakan sarana komunikasi berupa Public Call Office (PCO) di setiap blok asrama mahasiswa/i.
6. Bank
Untuk memudahkan pembayaran dan penerimaan wesel Habib Bank Limited membuka cabang di IIUI sebagai tempat pembayaran administrasi perkuliahan mahaiswa. Selain itu, Bank juga menyarankan kepada setiap mahasiswa untuk memiliki rekening demi kemudahan birokrasi keuangan.
Atau bagi Anda yang memiliki no. account di Bank Indonesia yang menyediakan fasilitas ATM maestro atau cirrus seperti: BCA, BNI, MANDIRI dan lain-lain, dapat mengambil uangnya melalui ATM di Bank-bank Pakistan.
7. Olah raga dan Rekreasi.
Untuk meningkatkan kesehatan jasmani dan daya kompetisi antar mahasiswa, IIUI menyediakan fasilitas olah raga berupa lapangan basket, volley, sepak bola dan tenis meja, cricket, badminton dan fasilitas GYM bagi mahasiswa. Selain itu, juga diselenggarakan pertandingan beberapa cabang olah raga guna meningkatkan daya kompetisi mereka. Dalam hal rekreasi, IIUI juga mengadakan hiking dan tracking serta mengorganisir mahasiswa dalam rekreasi alam dan kunjungan ke tempat-tempat wisata.
N. Bantuan Finansial (Beasiswa)
International Islamic University merupakan swadaya negara-negara Islam (OKI) dengan finansial terbatas, sehingga tidak seluruh mahasiswa mendapatkan beasiswa dari universitas. Dalam hal ini, beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang berprestasi. Biasanya setelah ujian akan diumumkan tiga besar nama-nama yang berprestasi dari masing-masing kelas untuk mendapatkan bantuan finansial, berupa pembebasan uang kuliah sebanyak 100%. Cukup banyak dari mahasiswa Indonesia yang mendapatkannya.
Namun terdapat beberapa kemungkinan untuk mendapatkan beasiswa dengan cara mengajukan permohonan tertulis ke beberapa instansi, di antaranya, Mu’tamar al-’Âlam al-Islâmi yang berlokasi di kawasan 6th Markaz, Supermarket–Islamabad. Bantuan finansial yang terakhir ini jumlahnya tidak terlalu banyak, namun rutin setiap sebulan.
UNIVERSITY OF THE PUNJAB (LAHORE)
A. Sejarah
Setelah British East India Company berhasil menyingkirkan kekuasan Sikh di wilayah Punjab pada tahun 1849, Institusi pendidikan ini didirikan di wilayah Punjab dan pada mulanya berafiliasi pada Universitas Calcutta (India sekarang). Setelah perhatian tertuju pada bahasa Sanskrit dan Arab, maka didirikanlah Oriental College pada tahun 1870 di Lahore. Oriental College berkembang dan merupakan cikal bakal dari pada pembentukan Universitas Punjab.
Pada tahun 1913, Pemerintah Inggris membeli tanah disamping Oriental College dan mendirikan Law of College pada tahun 1927 (sekarang Hailey College of Commerce), yang akhirnya juga merupakan cikal bakal dari pada pembentukan Universitas Punjab.Sebelum Pakistan terpisah dari India, bebas lingkup Universitas Punjab meliputi Punjab, North West Frontier Provience (N.W.F.P ), Balochistan, Delhi, Jammu dan Kashmir. Namun setelah Pakistan pisah dari India, batas lingkup tersebut hanya meliputi Lahore,Gujranwala, Rawalpindi termasuk Ibukota Federasi Islamabad, Faisalabad, Sarghoda, D.G. Khan, Bahawalpur dan AJ&K kecuali Multan.
Demikian juga halnya dengan peran Universitas, yang tadinya sebagai badan penguji (examining body), kini berubah menjadi badan Pendidikan, Riset dan Affiliasi. Ketika jumlah Departemen Pendidikan, Research, Pengetahuan Umum, Seni dan Kemanusian semakin meningkat maka didirikanlah Campus Baru (New Campus) pada Juli 1960, yang sekarang mengakomodasi kebanyakan fakultas-fakultas di Universitas.
Resminya Univeritas ini beraktifitas pada tahun 1882, dan merupakan universitas tertua sekaligus terluas di Pakistan. Khusus di kawasan anak benua India yang berpenduduk mayoritas Muslim ini, universitas Punjab adalah yang pertama berdiri. Universitas ini telah mengeluarkan 3 alumni yang berhasil meraih hadiah Nobel. Terletak di salah satu provinsi Pakistan yang terkenal dengan lingkungan tradisional dan kota pelajar seperti halnya dengan Jogyakarta. Kota ini bernama Lahore.
Universitas Punjab memiliki 4 kampus besar, yaitu kampus Alama Iqbal, Kampus Quaid-i- Azam, kampus khusus summer di Khanaspur dan kampus di Gujranwala. Selain itu, universitas Punjab ini juga memiliki 13 fakultas, 9 sekolah setingkat SMU, 64 Jurusan, dan 434 sekolah afiliatif. Semenjak masa Presiden Pervez Musyaraf ini, searah dengan kebijakan perbaikan mutu pendidikan nasioanal, Universitas Punjab termasuk yang memperoleh suntikan dana yang cukup besar, yaitu sebanyak 1.600 milyar Rupess Pakistan, yaitu 3300 % lebih banyak dari yang diperoleh semenjak masa kemerdekaan Pakistan.
Adapun jenis universitas ini adalah: Pendidikan, Riset and Afiliatif.
B. Alamat
Allama Iqbal Campus (Old Campus) Sharae, Quaid-I-Azam, Lahore Quaid-I-Azam Campus (New Campus), Lahore Punjab University, Lahore Telephone
092-42) 9231099. Fax : (092-42) 9231101, Web-site: www.pu.edu.pk
C. Tahun Ajaran:
a. Awal Tahun Ajaran : 01 September setiap tahun
b. Liburan : Liburan Musim Panas : 18 Juni s/d 15 September
D. Pendaftaran
Pendaftaran tahun ajaran baru dibuka pada setiap awal bulan Agustus dan September. Sedangkan awal masuk kelas pada Bulan Oktober. Khusus bagi pelajar asing, biasanya waktu akhir penutupan pendaftaran akan diperpanjang sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian.
E. Jatah Kursi Tersedia
Jatah Kursi tersedia bagi:
1. Anak, Saudara kandung dosen Universitas Punjab yang sedang aktif ataupun sudah pensiun dan minimal 5 tahun sudah pernah berkerja di Universitas tersebut.
2. Pelajar Asing yang mendapat rekomendasi dari Menteri Pendidikan Pakistan. Vice Chancellor bisa mengijinkan untuk menerima lebih dari seorang pelajar asing setelah mendapatkan rekomendasi dari Dekan/ Chairman/Principal/Director of Faculty/Teaching Departement/Constituent College/Institute.
F. Fakultas dan Tingkatannya
No. Fakultas Program Jurusan Gelar Masa Kuliah
1. Seni (Faculty of Art)
Bachelor (S1) Seni B.A 2 tahun
Bachelor (S1) Fine Arts B. F.A 3 tahun
Master (S2) Seni M.A. 2 tahun
Master (S2) Fine Arts M.F. A. 1 tahun
Doctoral (S3) Fine Arts Ph. D 2-5 tahun
2. Ilmu Pengetahuan Umum
Bachelor (S1) Ilmu Pengetahuan Umum B. Sc. 2 tahun
Bachelor (S1) Home Economic B. Sc. 4 tahun
Bachelor (S1) Chemical Tech/ Chemi
Cal Engg/Metallurgy and Material Science
B.Sc.Engg 4 tahun
Master (S2) Composite Course M. Sc. 2 tahun
Master (S2) Enggineering M.Sc. 1tahun
Master (S2) Home Economic M.Sc. 2 tahun
Master (S2) Engineering M.Phil`2-3 tahun
3. Pendidikan
Bachelor (S1) Education B.Ed 1 tahun
Master (S2) Education M.Ed 1 tahun
Master (S2) Education M.A 2 tahun
Master (S2) Education M.Phil 2-4 tahun
Doctoral (S3) Education Ph.D 5 tahun
4. Hukum
Bachelor (S1) Hukum LL.B 3 tahun
Master ( S2) Hukum LL.M 2 tahun
Doctoral (S3) Hukum Ph.D 3-5 tahun
Doctoral (S3) Doctor of Law D.LL.D 5 tahun
5. Perniagaan / Dagang
Bachelor (S1) Perniagaan/Dagang B.Com 2 tahun
Master (S2) Perniagaan/Dagang M.Com 2 tahun
6 Islam dan Ketimuran
Bachelor (S1) Islam dan Ketimuran B.O.L 2 tahun
Master (S2) Islam dan Ketimuran M.OL 1 tahun
Doctoral (S3) Islam dan Ketimuran Ph.D 2 tahun
7 Medicine and Denstistry
Master (S2) Medicine and Denstistry MBBS 5 tahun
Doctoral (S3) Medicine and Denstistry BDS 4 tahun
Master (S2) Medicine and Denstistry M.Phil 2 tahun
Master (S2) Medicine and Denstistry M.D 3 tahun
Master (S2) Medicine and Denstistry M.D 5 tahun
Master (S2) Medicine and Denstistry M.S 5 tahun
8. Pharmacy
Bachelor (S1) Pharmacy B.Pharm 4 tahun
Master (S2) Pharmacy M.Pharm 2 tahun
Keterangan:
Kebanyakan dari mahasiswa Indonesia yang kuliah di Punjab mengambil jurusan Islamic Studies. Jurusan Islamic Studies ini sebagai simbol dari pada ideologi Pakistan. Di mana Pakistan setelah mendeklarasikan diri sebagai negara Islam, merasa perlu menampakkan identitas keislamannya pada bidang pendidikan. Hal ini lahir ketika para founding father Pakistan sepakat untuk menjadikan Pakistan ini sebagai representatif neo-Negara Islam.
Oleh karenanya, mereka memandang perlu untuk terus memberikan transformasi pendidikan yang dapat memperdalam pengetahuan tentang studi keislaman bagi generasi Pakistan. Atas maksud inilah pada 1949 jurusan Islamic Studies dibentuk. Dengan Dekan pertamanya yaitu, Allama Ala-ud-Din Siddiqui.
Terhitung sejak tahun 1952, telah lebih dari 2000 pelajar yang mengambil jurusan ini, dan banyak pula dari mereka yang telah menjadi tokoh penting dalam berbagai bidang. Termasuk yang dari Indonesia.
G. Pusat Lembaga Penelitian
Terdapat 3 pusat lembaga penelitian di Universitas Punjab ini, yaitu:
1. Urdu Encyclopaedia of Islam (Urdu Da’ira Alma’rifat Islam)
Departement of Urdu Encyclopaedia adalah departemen penelitian ternama di Universitas Punjab. Adapun kontribusinya pada pengembangan sisi Urdu pada Leiden`s Encyclopaedia of Islam dengan Da`ira-I-Ma`arifat-I-Islam-nya yang tersedia sebanyak 32 volume.
2. Urdu Development Committee (Idara-i-Taleef-o-Tarjamah)
Berdasarkan keputusan University`s Syndicate pada tahun 1971, Urdu Departement Committee telah merangkum, menterjemah dan menulis karangan ilmiah untuk guru-guru dan pelajar B.A., B.Sc.,.A., M.Sc., dalam bidang pengetahuan umum dan kemanusian. Dan sudah terbit sebanyak 75 buku lebih.
3. Departement Of Iqbaliat
Departement ini mulai aktif setelah peringatan Allama Iqbal Centenary pada tahun 1977. Buku karangan yang telah di himpun dalam bahasa Inggris, Urdu, Arab banyak yang dipersembahkan saat Kongres Internasional pada tahun 1977 dalam 3 volume:
a. Iqbal and Milli Tashakhus diterbitkan pada tahun 1998,
b. Iqbal Wa Jahan-e-Farsi, diterbitkan pada tahun 1999 dan,
c. Iqbal Aik Tahrikh diterbitkan pada tahun 2000.
H. Pusat Penelitian Ilmu Sosial
Pada bulan Mei 1956, Universitas Punjab telah menamakan proyek ini sebagai Socio-Economic Reseach Project, dan pada akhirnya, proyek tersebut telah berkembang menjadi Social Sciences Research Centre. Adapun tujuan dari pada proyek ini adalah sebagai berikut:
a. Memprakarsai penelitian dengan perwakilan di luar Universitas dalam masalah Sosiologi, Ekonomi dan Demografik di Pakistan.
b. Mendidik keterampilan mahasiswa ke arah penelitian sosial melalui berbagai kegiatan, seperti; enterviewing techniques and coding, tabulating and analyzing of data dan writing prelemery report.
c. Membantu para peneliti di departemen pendidikan dalam pengembangan ilmu umum dari berbagai Universitas. Kursus yang diadakan oleh Central Research dalam bidang ilmu umum mencakup; Technical Demography, Sustancial Demography, Economic and Sociology, Research Methods dan Statistics, Research Report.
I. Pembayaran Kuliah
No Jurusan Total Pembayaran
1. M.A, M.P.A, M.B.A, M.Com, B. Com, LLB Rs. 960/-per tahun
2. B.F.A, B.Sc. Chem. Engg, B. Sc Geology, B. Pharmacy part I, part II Rs. 1,050 /-per tahun
3. M.Sc, M.FA, Mass Communication, B.Sc Chem. Engg.,.Sc.
Geology, B. Pharmacy part III Rs. 1,800/-per tahun
4. M.Sc, B.Sc (Honors) in Computer Rs. 24,000/-per tahun
Biaya-biaya lainnya
No. Uraian Total Pembayaran
1. Admission Fee Rs. 500/-PA
2. Library Service Rs. 500/-PA
3. Electric Charges Rs. 450/-PA
4. Punjab University Medical Fee Rs. 160/-PA
5. Buss Pass Rs. 480/-PA
6. Identity Card Rs. 100/-PA
7. Field Work / Studies Tour Rs. 360/-PA
8. Mosque Fee Rs. 30/-PA
9. Student General Fund Rs. 125/-PA
10. Department Society Fee Rs. 72/-PA
11. P.U STC Fee Rs. 50/-PA
12. Sports Fund Rs. 225/-PA
13. Development of Sports Rs. 125 / one time
14. P.U.D Fund Rs. 200 / one time
15. Library Security Rs. 400/one time
16. Breakage/ Lab. Fund Rs. 1,000/-PA
Pembayaran khusus untuk Pelajar Asing
No. Jurusan Total Pembayaran
1. M.P.A, M.B.A, M.Com, Computer Science 2.000 U.S $
2. Geology, Engineering, B. Pharmacy 1.000 U.S $
3. Science Subjects 800 U.S $
4. Lain-lain 700 U.S $
Biaya lainnya khusus Pelajar Asing
No. Jurusan / Uraian Total Pembayaran
1. B.A, B.Sc Under Graduate Rs. 40.000
2. M.A, Arts Education Law, Commerce, M.Phil,.D Rs. 40.000
3. M.BA / Computer Rs. 55.000
4. M. Sc, M. Phil, Ph. D seluruh Science Subject Rs. 63.000
Keterangan:
Kuliah di Punjab university memang terlihat perbedaan yang sangat mencolok antara mahasiswa asing dan pribumi dalam hal uang pembayaran kuliah dan lain-lainnya. Kebijakan ini datang langsung dari pemerintah, sama persis seperti mahasiswa asing yang kuliah di universita al-Azhar pada jurusan umum atau juga di universitas Cairo-Mesir.
J. Sistem dan Jadwal Ujian:
Universitas ini menggunakan Bi-Annual System ujian (ujian pada tiap akhir tahun) :Tahun Pertama: Mei s/d Juni setiap tahunnya. Tahun Kedua: September s/d Oktober setiap tahunnya.
K. Fasilitas dan Pelayanan
Fasiltas dan Pelayanan yang tersedia bagi Mahasiswa Universitas Punjab:
a. Lingkungan kampus dan asrama bernuansa Cultural
b. Counselling Guidance and Student Placement.
c. Beasiswa dari Universitas (berdasarkan prestasi).
d. Bantuan finansial bagi yang membutukan (dapat diusahakan berdasarkan kebijakan rektorat)
e. Kesehatan bagi pelajar, pekerja dan keluarganya.
f. Hostels, 22 hostels , ditambah 5 hostel untuk putri, yang bisa menampung 3258 pelajar laki dan 960 pelajar perempuan.
g. Perpustakaan, koleksi buku memuat 420.000 volume, termasuk 20.000 tertulis dalam beberapa bahasa.
h. Pusat Olah raga bagi mahasiswa dan Dosen.
L. Keistimewaan yang Dimiliki.
Keistimewaan dimiliki Universitas ini, adalah:
a. Publikasi, 21 periodical majalah yang diterbitkan oleh departemen yang ada pada universitas.
b. Menyediakan tempat tinggal bagi para staf pegawai universitas.
c. Terdapat kantor pelayanan dan informasi bagi pelajar asing.
d. Universitas yang memiliki percetakaan buku.
M. Afiliasi Colleges
Universitas ini memiliki tiga constituents: Punjab University Oriental Collge, Punjab University Law College dan Hailey College of Commerce semuanya di Lahore. Adapun colleges yang beraffiliasi ke Universitas Punjab sebanyak 325 yang tersebar di seluruh provinsi Punjab.
N. Tatacara Pendaftaran dan Penerimaan
Adapun tatacara pendaftaran calon mahasiswa baru dan hal-hal yang berkaitan dengan persyaratan, sama seperti prosedur yang diberlakukan oleh International Islamic University Islamabad (IIUI) di atas.
III. Pernak-pernik Kuliah di Pakistan
Bagi Anda yang menginginkan suasana kondusif dan nyaman untuk belajar, Pakistan adalah tempat yang tepat Anda pilih. Sebab selain lingkungan kampus kuliah yang sangat mendukung terciptanya suasana belajar yang nyaman, di mana penataan letak kampus yang rata-rata jauh dari kebisingan kota, juga fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan kuliah terbilang lengkap di sekitar kampus dan asrama.
Karena pola sistem kuliah yang lebih banyak menekankan pada bidang riset, setiap fakultas menyediakan lab-lab komputer yang telah terkoneksi internet dan dapat Anda akses secara cuma-cuma. Sehingga Anda tidak perlu lagi pergi ke luar kampus untuk sekedar mencari bahan-bahan riset. Di samping itu, bahan-bahan buku pun sangat tersedia baik di setiap perpustakaan fakultas ataupun central library.
Jika Anda tinggal di asrama, Anda tidak perlu lagi merogoh kocek untuk mengeluarkan ongkos, jika hendak bepergian ke tempat-tempat tertentu, sebab universitas menyediakan transportasi (shutttle bus) yang siap setiap saat mengantar Anda ke tempat tujuan, tentu pada jam-jam yang telah dijadual paten.
Jika Anda termasuk orang yang mudah bergaul dengan setiap orang, untuk tinggal di asrama adalah pilihan yang tepat, sebab Anda dapat berinteraksi setiap harinya dengan orang dari berbagai negara. Hubungan yang terjalin antara pelajar Asing sangat baik, bahkan terdapat satu organisasi yang dikhususkan untuk tempat berkumpulnya pelajar-pelajar asing (foreings). Lebih-lebih jika Anda adalah penggemar olah raga, seperti sepak bola, basket, hiking, camping, dll, organisasi ini sering menggelar acara-acara santai seperti itu, tentu di samping kegiatan-kegiatan ilmiah lainnya. Biasanya berkumpul atau bergaul dengan pelajar-pelajar asing ini sengaja dilakukan oleh pelajar Indonesia, selain guna menambah wawasan juga melatih bahasa asing (Arab atau Inggris).
Khusus bagi Anda yang mungkin pertama kali tiba di Pakistan, dan baru mengambil jurusan S1, biasanya Anda akan tinggal sekamar dengan orang asing atau Pakistan. Terkadang rekan-rekan Indonesia kita menyarankan untuk tukaran kamar (interchange) agar kamar Anda bisa diisi oleh orang Indonesia. Semuanya tentu kembali kepada Anda, akan tetapi sebaiknya jika hal itu Anda alami, tinggal sekamar dengan orang Asing termasuk Pakistan lebih bermanfaat ketimbang Anda harus tinggal sekamar dengan teman senegara. Paling tidak manfaat ini dapat dirasakan untuk pengembangan bahasa Anda. Apalagi rata-rata orang Pakistan cukup baik penguasaan bahasa Inggrisnya. Di samping itu, orang-orang Pakistan juga terkenal dengan karakter familiar dan suka membantu, sehingga Anda tidak akan mendapatkan kesulitan yang berarti dalam berinteraksi.
Namun, bagi Anda yang telah berkeluarga, sampai saat ini universitas belum menyediakan fasilitas asrama bagi Anda. Rata-rata bagi yang telah berkeluarga menyewa rumah dengan harga berkisar USD.$ 100 s/d USD.$ 150 perbulan di luar tagihan listrik dan air. Harga sewa rumah khususnya di Islamabad relatif agak mahal. Untuk menyewa rumah, Anda dapat meminta bantuan rekan-rekan yang telah lebih dahulu tinggal di Pakistan. Dan umumnya, menyewa rumah di sini tidak dilengkapi dengan isi rumah, Anda harus melengkapinya sendiri. Namun untuk membeli barang-barang tersebut, terdapat pasar “Bazar” yang menyediakan harga sangat murah dan kualitas bagus yang dibuka khusus pada hari Selasa, Jum’at dan Minggu. Letaknya tidak jauh dari kampus IIUI. Bus kampus pun setiap hari Minggu siap mengantar Anda berbelanja ke pasar Bazar. Betul-betul asyik kan..?
IV. Bagaimana Berinteraksi dengan Orang Pakistan
Sekiranya penting untuk Anda ketahui, bagaimana berinteraksi dengan orang Pakistan. Mengingat pepatah mengatakan, “Di mana bumi dipijak, di sana pula langit dijunjung”. Bagi Anda yang sudah pernah ke luar negeri, informasi ini barangkali kurang menarik, namun bagi yang baru pertama kali, informasi ini bukan hanya penting, akan tetapi harus dimiliki agar di manapun ia berada dapat langsung beradaptasi dengan lingkungan barunya di Pakistan.
Secara umum, jika pepatah melayu di atas kita terapkan, mudah bagi kita mengarungi hidup di tempat yang asing sekalipun, termasuk di Pakistan. Ada banyak kesamaan antara adat atau budaya orang Pakistan dan orang Indonesia, di samping ada pula yang berbeda. Kalau kita mengenal istilah “Tabu” atau orang Arab menyebutnya dengan “Aib”, demikian pula halnya dengan di Pakistan, masyarakat di sini mengenal hal itu. Sesuatu yang dianggap tabu di sini, ada yang erat kaitannya dengan pandangan keagamaan mereka, dan ada pula yang kaitannya dengan adat semata. Tingkat ekspresi ke dua hal ini pun berbeda antara satu orang Pakistan dengan yang lainnya. Maka perlu Anda ketahui, teradapat dua suku yang menonjol di Pakistan, yang pertama suku Punkhtun dan kedua Punjabi. Suku Punhktun rata-rata lebih menonjolkan sikap religius-formalnya dan sangat kuat memegang tradisi lokal, seperti mereka seakan wajib berpakaian “shalwar kameez” (pakaian khas Pakistan seperti baju taqwa dengan stelan celana dan baju dari bahan yang sama) dan pada tarap tertentu mencibiri orang mereka yang menggunakan stelan celana dan baju (ala-Indonesia). Mayoritas mereka banyak memilih jurusan ilmu-ilmu agama. Sedangkan suku Punjabi lebih bersikap permisip terhadap hal-hal yang berkenaan dengan tradisi tersebut termasuk cara berpakaian, dan mayoritas mereka lebih memilih jurusan ilmu-ilmu umum.
Contoh tabu yang berkaitan dengan pandangan keagamaan orang Pakistan diantaranya, menanyakan Saudara kandung perempuan mereka, apalagi sekedar bercanda ingin berkenalan, mengenakan celana pendek atau bertelanjang dada di luar kamar, merokok, menyetel musik atau film dengan suara keras, kamar yang dipenuhi hiasan gambar-gambar hidup dan lain-lain. Sedang contoh tabu yang berkaitan dengan adat mereka semata diantaranya, memukul (maaf) bokong, mengedipkan sebelah mata ke kawan sejenis, tidur atau tidur-tiduran dengan terlungkap atau tidur memakai celana pendek dan bertelanjang dada jika kamar Anda dihuni 3 orang, mengenakan baju dan celana (ala-Indonesia) jika kita berkunjung ke tempat-tempat dipedesaan (village), dan lain-lain.
Namun umumnya, prilaku keseharian masyarakat Pakistan tidak jauh berbeda dengan kita, jika di banding dengan orang Arab yang (maaf) cenderung banyak omong atau suka ribut dan bagi yang belum faham, tampak muamalah mereka kasar (penulis pernah juga kuliah di salah satu negara Arab), orang Pakistan lebih coll dan memiliki sensitifitas yang hampir sama dengan orang Asia umumnya, termasuk Indonesia. Lebih-lebih bagi rekan Putri, masyarakat Pakistan selalu memprioritaskan pelayanan dan fasilitas bagi mereka, di sini terkenal dengan istilah “Ladies First”, baik di tempat-tempat perbelanjaan, kendaraan umum, pelayanan-pelayanan publik dan lain-lain. Rekan-rekan Putri pun tidak perlu khawatir dengan situasi keamanan di tempat-tempat tersebut, sebab orang Pakistan sangat menghormati perempuan, di samping pula ada kesan “tabu” untuk bersikap usil atau menggoda wanita. Sekalipun begitu, tentunya senantiasa bersikap hati-hati adalah hal yang baik kapanpun dan di manapun saja Anda berada bukan.?
Perlu diketengahkan pula di sini, banyak saran yang disampaikan oleh senior-senior kami di Pakistan, bahwa khusus dalam hal urusan yang berkaitan dengan administrasi di instansi-instansi baik universitas ataupun pemerintahan, dibutuhkan kesabaran ekstra dan kesiapan mental kita, sebab tidak jarang, urusan yang semestinya -menurut ukuran kita- selesai dalam beberapa jam, terpaksa harus ditunda esok hari, lalu esoknya lagi. Tetap bersabar dan agak sedikit ngotot, sambil memelas, sesekali berbasa-basi (mujamalah), biasanya cukup ampuh menanggulangi kendala ini.
V. Mengisi Liburan dengan Kegiatan Ekstra kulikuler
Sangat beragam aktifitas organisasi kemahasiswaan Indonesia di Pakistan. Jika Anda ke Pakistan sekalipun jumlah pelajar dan mahasiswa kita terbilang sedikit, yaitu sebanyak 150 orang (tahun 2007), Anda tidak akan merasa jemu dengan rutinitas kuliah setiap hari. Sebab banyak kegiatan-kegiatan ekstra kulikuler yang sengaja diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan kita di Pakistan. Dari mulai kegiatan ilmiah, keruhanian, olah raga, kesenian, hiburan, tadabbur alam dan lain-lain. Lebih-lebih saat liburan musim panas tiba, masing-masing organisasi menyelenggarakan kegiatan yang cukup pariatif, sehingga bagi Anda yang tidak berkesempatan liburan di tanah air, cukup terobati dengan mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut.
Saat ini terdapat 10 organisasi kemahasiswaan Indonesia di Pakistan dengan berbagai misi dan tujuan pembentukkan yang berbeda-beda satu sama lainnya. Sekalipun sebagian organisasi ini memiliki basis masa terbatas atau afiliasi di tanah air, namun dalam konteks Pakistan secara hierarki tetap menginduk kepada organisasi Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI).
1. Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan.
PPMI Pakistan adalah organisasi Pelajar dan Mahasiswa Indonesia yang didirikan di Islamabad pada tanggal 22 Februari 2004 sebagai kelanjutan dari organisasi Forum Ukhuwah Mahasiswa Indonesia (FUMI) yang didirikan pada tanggal 27 November 1995. Organisasi ini berbentuk Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia yang mencakup wilayah Pakistan dan merupakan organisasi Induk Pelajar Indonesia di Pakistan.
Tujuan dibentuknya organisasi induk ini adalah diantaranya, guna membangun jaringan komunikasi, konsultasi dan kerjasama di kalangan pelajar Indonesia khususnya dan masyarakat umumnya, menggalang persatuan dan menciptakan kesadaran untuk senantiasa membela martabat maupun kehormatan Agama, Bangsa dan Negara, serta memperjuangkan aspirasi pelajar dan mahasiswa Indonesia baik dalam skala nasional maupun global.
Sebelum berubah nama menjadi PPMI, organisasi ini berupa paguyuban yang hanya mencantumkan keanggotaannya sebatas pada kalangan mahasiswa yang berada di Islamabad saja. Namun mengingat masyarakat Indonesia di Pakistan tidak hanya terdiri dari kalangan mahasiswa saja, namun terdapat pula kalangan pelajar dari Madrasah-madrasah (pesantren) yang tersebar di Pakistan, seperti di Propinsi Sindh, Punjab, dan N.W.F. P. Maka tercetuslah gagasan untuk mengikutsertakan mereka yang nota bene pelajar sebagai bagian dari anggota FUMI ini. Lalu melalui Musyawarah Luar Biasa (MLB) disepakatilah perubahan FUMI menjadi PPMI.
Guna memudahkan komunikasi dengan anggota yang tersebar di berbagai daerah ini, PPMI lalu membentuk kepengurusan PPMI Daerah yang dinamakan dengan DPD (Dewan Pengurus Daerah) dan MPD (Majelis Permusyawaran Daerah) yang misinya adalah membantu tugas dan program yang digariskan oleh PPMI pusat.
Selain itu, PPMI juga memiliki media informasi dan keilmuan seperti, Warta PPMI, Majalah Nun, Jurnal Dinamika dan suplemen Al-Ibrah, serta satu perpustakaan yang menyediakan buku-buku dari berbagai disiplin fakultas. Di samping itu juga memiliki Badan Otonom (BO) bernama Forum Studi ke-Indonesiaan (FSI) yang dibentuk pada Agustus 2005, sebagai think-tank PPMI Pakistan dan forum diskusi yang konsen terhadap kajian keindonesiaan. Forum ini memiliki 4 divisi kajian yaitu, a. Politik dan Hukum, b. Pendidikan, Sosial dan Agama, c. Ekonomi, dan d. Relasi Gender. Berita tentang aktifitas dan segala hal yang berhubungan dengan PPMI dapat Anda akses melaui web site, www.pppmipakistan.or.id.
2. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI-NU) Pakistan
Organisasi PCI-NU Pakistan diresmikan langsung oleh Rois Syuriah PBNU, Dr. KH. Masyhuri Naim, MA. pada 26 Mei 2005 di masjid KBRI Islamabad. Peresmian ini disaksikan pula oleh Ketua PBNU KH. DR. Hasyim Muzadi dan Dubes RI untuk Pakistan, Bapak Drs. Anwar Santoso.
Hasrat untuk membentuk PCI-NU Pakistan awalnya disampaikan secara lisan kepada Bapak Ir. Rozy Munir, salah seorang pengurus PBNU pusat yang tengah berkunjung ke Pakistan. Keinginan mereka ditanggapi secara positif oleh beliau dan akhirnya disampaikan kepada Bapak Hasyim Muzadi di Jakarta dengan membawa surat permohonan pendirian PCI-NU Pakistan yang ditandatangani oleh Sdr. M. Afifuddin Abd. Muchith dan M.Shodiq Ahmad.
Maka bertepatan dengan diselenggarakannya muktamar Organisasi Konferensi Islam (OKI) pada bulan Mei 2005 di Pakistan, di mana rombongan PBNU diantaranya Bapak Hasyim Muzadi dan Bapak Masyhuri Naim hadir dalam acara tersebut, diselenggarakanlah peresmian sekaligus pelantikan Pengurus PCI-NU untuk periode pertama.
Anggota PCI-NU Pakistan saat ini berjumlah 45 orang, melalui KONFERCAB II yang dilaksanakan pada April 2007, anggota PCI-NU menetapkan Sdr. Munif Attamimi sebagai ketua Tanfidziah.
Program dan kegiatan yang dilaksanakan PCI-NU adalah meliputi bidang dakwah yang dilaksanakan oleh LDNU, bidang kajian keislaman yang digarap oleh LAKPESDAM, bidang pengembangan ekonomi yang ditangani oleh LPNU, bidang media dan penerbitan oleh LTNU. Di samping kegiatan Bahtsul Masa’il al-Diniyyah wal Ashriyyah (Mencari pemecahan fiqh atas masalah-masalah keagamaan kontemporer) yang diprakasai oleh Syuriah PCI-NU.
PCI-NU Pakistan memiliki buletin bernama Al-Nahdlah dan telah mencetak dua buku yaitu, “Bunga Rampai NU Pakistan” dan “Konflik Intra dan Antar Agama”. Berita tentang aktifitas dan segala hal yang berhubungan dengan PCI-NU Pakistan dapat Anda akses melalui website, www.nupakistan.or.id.
3. Forum Silaturrahim Persatuan Islam (FOSPI) Pakistan
Adalah sebuah forum silaturahim yang bertujuan untuk tetap menghidupkan kepekaan dan saling perhatian antara alumni pesantren Persatuan Islam di Islamabad. Secara struktural organisasi ini terdiri dari seorang ketua, bendahara, pengembangan pengetahuan dan intelektual, dan olah raga. Namun hingga saat ini fospi belum memiliki hubungan resmi sebagai perwakilan Persatuan Islam, sebagimana yang telah dilakukan oleh rekan mereka di Cairo yang mendirikan Peweka- Persis Mesir. Sebab unsur-unsur pendukung untuk menjadi sebuah perwakilan belum dimiliki. Jadi hubungan dengan pusat sebatas hubungan emosional saja.
Sampai saat ini alumni pesantren Persatuan Islam yang berada di Islamabad mencakup daerah wilayah asal bandung (sebagai pusat organisasi Persatuan Islam), Bangil, dan Sapekan.
Fospi hidup dari kesadaran para alumni pesantren Persatuan Islam, untuk membantu alumni-alumninya yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya di luar Indonesia terutama Pakistan. Perhatian fospi terhadap para alumni terwujud pula dalam bentuk saling membantu dan menginggatkan demi terwujudnya satu kepribadian yang mantap, tidak terombang-ambing dalam kebingungan untuk menentukan jati diri; sebuah ciri khas sebagai manusia yang memiliki keteguhan dalam berprinsip, dan kritis dalam menaggapi persoalan
Dalam hal kegiatan, karena keterbatasan anggota, mereka merasa belum perlu mengadakan kegiatan-kegian yang banyak. Untuk saat ini hanya mencukupkan dengan kajian (diskusi) rutin mereka dalam sepekan sekali . Sebab dengan bersilaturahmi semua prinsip-prinsip organisasi telah bisa mereka laksanakan. Terhadap organisasi kemahasiswaan, ormas, partai, atau apapun namanya, fospi memilih bersikap untuk bersahabat, dengan saling menghormati prinsip masing-masing organisasi. untuk mengetahui keberadaan Fospi dengan detil bisa anda akses melalui www.fospipakistan.co.nr
4. Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Pakistan
IKPM Gontor Cabang Pakistan telah berdiri di Pakisan semenjak 20 tahun yang lalu. Bisa dibilang bahwa mayoritas mahasiswa Indonesia yang belajar di Pakistan ini berasal dari pondok Modern Gontor. Jika jumlah mahasiswa di Pakistan sekarang adalah 85 orang, maka 45 % nya adalah dari pondok modern Gontor. Alumni pondok ini juga banyak tersebar di berbagai negara lainnya, seperti di Mesir, Saudi, Yaman, Malaysia, Eropa, Sudan dan lain-lain.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh IKPM-Pakistan ini sangat beragam dan fariatif, keakraban antar anggotanya pun sangat solid. Pendidikan kepemimpinan dan kemasyarakatan yang konon mereka dapatkan selama di pondok begitu membekas pada sosok setiap anggota IKPM di sini. Terlihat dalam setiap event dan aktifitas yang mereka selenggarakan selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan. Seperti, peringatan hari ulang tahun Gontor ke-80, sponsor buka puasa di KBRI, kegiatan diskusi dan bedah buku, penerbitan majalah IKPM, dan buletin KAIFA, pelatihan keterampilan dan kemasyarakatan dan lain-lain.
Di samping itu, hubungan antara IKPM dengan para pimpinan pondok pun terjalin sangat baik, komunikasi telepon sampai dengan pesan singkat (sms) selalu mereka usahakan guna terjalinnya hubungan organisasi cabang dengan pusat IKPM ini. Diantara buktinya adalah kunjungan pimpinan pondok Bapak KH. DR. Abdullah Syukri Zarkasyi, MA. dan KH. Kafrawi Ridlwan ke Pakistan pada bulan Oktober 2006, yang sekaligus meresmikan kepengurusan IKPM cabang Pakistan.
Saat ini IKPM Gontor cabang Pakistan diketuai oleh Sdr. Ridlo Amri, mahasiswa Pasca Sarjana Perbandingan Agama IIU Islamabad.
5. Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Baitul Maal
Organisasi UPZ Baitul Maal ini didirikan atas semangat jiwa tolong menolong antara sesama pelajar/mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang berada di Pakistan. Melalui rapat antara pengurus PPMI diusulkan terbentuknya sebuah badan yang menangani masalah sosial kemahasiswaan khususnya yang berkenaan dengan bantuan finansial. Pada 04 Pebruari 2006 dikeluarkanlah SK PPMI tentang pembentukan badan tersebut dengan nama awalnya, Baitul Maal PPMI.
Kemudian, seiring dengan perjalanan waktu dan bertepatan dengan kedatangan KH. Dr. Didin Hafiduddin, M. S.c. ke Islamabad dalam rangka menghadiri undangan IIUI, muncul gagasan untuk meletakkan badan ini secara struktural di bawah naungan Badan Zakat Nasional (BAZNAS). Gagasan tersebut akhirnya beliau setujui selaku ketua BAZNAS, dengan perubahan nama menjadi UPZ Baitul Maal PPMI Pakistan dengan No SK: 06/SP-UPZ/BP/BAZNAS/IV/2006. Maka pada 14 Pebruari 2006 diselenggarakanlah pelantikan pengurus sekaligus peresmian UPZ Baitul Maal oleh KH. Dr. Didin Hafiduddhin, M. S.c. di KBRI Islamabad yang juga disaksikan oleh Duta Besar Bapak Drs. Anwar Santoso. Terpilih sebagai Ketua UPZ Baitul Maal saat itu adalah Hendri Tandjung mahasiswa S3 jurusan Ekonomi Islam (IIU), yang menjabat pula sebagai Dosen di IPB Bogor dan Ibnu Khaldun Bogor.
Struktur kepengurusan UPZ Baitul Maal ini melibatkan unsur mahasiswa sebagai pelaksana harian dan personal pejabat KBRI Islamabad sebagai pembina. Bapak Dubes pun bersedia duduk sebagai dewan pembina, selain juga Bapak-bapak Home Staff yang lainnya.
Jenis kegiatan yang dilaksanakan adalah seputar penerimaan dana zakat, infaq dan shadaqah berikut penyalurannya kepada yang berhak melalui ketentuan-ketentuan yang telah diatur. Di antara penyaluran dana tersebut adalah untuk beasiswa, biaya kesehatan, bantuan kelahiran, bantuan kematian dan bantuan pernikahan. Telah banyak pelajar dan mahasiswa yang merasakan manfaat dari UPZ ini, di mana kehadirannya di tengah-tengah organisasi di Pakistan, semakin memperkokoh rasa persaudaraan antara sesama anak bangsa yang tangah menuntut ilmu di negeri rantau ini. Bagi rekan-rekan hamba Allah yang hendak menyalurkan zakat, infaq dan shadaqahnya dapat disalurkan ke nomor rekening berikut: 56 94 81 (Habib Bank Islamabad)
6. Forum Lingkar Pena (FLP) Pakistan
Organisasi FLP Pakistan lahir didasari semangat dakwah bil Qalam sebagai bagian dari kewajiban yang harus diemban dan dipikul ummat nabi Muhammad serta besarnya minat sebagian mahasiswa terhadap bidang sastra, baik cerpen, novel, puisi, karangan bebas, dan lan-lain. Sebelum terbentuknya forum ini, wadah sastra bagi mahasiswa tersalurkan diberbagai buletin atau jurnal yang diterbitkan oleh organisasi kemahasiswaan di Islamabad. Begitu banyak karya-karya mahasiswa yang bagus dalam bidang sastra tulis yang menghiasi blantika perbuletinan mahasiswa di Islamabad, namun usaha untuk mengumpulkan karya-karya tersebut masih belum sempat terpikirkan.
Atas dasar ini juga lah beberapa mahasiswa/i berinisiatif untuk mendirikan sebuah wadah yang fokus dengan dunia kesusastraan sekaligus mengkompilasi dari karya-karya yang berserakan sebelumnya ke dalam sebuah buku atau kumpulan antologi. Maka pada 03 Agustus 2006 disepakatilah berdirinya FLP Pakistan. Kemudian pada 03 Oktober 2006 dilaksanakan Launching FLP sekaligus peresmikan di Auditorium KBRI Islamabad oleh Pensosbud Bpk. Albert Abdi.
FLP Pakistan ini secara struktur berafiliatif ke FLP di Jakarta yang didirikan oleh Mba Helvy Tiana Rosa. Adapun aktifitas forum ini adalah diantaranya mengadakan pelatihan penulisan, diskusi/seminar tentang masalah-masalah yang berkaitan dengan kepenulisan atau situasi kontemporer, mengadakan bengkel-bengkel penulisan, mengadakan berbagai sayembara penulisan untuk pelajar, mahasiswa dan kalangan umum. Saat ini FLP Pakistan diketuai oleh Jaya Rukmana, mahasiswa S2 jurusan Perbandingan Agama (IIU) dan pernah menjuarai lomba karya tulis ilmiah HUT TNI 2006 di KBRI Islamabad.
7. Forum Kajian Islam al-Qolam (FKIQ)
Forum ini didirikan pada 18 Juni 2005 di Islamabad. Anggotanya terdiri dari mahasiswa S1 dan S2 yang memiliki dedikasi tinggi dan komitmen yang sama dalam peningkatan dinamika keilmuan khususnya dalam soal pemikiran keislaman. Jumlah anggotanya adalah terbatas yaitu sebanyak 14 orang. Ide awal pendirian forum kajian ini didasari oleh semangat mendobrak kebekuan dinamika intelektual yang sempat dialami oleh mahasiswa Indonesia di Pakistan. Maka guna merubah kondisi tersebut, mereka memandang perlu untuk membentuk satu wadah yang mampu menciptakan nuansa ilmiah dan kritis pada ranah kajian keislaman. Tujuan pertamanya sangat sederhana, yaitu bagaimana angggota yang akan tergabung dalam forum tersebut dapat mahir dalam dunia tulis menulis sekaligus mempresentasikannya baik di kalangan terbatas (anggota forum) maupun publik.
Dalam usianya yang baru menginjak dua tahun ini, FKIQ telah mampu menerbitkan satu buku hasil kajian rutin mereka yang berjudul “Isu Islam Klasik”, di samping penerbitan media bulanan “al-Qolam” yang mengupas secara tematis isu-isu yang tengah hangat dibicarakan.
Forum ini diketuai oleh dua orang koordinator yang bertugas sebagai penanggung jawab atas kelancaran diskusi, pembuatan makalah, termasuk pendistribusian media al-Qolam. Menurut AD/ART mereka, koordinator dijabat secara bergilir dengan masa tugas selama 12 minggu.
Sekalipun forum ini sarat dengan aktifitas ilmiahnya, namun hampir menjadi kesepakatan tak tertulis, bahwa pada kesempatan atau event-event tertentu, mereka selalu melakukan kegiatan diskusi sambil refreshing di lokasi yang biasa digunakan untuk santai. Misalnya hiking ke bukit Marghalla sambil diskusi dan bakar sate, atau berdiskusi di alam terbuka sambil melakukan olah raga ringan. Untuk tahun sekarang (2007) FKIQ dikoordinatori oleh Sdr. Azmi Haqi (mahasiswa Ushuluddin-Hadits asal Jakarta) dan Muhammad Ihsanuddin (mahasiswa pasca sarjana Ushuluddin-Hadits asal Ponorogo).
Selain Tujuh organisasi kemahasiswaan tersebut, terdapat pula Pusat Informasi Partai Keadilan Sejahtera (PIPKS), yang aktif menyelenggarakan kegiatan dakwah, sosial dan keilmuan khususnya pada saat musim liburan summer, selain juga aktif menerbitkan buletin ilmiah, seperti: Bahtera, dan Buletin PKS.
Ada pula organisasi yang keanggotaannya tidak terikat, dan tidak memiliki afilisasi di Indonesia. Seperti Paguyuban Lintas Batas (PLB) dan Dedikasi. PLB aktif menerbitkan buletin “Neutral” dengan tema-tema umum dan selalu menyediakan kolom khusus bagi kritik dinamika kemahasiswaan di Pakistan.
Lalu Dedikasi, yaitu buletin Dwi-Bulanan yang diterbitkan oleh mahasiswi Indonesia di IIU Islamabad. Wadah ini tidak menjadi underbow PPMI Pakistan. Dengan buletin ini, mereka berharap akan lahir kreatifitas mahasiswi dalam bidang tulis menulis, sehingga nantinya mereka tidak hanya aktif dalam dakwah bil-Lisan namun juga bil-Qalam.
VI. Beberapa Saran Sebelum Anda ke Pakistan:
Ada beberapa saran yang perlu kami sampaikan kepada calon mahasiswa yang akan berangkat ke Pakistan, semoga hal ini dapat bermanfaat:
1. Bagi calon mahasiswa (dalam masa menunggu) hendaknya meningkatkan kemampuan bahasa Arab dan Inggrisnya, mengingat bahasa pengantar kuliah menggunakan dua bahasa tersebut. Termasuk untuk kepentingan di Airport Islamabad, di mana percakapan (official langguage) selalu menggunakan bahasa Inggris.
2. Membawa uang secukupnya, sekedar untuk uang pendaftaran (sebagaimana yang termaktub di atas), dan keperluan kehidupan sehari-hari. Namun yang terpenting adalah persiapkan mental agar Anda dapat survive kuliah di Pakistan.
3. Tidak perlu membawa pakaian dan barang-barang yang tidak penting, disarankan membawa buku bacaan Indonesia sesuai dengan jurusan yang akan diambil. Sebab semua kebutuhan hidup, seperti pakaian, barang-barang rumah dan lain-lain, sudah tersedia di sini. Hal ini agar tidak terjadi over weight timbangan di pesawat.
4. Ada baiknya juga Anda membawa barang-barang yang jarang didapatkan di sini dan sering diperlukan seperti; obat-obatan, bumbu instans, dan kamus Indonesia-Inggris-Arab (buku/elektrik).
5. Mungkin Anda belum tahu, barang-barang yang akan dibawa usahakan dibuat dalam 2 atau 3 tas, yaitu 1 tas untuk di kabin (dibawa ke atas) dan 2 tas untuk di bagasi pesawat. Khusus barang-barang berharga, seperti: uang, pasport dan dokumen-dokumen penting jangan dimasukkan ke bagasi pesawat, tapi dibawa ke atas kabin.
6. Untuk memudahkan perngiriman uang disarankan agar Anda memiliki kartu ATM yang berlogo Cirrus atau Maestro, seperti BCA, BNI, Citibank. Mandiri, Jika tidak, Anda bisa marger dengan teman yang sudah lama di Pakistan yang memiliki nomor rekening Bank.
7. Money Changer di Pakistan tidak menyediakan uang tukar Rupiah, maka sebelum berangkat pastikan uang Anda telah ditukarkan ke Dolar Amerika.
8. Minimal 3 hari sebelum keberangkatan Anda ke Pakistan, kontak rekan Anda yang mengurusi berkas pendaftaran di Pakistan atau hubungi PPMI, untuk menjemput Anda di Airport Islamabad.
9. Harap dicatat alamat – alamat penting berikut:
1. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Islamabad: Diplomatic Enclave Street 05, G-5/4 Islamabad-Pakistan. Telp: (0092-51) 2832017-2832013.
2. Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi: E/1-5 Shahrah –E- Iran, Clifton Karachi 75600, Pakistan. Telp: (0092-21) 5874619-5784623.
3. Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Pakistan: New Campus, International Islamic University, H-10, Islamabad. Hp: 03345536165. (Dekat Pollice Line).
Demikian selayang pandang tentang Pakistan, Universitas ternama berikut tatacara pendaftarannya, tips-tips untuk dapat survive di Pakistan, mengenal karakter orang Pakistan, mengisi liburan bersama aktifitas mahasiswa Indonesia dan apa saja yang perlu Anda persiapkan dalam masa penungguan untuk berangkat ke Pakistan. Semoga informasi ini dapat bermafaat. Dan akhirnya kami ucapkan ” Khusy Amadid Pakistan Mē ” (Selamat Datang di Pakistan).
*) Penulis adalah mahasiswa pasca sarjana fakultas “Shariah and Law” IIU Islamabad, aktif di PPMI Pakistan sebagai Presidium MPA dan Penasehat Forum Studi ke-Indonesiaan (FSI).
from www.ppmipakistan.or.id
bissmllh..
kalau ada informasi apa aja yang bermamfaat tolong e -mail ke pemudapersisbogortengah@yahoo.com dan pemudapersiskotabogor@yahoo.com sama ke e mail saya .
syukran.
NB:ada informasi syufu taesyukhan di pakistan ngak?
Oleh: kamal on Oktober 1, 2007
at 8:41 am
salam,mas kamal ana kepingin banget lanjut kuliah di iiu pakistan,kbetulan ana udah selesai program s1 di cairo selesai taun 2004 jdi nganggur 3 taun kira2 langkah apa yang harus ana lakukan ,mas kamal mau g bantuin ana ngurus berkas di iiui,wass yusuf asal jawa barat
Oleh: m yusuf abdul rasyid on Oktober 2, 2007
at 6:27 pm
ass,bwt mas yusuf…kynya qt punya kmawn sama deh!tp kl q mo nrusin s1 di iiu islamabad n skrg q mash klyah di gontr.kl mslny da info/apa,tlg ksh tau ya…coz q pengn th dpn bs klyh dsn(amiiin…) n bwt mas kamal kl brknan q jg mnta tlong gmn cara ngrusin brkas2nya.syukron….!
Oleh: kurnia Aristya on Oktober 27, 2007
at 4:17 pm
Bismillahirrohmanirrohien……
ahlan wasahlan wa marhaban wa uhanniukum bi tahniah wa bihululi ‘idil fitri
“TAQOBBALALLOHU MINNA WAMINKUM”
KULLU ‘AM WANTUM BIKHOERIN”
Salam Ta’aruf dari uus rustiman duta mahasiswa persatuan islam (persis)kuliyyah da’awah islamiyyah ‘alamiyyah the world islamic call society libya-tripoli afrika utara
syu’bah lughoh ‘arobiyyah wa adabuha.
“allohu yakhudzu biaidina ilaa maa fiehie khoerun lil-islam wal-muslimien”
Oleh: uus rustiman on Oktober 31, 2007
at 12:52 pm
sbuah permohonan ! sya tertarik tuk ngambil MA di Punjab university.
apakah saudara dapat menghubungkan saya kepada mahasiswa Ind yang ngambil program tsb di Punjab. makasih
Oleh: erfan on November 8, 2007
at 11:51 am
kayaknya ada yang perlu dibenahi lagi tentang persyaratan yang baru diberlakukan dari KBRI, agar kawan-kawan yang ingin ke IIUI bisa mengetahui prihal tersebut dan mempersiapkannya jauh-jauh hari,
dan satu lagi alamat kamar ente di kuwait hostel kurang lengkap tu, bisa-bisa nyasar ke blok yang laen, nomor room.53 kan banyakk
Oleh: karnan on Maret 30, 2008
at 2:42 am
I think IIUI is the best university because they have many faculty. and i would like to study here. but how can I get the application, and how about toelf score in order to can enter in this university.
thanks for your information.
Oleh: fitriah on April 15, 2008
at 11:27 am
mas yang memposting…
minta tolong kurs mata uang pakistan tentang biaya sekolah diganti dengan rupiah atau dolar…
maalahnya kita belum tau tentang mata uang pakistan..
syukran
Oleh: shohib khoiri on April 28, 2008
at 4:17 pm
mudahnya begini. 100$ = 6500 rupees ( mata uang Pakistan).
100$ bisa dikatakan skitar Satu juta’an ( Dalam rupiah).
kalo kurs Ruees, 1 Rs = 150 rupiah. masih tinggi jauh mata uang Pakistan.
Oleh: fospi on April 28, 2008
at 5:06 pm
mas fospi..
1. kalo ngambil S2 tapi lintas bidang bisa?
contoh ngambil S1 Tafsir di kampus lain, kemudian ngambil S2 di IIUI Syariah, bisa..?
2. kalo untuk progran Phd, apakah bisa dengan sistem jarak jauh? misalnya nulis di indoneisa??..
jazaakallah
Oleh: shohib khoiri on April 29, 2008
at 4:33 pm
mungkin bisa aku jawab Mas shohib:
1. Anda bisa mengambilnya, dengan catatan
– anda akan dibebani mata kuliah tambahan, karena progam S1-nya bukan diambil dari IIUI.
– jika anda ingin mengambil progam S2 Syariah maka harus siap dengan mata kuliah berbahasa inggris, karena lumayan banyak mata kuliah dengan bahasa itu yang akan anda ambil.
2. untuk progam Phd disini tetap diwajibkan untuk masuk kelas pada semester awal-2, selanjutnya anda bisa nulis di indonesia tetapi harus komunikasi dengan pihak kampus agar tidak terputus jika ada hal-hal baru.
mungkin moderator bisa menambahkan dan membetulkan jika ada yang perlu dibenahi dari aku.
Oleh: Karnan on April 30, 2008
at 8:51 am
mas fospi,
afwan banyak nanya nih… penasaran
ana lihat di atas, untuk fakultas ushuludddin yang ada program Phd hanya jurusan aqidah dan perbandingan agama…. betul?
berarti untuk tafsir dan hadits ga ada?
syukran
Oleh: shohib khoiri on April 30, 2008
at 11:12 am
eh afwan nambah satu lg….
mengenai pertanyaan lintas bidang…
misalkan dari tafsir kemudian ambil S2 di IIUI dengan jurusan ekonomi islam, bisa kah???
afwan akh kalo agak cerewet
Oleh: shohib khoiri on April 30, 2008
at 2:24 pm
penasaran itu biasa kok Mas….
jurusan hadits insya Allah telah dibuka. tapi untuk tafsir aku kurang tahu tu Mas, mungkin moderator lebih tahu hal ini!!!
Mas Shohib gini aja biar lebih mudah dipahami, dari fakultas manapun dari universitas manapun jika ingin mengambil jurusan yang berbeda atapun sama diperbolehkan, tetapi akan dibebani mata kuliah tambahan karena S1-nya bukan dari IIUI.
Oleh: Karnan on April 30, 2008
at 6:51 pm
eeem
kalo keamanan pasca terbunuhnya benazir butho berefek untuk mahasiswa ga?
secara kasar ada kemungkinan ga mahasiswa aing dideportasi?
Oleh: shohib khoiri on Mei 10, 2008
at 2:27 pm
assalamu’alaikum,bt mas kamal,ak pengen bgt kuliah S1 di university of the punjab,tlong gmna cara ngurus berkas2nya soale slama ini ak dah bekerja keras tp hasile blum jelas sampe skrang.ak ingin ambil education(B.Ed).mohon informasinya di kirim ke email ak.syukron katsiro sebelume.
Oleh: rini setiawati on Mei 20, 2008
at 11:09 am
Assalamu’alaikum…kpd FOSPI..
kok web jarang ditambah ya..an ktemu web ini baru2 aja. O ya, info ttg beasiswa ke pakistan dong…soalnya an ktahui ustadz yanga ana knal di medan jg studi di pakistan sebelumnya..
Oleh: ibnughaz on Mei 21, 2008
at 4:37 am
Mas Shohib
kalo kita tidak terlibat insya Allah tidak akan mendapat masalah. dan alhamdulillah sampai sekarang tidak ada mahasiswa kita yang dideportasi dari pakistan.
Oleh: fospi on Mei 21, 2008
at 6:30 am
Ma’af Mas Ibnughaz, kami kemarin sibuk dengan ujian tengah semester dan sekarang lagi sibuk mempersiapkan ujian akhir. jadi sangat sulit untuk menambah makalah tentang keislaman.
kita juga dibebani mengerjakan assignment/bahas (makalah kecil-kecilan untuk mata kuliah) jadi sangat sulit menulis tentang yang lain.
untuk beasiswa di pakistan sangat sulit mendapatkannya, rata-rata mereka yang belajar di pakistan dengan biaya sendiri Mas. walaupun ada diantara mereka (tapi jumlahnya hanya dapat dihitung dengan jari) yang mendapat beasiswa dari negara ini, tapi itu karena ada kerjasama dengan pihak indonesia.
Oleh: fospi on Mei 21, 2008
at 8:00 am
Salam ajja buat brotherku di sana: Hifni alumni imarot dari Lampung, nitip dia, awas jangan di apa2in, kalo dia di apa2in, ntar site ini gw bomb, heu heu heu….
Oleh: Abdul Maksum on Juli 8, 2008
at 12:50 am
assalamualaikum
mas fospi mau nanya nih…
untuk mengambil S2 atau S3 ada standar nilai penerimaan ga ? maksudnya nilai ketika S1 untuk yang ingin mengambil S2, dan nilai S2 bagi yang ingin mengambil S3?
JazakaLLah
Oleh: shohib khoiri on Agustus 5, 2008
at 6:14 pm
jika boleh tau, total mahasiswa indonesia yang belajar di IIUI saat ini berapa orang?
Oleh: shohib khoiri on Agustus 5, 2008
at 6:31 pm
assalamu ‘alaikum ust…. kef hal?? numpang tanya sikit..
1. ana alumni LIPIA Jakarta (fakultas Syari’ah) tahun 2005.. apakah alumni lipia bisa mendaftar dengan ijazah dari LIPIA (ijazahnya ditandatangani Jami’ah Imam Riyadh, bukan dari Jakarta)??
2. bahasa Inggris ana sangat lemah, kalau tes untuk S2 (exp. ekonomi syari’ah) apakah tesnya mesti pakai bahasa inggris?? baik di IIU atau Punjab///
sekarang ni ana aktif dikepungurusan DPD PKS Batam. juga ketua PD IKADI kota Batam//
jazakumullah atas infonya…ditunggu ya..
via email juga boleh..
Oleh: abu hasan, Lc on Agustus 13, 2008
at 12:01 pm
o ya.. kalau boleh tahu ada email alumni Gontor yang antum kenal??
ana alumni Gontor ‘99
Oleh: abu hasan, Lc on Agustus 13, 2008
at 12:04 pm
wa ‘alaikum salam warahmatullahi wabarakatuhu
sebatas info kepada rekan sekalian, semua pertanyaan yang dilontarkan kepada kita telah kami jawab via E-Mail.
Oleh: fospi on Agustus 14, 2008
at 3:34 am
assalamualaikum. alhamdulillah aku di pertemukan dengan situs ini. to the point aj, aku juga ingin kuliah di pakistan, bukan apa2, karena kupikir bisa menguasai 2 bahasa internasianal, inggria n arab. lagi pula aku tertarik dengan fakul tas usuluddin khususnya akidan filsafat. oya, nanya, kalo ngambil s2 di iiui tapi s1 nya dari universita indonesia, bisa ga ya? kalo bisa kira2 ujian masuk s2 nya apa tuh, jazakumullah atas semua rekan2 tercinta yang telah membentuk forum ini.
akhukum fillah……….
wassalamualaikum
Oleh: nawawi efendi on September 26, 2008
at 3:56 am
wa ‘alaikum salam
untuk Mas Efendi jika anda ingin melanjutkan kuliah di IIUI (international islamic university of islamabad) silahkan membaca persyaratannya di rublik BELAJAR DI PAKSITAN dengan teliti dan rinci, setelah itu bisa kontak saya melalui E-mail fospipakistan@yahoo.com atau telepon rumah +92512532379.
setelah itu akan saya beritahu prosesnya lebih lanjut.
Mas Efendi, dari fakultas manapun, dari universitas manapun jika ingin mengambil jurusan yang berbeda atapun sama diperbolehkan, tetapi akan dibebani mata kuliah tambahan karena S1-nya bukan dari IIUI.
Karnan.
Oleh: fospi on September 26, 2008
at 9:06 am
assalamualaikum,,,ana lulusan sudan fakultas dirosat islamiyah, mau ngelanjutin s2 di fakultas syariah IIUI, kira-kira kalo punya uang sebesar 15 juta cukup ngga untuk menyelesaikan program s2 dari mulai pendaftaran sampai selesai, ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Syukron
mohon dibalas lewat mail ,,,,
( akh_fillah_26@yahoo.co.id )
Oleh: alhilalhamdi on Oktober 3, 2008
at 8:59 pm
ass, i has fell this is very difficult
because money expensife
Oleh: damai on Oktober 13, 2008
at 12:37 am
ada cara nggak untuk kuliah terjun laangsung di pakistan, ana di qatar.. malas tuk pulang ke indo
Oleh: Iwan on November 30, 2008
at 12:51 am
kalo mau dapat visa aja dulu gimana ya ??
biar cari sendiri disana, setelah lebaran haji ini.
saya tamatan S1 bidang Tarbiyah
Oleh: Mulazam on November 30, 2008
at 2:31 pm
tidak perlu pulang ke Indo Mas Iwan…. semuanya berkas bisa diurus melalui KBRI di negara anda sekarang…..
silahkan lihat persyaratannya di atas nanti bisa hubungi kita di FOSPIPAKISTAN@YAHOO.COM
atau +92512532379
Oleh: fospi on Desember 2, 2008
at 6:45 am
untuk mas Mulazam, visa hanya bisa didapat setelah ada surat kementrian dalam negeri pakistan….
kalau anda datang ke pakistan dengan visa sebagai turis… maka anda tidak dapat menggantinya ke STUDY…
Oleh: fospi on Desember 2, 2008
at 6:47 am
Tolong dong ada yang kirim brosur atau Info 2 ke PESANTREN PERSIS, biar nggak jadi katak dalam tempurung. Kayaknya paling Huuuuuebaaaat
Oleh: FADELAN on Desember 17, 2008
at 7:32 am
Mari bersama sukseskan Reuni Nasional Pesantren PERSIS BANGIL Putra – Putri ke II
migh_fadhlan@yahoo.com
http://santripersis.com
Oleh: FADELAN on Desember 17, 2008
at 7:34 am
Assalamu’alaikum.wr.wb
Akh.. Syukran ats info2 “Belajar di Pakistan”nya..
Sy mahasiswa STEI Tazkia semester akhir. Semenjak dl sy ingin sekali studi d IIUI, tp belum kesampaian.. kalau Allah mengizinkan, sy ingin sekali merajut kembali keinginan sy itu setelah S1, tuk ambil program master dsana..
Mohon infonya :
Apakah masa program “tahmidi” itu diluar masa kuliah reguler (2-3th)?
Punya link (CP/email/situs) tmn2 lulusan gontor yg msh sktif studi dsn? sy lulusan thn 2004..
Jazakumullah Khairan katsiran…!!
Oleh: Dzu_NuQs on Maret 1, 2009
at 6:49 pm
wa ‘alaikum salam….
anda bisa mengaksesnya di link ini untuk teman2 dari Gontor…
http://albi4ever.blogspot.com/
http://jazaulihsan.blogspot.com/
http://ainiaryani.blogspot.com/
http://zackers.wordpress.com/
Oleh: fospi on Maret 2, 2009
at 1:44 pm
Oy, bg tmn2 yg punya info lainnya. tolong share ke ane y.. romli.triatmojo@gmail.com
Syukran..!!
Oleh: Dzu_NuQs on Maret 1, 2009
at 6:54 pm
untuk mengambil S2 atau S3 ada standar nilai penerimaan ga ? maksudnya nilai ketika S1 untuk yang ingin mengambil S2, dan nilai S2 bagi yang ingin mengambil S3?
JazakaLLah
Oleh: afifuddien on April 18, 2009
at 12:57 am
GPA s1 tidak kurang dari 2.5
Oleh: fospi on April 18, 2009
at 7:44 am
Ikhwan Fospi yg Fresh terus… klo mo ambil S2 atau S3 dsn, bagi yg sudah berkeluarga bisa dibawa ga? maksudnya Istri & 2 anak. Trus klo bisa kira2 biaya tambahan untuk akomodasi kluarga brapaan per-bulan?
Oleh: abu nawaf on April 20, 2009
at 3:30 am
bisa dibawa, tapi pengurusan visa untuk mereka agak susah…….
untuk sewa rumah perbulan bisa diambil kasarannya 10.000 rupess
untuk makan satu keluarga 5.000 rupess
Oleh: fospi on April 20, 2009
at 6:33 pm
Biasanya kendala pengurusan visanya apa aja?
ada standar TOEFL dan TOAFL nya ga untuk S2 ekonomi syariah? sayakan lulusan manajemen ekonomi bisa kan loncat ke ekonomi syariah?
Oleh: Abu Nawaf on April 24, 2009
at 4:04 am
istri bisa dapat visa setelah anda diterima di iiui dan datang di pakistan…..
kemudian mengajukan permohonan visa untuk keluarga……..
toefl 500…….
dari lulusan islamic studies juga bisa ambil ekonomi syariah……
yang penting nanti ada tambahan mata kuliah dari kampus…….
Oleh: fospi on April 24, 2009
at 5:20 am
assalamu’alaikum dewan pengurus akademik n dosen2.sy mau tanya apa sj syrat mendptkan beasiswa S1 di IIU Islamabad n apa ada undungan khusus dr IIU Islamabad n apa ada perwakilan alumni IIU Islamabad d JAKARTA,jazakumulloh khoiron
Oleh: abdurrosyiid on Mei 17, 2009
at 2:12 pm
syarat mendapatkan beasiswa adalah menjadi mahasiswa dahulu di IIU, selanjutnya mengajukan diri u mendapatkan beasiswa…..
kalo diterima Alhamdulillah
kalo tidak yaa Alhamdulillah…..
karena masih bisa kuliah…….
Oleh: fospi on Mei 18, 2009
at 3:29 pm
Assalamu’alaikum,,,,, mas,, sya juga pengen belajar ke pakistan,,, tapi,, ada ngga ya beasiswa ke pakistan???? soalnya saya dah nyari” d web tapi g nemu,,,, makasih sebelumnya,, assalam,,,
Oleh: Siska on Mei 20, 2009
at 4:11 am
wa ‘alaikum salam
sebenarnya mudah saja kalo teman2 mencari beasiswa di DIKNAS, insya Allah semua negara yang menyediakan beasiswa bisa diketahui, karena diknas juga bekerjasama dengan negera lain sebagai progam “pertukaran pelajar”, kalo jurusan agama silahkan dikonfirmasi ke DEPAG……….
Oleh: fospi on Mei 20, 2009
at 9:29 am
assalamualaikum.
mas perkenalkan saya irna, saya lulusan S1 sastra inggris tapi dari universitas kristen di bandung..saya ingin ngambil S2 di Punjab University tapi ngambil ekonmi..skarg saya kerja di bank bni tapi baru masuk..pinginnya dapet beasiswa..gimana yah mas langkah2 yg hrus saya ambil??
bisa ga kira2 klo dari univ kristen?tapi saya muslim dan berkerudung
trimakasih sebelumny..
wass
Oleh: Irna on Mei 30, 2009
at 5:29 pm
wa ‘alaikum salam
ma’af kami tidak punya link ke Univ Punjab……
untuk sementara hanya di IIUI…..
untuk mencari beasiswa silahkan hubungi DIKNAS…..
Oleh: fospi on Mei 31, 2009
at 6:10 am
assalamualaikum
salam ukhwah ana min gontor rencana mau kul di IIUI tp masih bingung untuk surat2 apa az.dan kapan untuk dikirim ana mnta tlng sama antum2 yang ada disana…………
oh ya untuk ujian apa az biar bisa di persiapkan dari sekarang
syukron jazakumullah
Oleh: SAIFUL YAKUB on Juni 17, 2009
at 5:17 am
wa ‘alaikum salam….
semua sudah kami jelaskan di persyaratan kuliah di IIUI…
kalo ada poin yang belum jelas bisa ditanyakan langgsung…..
ujian bahasa aja, mudah kok.
Oleh: fospi on Juni 19, 2009
at 9:55 am
Ass. Saya sungguh sangat tertarik untuk melanjutkan studi di IIUI !
akan tetapi, apakah Kondisi Pakistan sekarang kondusif untuk kegiatan Belajar Mengajar ditengah ketegangan politik diantara kubu2 ekstrimis ???
dan bagaimana perkembangan Mhs. asal Indonesia yg kuliah disana dari tahun-ketahun smpai 09 ? Mks
Oleh: Moeh.Erfani on Juli 4, 2009
at 8:46 am
wa ‘alaikum salam…
kondisi pakistan yaa selalu begini setiap tahun….
nyantai aja…. gak perlu ikut campur urusan orang lain….
untuk jumlah pelajar di pakistan yang jelas ada ratusan… yang tersebar di berbagai kota……
Oleh: fospi on Juli 4, 2009
at 2:09 pm
ust gmn cara belajar di sana?di iiui untuk s2 nya?saya s1 nya di mesir dan bisa gak kalo saya bearangkat ke sana nya langsung dari mesir gak dari indo?
Oleh: anwar on Juli 21, 2009
at 8:39 am
semua persyaratan bisa di baca di atas Mas Anwar, gak perlu ke indo kok….. tapi harus sabar nunggu panggilan penerimaan mahasiswa baru….
tapi kebetulan untk tahun ini pendaftarannya udah di tutup tanggal 20 juli yang lalu….
jadi kalo mau daftar tahun depan……
Oleh: fospi on Juli 25, 2009
at 3:11 pm
sebelumnya makasih banyak nih wat Fospi yg udah nyaring info studi di Pakistan, bil khusus tentang IIU.
mengenai persyaratan di atas, ada yg ingin ana tanyakan:
-dalamketerangan “syarat-syarat pendaftaran” no. 5 yg berbunyi menyertakan TOEFL…dst. Apakah ini syarat wajib?? klu belum punya,bisakah kita nyarinya setelah sampai di Pakistan ?
- kemudian berapa jumlah(pastinya)mahasiswa Indonesia di sana?
- untuk kurs Rupe ke Rupiah, minta tolong dijelaskan lg yaa! skaligus mungkin biaya persmester utk islamic studies,jika langsung di rupiahkan,brp kira2 ya? biar jelas berapa yg perlu kami siapkan dalam 1 th (3 smester)?
Syukran…
Oleh: El-Mandiri on Oktober 7, 2009
at 6:07 am
syarat yang disebutkan adalah wajib di sertakan saat pendaftaran
jumlah tepat mahasiswa indonesia disini saya kurang tahu, mungkin bisa tanya di website ppmipakistan….
1dollar = 82 rupess
untuk masalah berapa rupiahkan bisa di cek di website IIU.edu.pk
Oleh: fospi on Oktober 7, 2009
at 4:02 pm
mas.. sy tertarik nih bwt studi di pakistan.. kbetulan sy punya kenalan disana..
kira2 mas, buat daftar di IIUI ada test apa aja..
kan klo di indonesia ada ujian saringan masuk universitas tuh.. klo di pakistan ada ga?
mas sharing tentang IIUI dong..
kirim ke email sya ya..
mkasih mas sbelumnya.. infonya bgus bnget..
sukriya..
wslm..
Oleh: hilda on November 23, 2009
at 9:09 am